Search

Petani-Petani di Desa Perjiwa Hadapi Masalah Kekurangan Pupuk dan Air

Kepala Desa Perjiwa Erik Nur Wahyudi saat diwawancarai awak media pada Senin, 24 Maret 2025. (Berita Alternatif/Hamdi)

BERITAALTERNATIF.COM – Para petani di Desa Perjiwa tengah menghadapi masalah kekurangan pupuk dan air yang sering kali tidak mencukupi kebutuhan mereka.

Kepala Desa Perjiwa Erik Nur Wahyudi menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berusaha menyelesaikan masalah tersebut.

“Ini menjadi tantangan besar bagi petani kami,” ujarnya saat diwawancarai awak media ini pada Senin (24/3/2025).

Baru-baru ini, Erik menjelaskan, para petani di Perjiwa mengajukan bantuan pupuk kepada pemerintah daerah.

Meskipun masih menghadapi kendala pasokan pupuk, para petani terus mencari solusi agar hasil pertanian mereka tetap optimal.

Para petani di desa tersebut itu juga menghadapi kelangkaan air di musim kemarau. Hal ini berakibat pada penurunan produksi di sektor pertanian.

Petani-petani di Perjiwa disebutnya mampu memanen hingga tiga kali dalam setahun.

Ia menyampaikan bahwa terdapat 7-8 kelompok tani yang aktif mengelola lahan pertanian mereka.

Setiap kelompok menghasilkan 25 ton padi dalam setiap kali panen. Hasil tersebut menunjukkan kestabilan produksi padi saat musim panen di Perjiwa.

Hasil panen tersebut tak bisa dipungkiri terwujud karena dukungan pemerintah. Para petani di Perjiwa mendapatkan alat dan mesin pertanian.

Erik mengatakan, Pemerintah Desa Perjiwa sedang berusaha membangun kemandirian melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes, sambung dia, akan didorong untuk mengajak warga agar bisa memproduksi beras secara mandiri.

Langkah ini diharapkannya menciptakan kemandirian dalam pengelolaan hasil pertanian di desa tersebut.

“Melalui BUMDes, petani bisa memproduksi beras sendiri agar lebih mandiri dan mengoptimalkan hasil pertanian secara langsung,” ujarnya.

Petani-petani di Perjiwa, lanjut dia, tidak hanya akan meningkatkan produksi, tetapi juga bisa mendapatkan nilai tambah dari hasil panen mereka.

Selain itu, produksi beras secara mandiri diharapkannya dapat membantu menjaga kestabilan harga beras di daerah. Para petani juga dapat menjual hasil panen mereka secara langsung.

Pemerintah Desa Perjiwa berencana untuk terus mengembangkan sektor pertanian serta mendukung petani mengatasi masalah yang mereka hadapi.

“Kami berharap pertanian di desa ini semakin maju dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat setempat,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hamdi

Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA