BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Desa Loa Raya Kecamatan Tenggarong Seberang terus berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program strategis, di antaranya bantuan untuk kelompok tani dan pengembangan sektor pertanian serta peternakan.
Kepala Desa Loa Raya Martin menyampaikan bahwa ketergantungan pada cuaca masih menjadi tantangan utama dalam proses produksi padi.
“Kalau musim kemarau, pasti kekurangan air. Jadi, kurang maksimal hasil panennya,” ujar dia saat diwawancarai awak media ini pada Selasa (25/3/2025).
Dia menyebut Pemdes Loa Raya bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar melalui Bidang Sumber Daya Air untuk membangun saluran irigasi dan pompa air.
Kolaborasi ini diharapkannya bisa memberikan dampak signifikan bagi kebutuhan para petani di desa tersebut.
“Dengan adanya proyek ini, petani bisa bertani secara maksimal,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa para petani juga membutuhkan berbagai bantuan lain seperti bibit padi, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).
Menurutnya, para petani masih memiliki banyak kebutuhan dasar yang sampai saat ini belum terpenuhi.
“Kami masih kekurangan mesin perontok padi dan traktor. Itu yang paling dibutuhkan saat ini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, pemerintah desa telah mengajukan bantuan ke Dinas Pertanian dan Dinas Ketenagakerjaan Kukar untuk mendukung sektor pertanian di masyarakat.
“Alhamdulillah tanggapannya positif. Kita tinggal menunggu Anggaran Murni 2025. Insyaallah akan direalisasikan,” jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa sekitar 30 hektare lahan telah tergarap untuk pertanian di desa tersebut sehingga kehadiran pemerintah dan pihak terkait diharapkan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian.
Pemerintah desa juga menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan asal Malaysia, PT MUM. Kerja sama ini dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan sektor peternakan ayam petelur dan pedaging.
Rencana pengembangan peternakan ini akan mulai dieksekusi dalam waktu dekat melalui pemanfaatan lahan-lahan eks tambang.
“Setelah lebaran, kita akan mulai memvalidasi lahan eks tambang untuk peternakan,” ujarnya.
Martin menyampaikan bahwa BUMDes akan menjadi mitra utama dalam pengelolaan proyek tersebut, sementara PT MUM akan bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
“Yang mengelola tetap BUMDes, tetapi mereka yang menjalankan. Ini adalah sinergi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami siap bersinergi dengan siapa pun yang ingin membangun desa bersama,” pungkasnya. (adv)
Penulis: Hamdi
Editor: Ufqil Mubin












