BERITAALTERNATIF.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, meminta 64 pejabat yang baru dilantik segera bekerja dan tidak menghabiskan waktu untuk kegiatan seremonial maupun adaptasi yang berlarut-larut.
Aulia menyebut ada dua pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan, yakni merealisasikan target kinerja 2026 dan menyiapkan perencanaan program 2027.
“Berada di ujung tahun ini ada dua PR besar yang harus kita selesaikan. Yang pertama, kita harus memastikan bahwa seluruh target kerja dan kinerja kita di tahun 2026 itu bisa terselenggara dengan baik. Di sisi lain, kita juga harus mempersiapkan perencanaan untuk melaksanakan kegiatan tahun 2027,” ujarnya dalam pelantikan pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di Pendopo Odah Etam, Jumat (2/10/2026) malam.
Dia meminta para pejabat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru dan memahami tanggung jawab masing-masing.
Ia juga menginstruksikan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera melaksanakan serah terima jabatan pada Senin setelah pelantikan, kemudian menggelar pengarahan internal untuk menyatukan persepsi.
Menurutnya, pejabat administrator memiliki posisi penting dalam memastikan kebijakan dan program pemerintah dapat dieksekusi secara terarah.
Aulia mengibaratkan pejabat administrator seperti playmaker dalam permainan sepak bola, yang bertugas mengatur alur permainan dan mendistribusikan bola agar seluruh tim dapat bekerja mencapai tujuan.
Karena itu, dia meminta pejabat administrator mampu mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan, mengawal kinerja unit kerja, serta memastikan target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Ia juga menegaskan bahwa pejabat administrator harus mampu menjalankan peran sebagai eksekutor kebijakan, termasuk dalam tanggung jawab administratif sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Aulia mengingatkan agar persoalan ego dan lemahnya koordinasi tidak menjadi penghambat pelaksanaan program pemerintah.
Dia menegaskan, perbedaan pandangan antara pimpinan dan bawahan seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka.
“Kami tidak membutuhkan Bapak Ibu bekerja dengan gerakan tambahan. Visi kita jelas, RPJMD kita jelas,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut meminta para pejabat membangun kepemimpinan yang mampu mengarahkan dan menggerakkan seluruh jajaran.
Aulia menilai keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada individu, tetapi juga pada kemampuan pimpinan membentuk tim kerja yang solid.
Dia bahkan menekankan bahwa pimpinan harus bertanggung jawab dalam membina bawahannya, termasuk ketika terjadi kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Di era kepemimpinan kami, kami selalu menyatakan bahwa anak buah itu tidak bersalah. Kalaupun ada kesalahan, itu bagaimana cara kita memimpinnya,” ungkapnya.
Ia pun meminta seluruh jajaran menyatukan langkah untuk mendukung pencapaian visi Kukar Idaman Terbaik 2025–2030, termasuk melalui percepatan program dan peningkatan kualitas pelayanan publik. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Devi Nila Sari











