BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan dividen dari penyertaan modal di Bankaltimtara sebagai salah satu sumber pembiayaan program Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pembiayaan program tersebut tidak diarahkan untuk menambah beban pembiayaan yang telah tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan dividen yang diterima dari Bankaltimtara.
“Anggaran kita, kita menggunakan dividen dari penyertaan modal kita di Bankaltimtara,” kata Aulia kepada awak media di Pendopo Odah Etam pada Rabu (30/9/2026) malam.
Dia menjelaskan, pada 2025 Pemkab Kukar menerima dividen sekitar Rp 14 miliar dari Bankaltimtara. Dana tersebut kemudian akan menjadi bagian dari pembiayaan program Kredit Kukar Idaman Terbaik.
“Tahun ini kita siap kick off program itu dengan persiapan sudah anggaran sebesar Rp 14 miliar. Karena dividen kita tahun 2025 di Bankaltimtara itu Rp 14 miliar,” ujarnya.
Untuk 2026, pemerintah akan kembali menghitung dividen yang diterima dan menggabungkannya dengan anggaran sebelumnya sebagai sumber pembiayaan program.
“Nanti kita dapat dividen berapa, itu yang kita dorong sebagai pembiayaan kita untuk program ini,” jelasnya.
Ia mengatakan skema tersebut diharapkan tidak mengganggu pembiayaan program lain yang telah dialokasikan dalam APBD.
“Tidak membebani pembiayaan yang sudah ada di APBD sebelumnya. Jadi, kita mengoptimalkan dividen kita yang ada di Bankaltimtara,” katanya.
Adapun sektor usaha yang menjadi sasaran Kredit Kukar Idaman Terbaik meliputi pertanian, peternakan, perikanan, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Namun, pemerintah tidak akan langsung memberikan pembiayaan besar kepada pelaku usaha yang baru memulai kegiatan usahanya.
“UMKM pun misalnya, enggak mungkinlah misalnya UMKM-nya baru berdiri satu bulan langsung kita bisa kasih kredit besar,” ujarnya.
Hal serupa berlaku bagi sektor lainnya. Pemerintah akan melihat keberadaan dan aktivitas usaha calon penerima sebelum memberikan pembiayaan.
Untuk nelayan, misalnya, Aulia menyebut calon penerima harus terlebih dahulu masuk dalam kelompok atau data Kusuka agar pemerintah dapat memastikan penerima kredit memang merupakan nelayan.
“Kita ingin memastikan bahwa kalau misalnya kita memberikan kredit ke nelayan, benar-benar nelayan yang mendapatkan kredit ini,” katanya.
Dia menegaskan Kredit Kukar Idaman Terbaik diarahkan sebagai kredit produktif. Karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan tujuan pembiayaan.
“Kita tidak ingin kredit produktif ini ketika tersalurkan digunakan untuk hal yang sifatnya konsumtif,” ujarnya.
Ia memberikan contoh pembiayaan bagi petani yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan produksi seperti bibit dan pupuk.
“Ternyata setelah tersalurkan digunakan untuk membeli handphone atau sepeda motor. Nah, itu pasti tidak akan balik,” jelasnya.
Menurut Aulia, program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha yang sudah menjalankan usahanya agar dapat meningkatkan skala bisnisnya.
“Kita mau memastikan benar-benar kreditnya ini lending dan memang tujuan kredit ini kan untuk scale up teman-teman UMKM, teman-teman petani, peternak, nelayan yang sudah menggeluti usahanya selama ini,” pungkasnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











