BERITAALTERNATIF.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendata siswa yang terdampak kebakaran untuk mendapatkan bantuan seragam sekolah.
Bantuan ini merupakan bagian dari program seragam gratis pemerintah daerah yang juga menyasar siswa korban bencana.
Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan pendataan dilakukan untuk memastikan siswa yang kehilangan seragam akibat kebakaran bisa memperoleh bantuan.
Kata dia, penyaluran bantuan telah dilakukan kepada korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Tenggarong, dan di Kecamatan Muara Muntai.
“Kuta sudah mendata siswa terdampak agar bisa menerima bantuan seragam,” ujar Pujianto saat ditemui di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar, Senin (12/10/2026).
Kata dia, khusus di Muara Muntai, Disdikbud Kukar telah menyalurkan 12 paket seragam untuk siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Pujianto menjelaskan, siswa tidak perlu mengajukan permohonan secara terpisah karena proses pendataan telah dilakukan.
Dia bilang, pihaknya juga telah menginstruksikan sekolah untuk membantu mengidentifikasi siswa korban kebakaran yang belum tercatat sebagai penerima bantuan.
“Tidak perlu mengusulkan lagi, karena datanya sudah kami kumpulkan,” katanya.
Untuk siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA), Disdikbud Kukar akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi sesuai kewenangannya. Koordinasi tersebut diperlukan agar bantuan dapat menjangkau siswa terdampak pada jenjang pendidikan yang berbeda.
Selain bantuan seragam, Disdikbud Kukar juga menyiapkan layanan pengaduan bagi warga yang kehilangan ijazah akibat kebakaran. Warga dapat melaporkan kehilangan untuk dibantu dalam proses pengurusan hingga penerbitan surat keterangan pengganti ijazah.
Pujianto menyebut keberlanjutan posko pengaduan masih akan dibahas bersama para pemangku kepentingan. Sebelumnya, posko direncanakan ditutup pada pekan lalu, tetapi ada permintaan dari ketua RT setempat agar layanan tetap dibuka hingga waktu yang disepakati.
“Kami akan membahas kembali bersama pihak terkait agar pelayanan kepada warga tetap berjalan,” tutup Pujianto. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor : Ufqil Mubin











