Search

Dana RT akan Diarahkan Bangun Sistem Air, Bupati Kukar Soroti Pasokan Damkar di Permukiman Padat

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau kondisi warga terdampak kebakaran di kawasan Gang Wakaf, Jalan AM Alimudin, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kamis (8/10/2026). (Berita Alternatif/Ulwan Murtadho)

BERITAALTERNATIF.COM – Persoalan keterbatasan pasokan air saat kebakaran di kawasan Gang Wakaf, Jalan AM Alimudin, Tenggarong, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10/2026) sore itu melanda permukiman padat di RT 33, Kelurahan Melayu.

Api cepat membesar di tengah kondisi bangunan yang rapat, sementara petugas pemadam menghadapi keterbatasan sumber air di lokasi dan akses yang sulit.

Sehingga dalam penanganannya, petugas bahkan sempat kehabisan air dan kesulitan mencari sumber pasokan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar sebelumnya menyebut persoalan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

Kondisi akses permukiman yang sempit juga membuat penanganan semakin sulit.

Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pemerintah akan mendorong penguatan sistem penyediaan air di kawasan padat penduduk, khususnya titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Hal itu disampaikannya setelah berdiskusi dengan pihak pemadam kebakaran mengenai kebutuhan air dalam penanganan kebakaran.

Aulia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan dana RT pada tahun depan.

Anggaran tersebut dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan masing-masing RT, termasuk untuk membangun sistem yang dapat memastikan ketersediaan air ketika terjadi kebakaran.

“Kita berada dalam komitmen bahwa dana RT tahun depan itu tidak kita kurangi,” katanya saat meninjau lokasi kebakaran, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, kebutuhan setiap RT tidak sama. Karena itu, penggunaan dana RT akan disesuaikan dengan kondisi wilayah, terutama kawasan permukiman yang memiliki tingkat kepadatan tinggi dan akses yang sulit bagi kendaraan pemadam.

Dia menyebut salah satu bentuk penguatan yang akan didorong adalah memastikan ketersediaan air di titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, sekaligus menyusun pemetaan atau sistem pengairan untuk menghadapi potensi kebakaran.

“Kita memastikan ketersediaan air di setiap sudut-sudut tempat yang sulit untuk dijangkau oleh kendaraan dan mapping atau sistem pengairan untuk mengatasi ketika terjadi bencana kebakaran seperti ini,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi penting karena persoalan pasokan air bukan hanya berkaitan dengan jumlah armada pemadam, tetapi juga seberapa cepat kendaraan dapat memperoleh air kembali ketika proses pemadaman berlangsung.

Dalam kebakaran Gang Wakaf, kebutuhan air menjadi salah satu persoalan di lapangan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar menyebut sejumlah armada harus melakukan pengisian ulang, sementara sumber air di kawasan tersebut terbatas.

Aulia mengatakan pemerintah tidak akan menerapkan satu pola pembiayaan untuk seluruh RT. Jika persoalan air di suatu wilayah memungkinkan ditangani melalui dana RT, pemerintah akan mengoptimalkan anggaran tersebut untuk kebutuhan mitigasi.

“Jadi, kebutuhan masing-masing RT tidaklah sama, nanti kita akan lihat, kalau misalnya ini bisa ditangani dengan dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan kita di dana RT untuk mengatasi permasalahan seperti ini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA