BERITAALTERNATIF.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan bantuan seragam sekolah bagi anak-anak yang terdampak kebakaran di kawasan Gang Wakaf, Jalan AM Alimudin, Tenggarong.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari proses recovery yang dilakukan pemerintah setelah kebakaran melanda permukiman warga pada Senin (5/10/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pemerintah telah menerima informasi mengenai kebutuhan seragam sekolah dari keluarga korban.
Menurutnya, kebutuhan tersebut akan dimasukkan dalam tahapan pemulihan warga terdampak.
Hal itu disampaikan Aulia saat meninjau lokasi kebakaran, posko bantuan dan dapur umum bagi warga terdampak, Rabu (7/10/2026).
“Kita sudah mempersiapkan itu,” ujarnya saat ditanya mengenai permintaan seragam sekolah bagi anak-anak korban kebakaran.
Ia menjelaskan, pemulihan pascakebakaran dilakukan secara bertahap. Pemerintah tidak hanya menangani kebutuhan warga yang berkaitan dengan tempat tinggal dan konsumsi, tetapi juga kebutuhan lain yang ikut terdampak akibat kehilangan harta benda.
Ia berpendapat, kebutuhan pendidikan menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan karena sejumlah warga kehilangan perlengkapan akibat kebakaran.
Aulia mengatakan pemerintah akan melakukan pendataan terhadap kebutuhan warga sebelum bantuan disalurkan. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.
“Tahap recovery yang kita laksanakan itu ada beberapa hal yang kita lakukan,” katanya.
Selain kebutuhan pendidikan, pemerintah juga sebelumnya telah mengidentifikasi kebutuhan dasar warga, termasuk peralatan memasak dan perlengkapan untuk mendukung aktivitas sehari-hari di tengah kondisi pascakebakaran.
Dia mengatakan seluruh kebutuhan tersebut perlu ditangani secara bertahap karena jumlah warga yang terdampak cukup banyak.
Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran untuk terus memantau kondisi warga agar kebutuhan mereka selama masa recovery tidak terlewat.
Menurutnya, pemulihan warga bukan hanya menyangkut pembangunan atau bantuan fisik, tetapi juga memastikan kehidupan mereka dapat kembali berjalan, termasuk kebutuhan anak-anak untuk kembali bersekolah.
“Ini tentunya merupakan pekerjaan besar, tidak hanya bisa dikerjakan oleh pemerintah semata, akan tetapi melalui komunitas-komunitas kita untuk saling memonitor satu dengan yang lain,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Devi Nila Sari











