BERITAALTERNATIF.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menyampaikan bahwa sekitar 70 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbangun akan diupayakan mulai beroperasi paling lambat akhir 2026.
Langkah ini merupakan tindak lanjut pembahasan pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pengoperasian dapur yang sebelumnya tertahan akibat moratorium.
Pada Selasa 13 Oktober 2026 Sekda Sunggono menerima kunjungan dari Direktur Manajemen Risiko Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia beserta rombongan, di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar.
Menurutnya, komitmen pengoperasian dapur SPPG dilaksanakan untuk mengakomodir wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) maupun kawasan aglomerasi.
“Dapur yang sudah terbangun akan diupayakan untuk beroperasi,” kata Sunggono, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, dari sejumlah SPPG yang menjadi pembahasan, sebanyak 17 unit berada di wilayah 3T. Dapur-dapur tersebut tersebar di Kecamatan Tabang, Kenohan, Muara Muntai, Anggana, dan Kembang Janggut.
Kata Sunggono, sebagian fasilitas sudah selesai dibangun, tetapi belum beroperasi karena kebijakan moratorium. Karena itu, pembahasan dengan BGN diarahkan pada upaya mengaktifkan fasilitas yang telah tersedia.
Meski demikian, Sunggono menyebut tidak ada penambahan SPPG baru dalam kebijakan tersebut. Pengoperasian diprioritaskan bagi dapur yang pembangunannya telah selesai, lolos verifikasi, dan terdaftar dalam portal BGN.
“Yang diproses adalah dapur yang sudah terbangun,” ujarnya.
Sunggono berharap proses verifikasi dan administrasi dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga dapur yang memenuhi persyaratan bisa segera beroperasi.
“Targetnya paling lambat akhir tahun. Totalnya ada sekitar 70 dapur,” tutupnya. (Adv)
Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin











