Search

Asia Barat dan Masa Depan Dunia yang Adil dan Beradab

Penulis. (Dok. Penulis)

Oleh: Habib Abdullah al-Uraidli al-Hinduan*

Keamanan dunia hari ini digantung pada satu simpul rapuh bernama hegemoni. Selama simpul tersebut tidak diurai, tatanan global tidak akan pernah menemukan kedamaian sejatinya.

Akar Krisis: Palestina adalah Kunci Keadilan Dunia

Jangan terjebak dengan narasi “Konflik Asia Barat”. Ini bukan sekadar konflik; ini adalah penjajahan struktural. Hakikatnya terang benderang: sebuah bangsa dirampas tanah kelahirannya sejak 1948, sementara sang penjajah terus disuplai dengan senjata, hak veto, dan dolar untuk melanggengkan ekspansinya.

Mengapa dunia tidak aman? Karena pelanggaran hukum internasional dipertontonkan secara terbuka setiap hari di Palestina. Ketika entitas Zionis Israel dapat menghancurkan rumah sakit dan sekolah, namun tetap berlindung di balik veto Amerika Serikat di PBB, seluruh fondasi hukum tata negara global runtuh seketika.

Jika hukum internasional tidak berlaku di Palestina, tidak ada alasan logis hukum itu akan ditaati di tempat lain. Kekebalan hukum satu entitas memicu anarki global. Oleh karena itu, kembalinya kedaulatan penuh Palestina dari sungai ke laut, dengan Al-Quds sebagai ibu kota abadi, adalah syarat mutlak untuk memulihkan muruah hukum internasional. Tanpa itu, PBB sekadar teater ilusi.

Syarat ini hanya dapat dicapai melalui pembubaran proyek Zionis sebagai negara etno-supremasi. Yang dituntut untuk bubar bukanlah manusianya, melainkan ideologi apartheidnya—persis seperti runtuhnya rezim apartheid di Afrika Selatan. Penduduk Yahudi, Muslim, dan Kristen memiliki hak sejarah untuk hidup berdampingan dalam satu negara demokratis yang menjamin kesetaraan hak sipil.

Penopang Ketidakadilan: Hegemoni Amerika dan Dominasi Dolar

Mengapa entitas ini mampu bertahan selama 78 tahun? Jawabannya terletak pada penjaga gerbang utamanya: hegemoni AS yang bersandar pada tiga senjata pamungkas:

Pertama, senjata veto. AS telah menggunakan hak vetonya puluhan kali semata-mata untuk melindungi Israel. Satu negara membungkam kehendak 193 negara lainnya. Ini adalah tirani terhadap demokrasi internasional.

Kedua, senjata dolar. Sistem ekonomi global dipaksa berputar pada poros dolar. AS mencetak kertas fiat, sementara negara berkembang menukarnya dengan komoditas riil dan keringat buruh. Dari hegemoni kertas inilah AS mendanai ratusan pangkalan militer global dan mengucurkan miliaran dolar bantuan tahunan untuk Israel. Selama dolar menjadi raja, penjajahan akan terus dibiayai oleh keringat bangsa yang dijajah.

Ketiga, senjata narasi. Mesin propaganda mengonstruksi stigma: pihak yang melawan Israel dicap sebagai teroris, sementara pembela hak asasi rakyat Palestina dituduh antisemit.

Keamanan dunia mustahil terwujud tanpa meruntuhkan dominasi dolar. Gerakan dedolarisasi oleh BRICS, serta perdagangan energi menggunakan Yuan, Rubel, dan Rupiah, bukanlah provokasi perang ekonomi, melainkan ikhtiar pembebasan struktural.

Kebangkitan Dunia Multipolar: Cetak Biru Perlawanan

Era unipolar telah berakhir. Tatanan dunia baru yang multipolar sedang melalui proses persalinan sejarah, dijaga oleh kekuatan-kekuatan penyeimbang utama:

Pertama, Iran dan Poros Perlawanan: jantung ketahanan asimetris. Tanpa Iran dan Poros Perlawanan, isu Palestina mungkin telah tereduksi menjadi catatan kaki sejarah. Iran adalah satu-satunya negara yang memutus total hubungan diplomatik dengan entitas Zionis sejak 1979 dan melembagakan Hari Al-Quds Sedunia. Poros Perlawanan—Hizbullah di Lebanon, Ansarullah di Yaman, Hashd al-Shaabi di Irak, dan faksi-faksi pembebasan Palestina—telah merombak doktrin asimetris. Perang tidak lagi terisolasi di Gaza atau Beirut; keseimbangan teror kini menjangkau jantung Tel Aviv melalui rudal presisi dan pesawat nirawak.

Langkah strategis: pertahankan doktrin persatuan lintas-mazhab (Sunni-Syiah). Posisikan pembebasan Palestina sebagai isu universal kemanusiaan dan Islam, serta perkuat kemandirian koridor teknologi pertahanan.

Kedua, Rusia: penyeimbang militer dan hukum. Kehadiran militer Rusia di Suriah telah mencegah jatuhnya Damaskus—simpul vital yang jika runtuh, akan memutus rantai suplai Poros Perlawanan dan mengepung Palestina secara total.

Langkah strategis: optimalisasi veto ofensif untuk Palestina di Dewan Keamanan PBB, mendorong eskalasi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional (bersama Tiongkok), dan percepat transfer sistem pertahanan udara ke negara-negara garis depan.

Ketiga, Tiongkok: kekuatan ekonomi dekonstruktor dolar. Manuver Tiongkok senyap namun mematikan. Pembelian energi Teluk menggunakan Yuan adalah langkah konkret mencabut selang infus hegemoni AS. Keberhasilan Beijing mendamaikan Iran dan Arab Saudi (2023) adalah pukulan telak bagi diplomasi pecah-belah Washington.

Langkah strategis: perluas adopsi CIPS sebagai substitusi SWIFT, menjadikan Yuan digital sebagai instrumen utama perdagangan energi Asia Barat, dan mengintegrasikan rekonstruksi Gaza ke dalam visi Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI).

Keempat, Korea Utara: simbol resistensi kedaulatan. Ketahanan Pyongyang di bawah embargo selama tujuh dekade membuktikan bahwa monopoli koersi militer AS dapat dinetralisasi oleh tekad kedaulatan nasional yang absolut.

Kelima, Indonesia dan negara selatan global: jangkar moral dan legitimasi. Kekuatan keras (militer/ekonomi) Poros Timur membutuhkan kekuatan lunak dan legitimasi moral dari Selatan Global. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar, raksasa demokrasi, dan perintis Gerakan Non-Blok, suara Jakarta memiliki gaung resonansi dari Teheran hingga Riyadh.

Langkah konkret Indonesia dan negara merdeka:

Pertama, hukum. Indonesia harus bergabung dalam koalisi gugatan Afrika Selatan, Brasil, dan Malaysia di ICJ/ICC untuk mendeklarasikan Zionisme sebagai kejahatan apartheid.

Kedua, ekonomi. Angkat gerakan BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi) menjadi kebijakan luar negeri resmi negara. Alihkan ketergantungan sistem pembayaran ke kerangka finansial BRICS.

Ketiga, politik. Inisiasi Konferensi Asia-Afrika Jilid II dengan agenda tunggal resolusi kedaulatan Palestina dan reformasi PBB, termasuk tuntutan pembekuan hak veto untuk intervensi kasus genosida.

Keempat, kemanusiaan. Orkestrasikan Armada Kemanusiaan Internasional yang dikawal angkatan laut gabungan negara-negara merdeka untuk menembus blokade laut Gaza.

Penutup: Transisi Menuju Dunia yang Beradab

Dunia tidak membutuhkan polisi global yang baru; dunia membutuhkan supremasi hukum yang setara. Tatanan dunia baru tidak akan didikte dari Washington, melainkan dirajut melalui konsensus Teheran, Moskow, Beijing, Pyongyang, Jakarta, Pretoria, dan seluruh ibu kota merdeka yang menolak tunduk.

Allah SWT berfirman dengan janji yang haq:

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan menjadikan mereka pemimpin dan pewaris bumi.” (QS. Al-Qashash: 5)

Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Palestina dan di Poros Perlawanan, dan satukan barisan orang-orang merdeka dari Timur hingga Barat.

Ya Allah, hilangkanlah hegemoni Amerika dan para sekutunya, runtuhkanlah negara penjajah, dan gantikanlah untuk kami tatanan dunia yang adil.

Ya Allah, jadikanlah Iran, Rusia, Tiongkok, Indonesia, dan seluruh orang-orang merdeka sebagai satu tangan untuk menolong orang-orang yang tertindas. Amin Ya Rabbal Alamin. Wallahu A’lam Bish Shawab. (*Cendekiawan Muslim)

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA