BERITAALTERNATIF.COM – Ustaz Sumadi Buton mengingatkan orang tua agar menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan materi anak dengan kasih sayang, perhatian, dan doa. Ketiga hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak agar memiliki kepribadian yang baik.
Pesan itu disampaikan Sumadi dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Samarinda bertema “Menjadi Orang Tua Hebat” dalam serial parenting Islami, Senin (19/10/2026).
Dalam pemaparannya, Sumadi menjelaskan tiga kekuatan yang perlu dimiliki orang tua dalam mendidik anak, yakni kekuatan paradigma, kekuatan cinta, dan kekuatan doa. Setelah membahas pentingnya cara pandang terhadap anak, ia menekankan bahwa kasih sayang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Anak tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tetapi juga merasapi apa yang kita rasakan dan meniru apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Menurut Sumadi, cinta orang tua tidak cukup disampaikan melalui nasihat. Anak juga membutuhkan kehadiran orang tua, perhatian yang berkualitas, tutur kata yang lembut, serta teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian sederhana, kata dia, dapat membuat anak merasa dihargai. Ketika anak meraih keberhasilan, orang tua tidak harus selalu memberikan hadiah berupa barang. Ucapan apresiasi yang memotivasi juga menjadi bentuk dukungan bagi perkembangan mereka.
Ia turut mengingatkan pentingnya membiasakan anak menggunakan ungkapan yang baik, seperti mengucapkan terima kasih dan meminta tolong. Kebiasaan tersebut membantu membangun komunikasi yang sehat dan menanamkan sikap menghargai orang lain.
Selain melalui perkataan, kasih sayang dapat ditunjukkan lewat sentuhan fisik, seperti memeluk, menggandeng, atau mencium anak. Menurutnya, bentuk perhatian tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman serta memperkuat kedekatan emosional dalam keluarga.
Sumadi menilai, kebiasaan menunjukkan kasih sayang tidak seharusnya berhenti ketika anak beranjak besar. Hubungan hangat antara orang tua dan anak perlu dipertahankan hingga mereka memasuki usia remaja dan dewasa.
“Tidak ada batasan waktu hubungan antara orang tua dan anak,” katanya.
Ia juga meminta orang tua terus memberikan semangat, mendampingi proses tumbuh kembang anak, dan memperhatikan kebutuhan emosional mereka. Dukungan orang tua tidak cukup hanya berupa fasilitas fisik maupun biaya pendidikan, tetapi juga harus hadir melalui perhatian dan keterlibatan dalam kehidupan anak.
Selain kasih sayang, Sumadi menyoroti pentingnya doa dalam proses pengasuhan. Menurutnya, usaha orang tua memenuhi kebutuhan anak perlu diiringi dengan doa agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berhasil dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Ia mengingatkan bahwa kesibukan mengurus pendidikan dan kebutuhan sehari-hari anak tidak boleh membuat orang tua melupakan doa untuk kebaikan mereka.
Sumadi menyarankan agar orang tua mendoakan setiap anak secara khusus dengan menyebut nama masing-masing. Cara tersebut dapat menjadikan doa sebagai bagian personal dari ikhtiar orang tua dalam mendampingi perjalanan hidup anak.
Ia juga mengingatkan orang tua untuk memanfaatkan berbagai kesempatan berdoa, termasuk ketika melaksanakan salat. Salah satu waktu yang menjadi perhatiannya ialah salat malam, ketika orang tua dapat memohon kebaikan bagi anak-anak mereka.
Menurut Sumadi, pengasuhan yang baik membutuhkan keseimbangan antara cara pandang yang tepat, kasih sayang yang diwujudkan melalui tindakan, dan doa yang terus dipanjatkan. Ketiganya menjadi bekal bagi orang tua untuk membimbing anak menghadapi berbagai tahapan kehidupan.
“Salah satu pembuktian agar kita menjadi orang tua yang hebat adalah tidak henti-hentinya untuk mendoakan anak,” pungkasnya.(*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











