Search

Sejarah dan Perjalanan Kampung Kuliner Tenggarong: Berawal dari Inisiatif Warga pada 2018

Suasana Festival Kampung Kuliner Tradisional Tenggarong. (Dok. Beritaalternatif)

BERITAALTERNATIF.COM – Kampung Kuliner Tradisional di Gang 7, RT 6, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tumbuh dari inisiatif warga yang ingin memperkenalkan kuliner khas sekaligus mengangkat kebudayaan Kutai di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Kampung Kuliner Tradisional 2026, Syahwali Novandra, mengatakan gagasan kegiatan tersebut muncul pada 2018.

Warga kemudian merancang sebuah kegiatan yang memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menjajakan makanan tradisional, sekaligus menghadirkan seni dan kebudayaan lokal kepada pengunjung.

“Sejarah Kampung Kuliner itu pertama kalinya muncul karena memang inisiatif dari warga Gang 7. Inisiatif untuk memperkenalkan budaya Kutai Kartanegara,” ujarnya saat diwawancarai awak media Berita Alternatif pada Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, kegiatan itu mulai dirintis pada November 2018. Sejak awal, konsep kuliner dipilih sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan kebudayaan Kukar melalui sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, yakni makanan tradisional.

Gagasan tersebut kemudian dikembangkan dengan melibatkan pelaku usaha UMKM. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam kegiatan karena pengunjung tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga dapat mengenal dan membeli berbagai makanan khas Kutai.

Memasuki 2019, Kampung Kuliner kembali diselenggarakan dengan konsep yang lebih matang. Pengembangan itu menjadi bagian dari upaya warga untuk membuat kegiatan tersebut semakin terarah, dengan kuliner dan kebudayaan daerah sebagai unsur utama.

Namun, perjalanan kegiatan ini sempat menghadapi hambatan pada tahun berikutnya. Pada 2020, penyelenggaraan terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19 yang membatasi berbagai aktivitas masyarakat.

“Tahun 2021 hingga sampai saat ini masih jalan,” katanya.

Kegiatan tersebut kemudian kembali berlanjut pada 2021 dan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan warga Gang 7.

Bahkan di salah satu tahun pergelaran Kampung Kuliner, pria yang akrab disapa Opan ini meyebut pernah mengundang artis nasional Jikustik.

Keberlanjutan ini membuat Kampung Kuliner tidak hanya menjadi kegiatan perdagangan sementara, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat melalui kuliner, seni, dan kebudayaan.

Perkembangan tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan 2023.

Pemberitaan media lokal mencatat Kampung Kuliner Tradisional keempat digelar pada 5–11 November 2023 oleh komunitas pemuda G7 Muda dan Kreatif Kelurahan Baru.

Kegiatan itu melibatkan UMKM yang menjual makanan khas tradisional serta menghadirkan pawai, beseprah, permainan tradisional, tingkilan, dan tarian.

Penyelenggaraan tersebut juga mendapat dukungan Dinas Pariwisata Kukar dan sejumlah sponsor swasta.

Camat Tenggarong saat itu menilai kegiatan warga Gang 7 menjadi salah satu upaya memperkenalkan kebudayaan Kutai yang selama ini belum selalu mendapat ruang menonjol di tengah masyarakat.

Bagi Syahwali, inisiasi ini dimulai karena kuliner memang menjadi pilihan utama karena makanan tradisional dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kebudayaan daerah.

Namun, kata dia, konsep yang dibangun warga tidak berhenti pada penyediaan lapak berjualan. Seni dan musik tradisional turut menjadi bagian dari identitas kegiatan tersebut.

“Tujuannya memang kami lebih menunjukkan makanan-makanan khas Kutai Kartanegara,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sajian kuliner dalam kegiatan tersebut dipadukan dengan pertunjukan seni, termasuk musik tingkilan.

Perpaduan ini diharapkan membuat pengunjung tidak hanya datang untuk membeli makanan, tetapi juga mengenal kekayaan tradisi Kukar.

Seiring perkembangannya, Kampung Kuliner Tradisional juga menjadi ruang bagi berbagai kegiatan seni dan budaya.

Pada penyelenggaraan 2024, misalnya, festival yang berlangsung pada 16–23 November di Gang 7 dirangkai dengan lomba tari tradisional, karaoke lagu daerah Kutai, permainan tradisional, dan lomba baca Alquran.

Kegiatan tersebut juga dinilai memberi ruang bagi UMKM untuk mempromosikan makanan khas Kutai sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena prestasi dan pamor kampung kuliner, pada 2024 Kampung Kuliner Tradisional sukses masuk dalam kalender kegiatan Dinas Pariwisata Kukar. Menjadi kegiatan rutin yang hampir wajib dilaksanakan setiap tahun.

Ia menyebut hal itu berkaitan dengan penyelenggaraan yang dinilai ramai dan memberikan manfaat, baik bagi pelaku UMKM maupun upaya memperkenalkan kebudayaan Kukar.

“Karena sudah terbukti agenda ini ramai, bagus. Karena memang untuk UMKM juga, buat masyarakat. Dan juga plusnya lagi kegiatan ini dipaketkan dengan penampilan budaya Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Masuknya kegiatan tersebut dalam kalender pariwisata menjadi bagian dari perjalanan kegiatan ini yang kemudian berkembang menjadi agenda budaya tahunan.

Syahwali menuturkan, meski berlangsung di lingkungan permukiman, kegiatan ini berupaya menarik pengunjung melalui makanan tradisional dan pertunjukan seni yang ditampilkan selama festival.

Pada penyelenggaraan 2026, panitia kembali merencanakan kegiatan berlangsung selama sepekan. Sebanyak 20 slot disiapkan bagi pelaku UMKM yang ingin berjualan, dengan syarat menyajikan makanan khas Kukar.

Dia menegaskan bahwa peserta tidak harus berasal dari Gang 7.  Pelaku usaha dari luar lingkungan tersebut juga dapat mendaftar selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan panitia.

Dengan begitu, kegiatan ini sekaligus membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kuliner tradisional kepada masyarakat.

Ia menyebut keberlanjutan Kampung Kuliner Tradisional merupakan bagian dari usaha warga menjaga identitas budaya daerah.

Syahwali berharap kegiatan yang berawal dari inisiatif masyarakat itu terus berkembang dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. “Sehingga eksistensi dari festival ini tetap bertahan dan semakin dikenal oleh generasi berikutnya,” harap dia. (*)

Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA