BERITAALTERNATIF.COM – Panitia Kampung Kuliner Tradisional 2026 mulai mematangkan persiapan agenda tahunan yang akan digelar di Gang 7, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan ini kembali mengangkat kuliner khas Kutai sekaligus memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada masyarakat.
Ketua Panitia Kampung Kuliner, Syahwali Novandra, mengatakan persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 60–70 persen. Panitia mulai menyiapkan kebutuhan acara, mulai dari pendanaan hingga panggung pertunjukan.
“Dari segi finansial dan panggung sudah aman,” ujarnya saat diwawancarai awak media Berita Alternatif di Tenggarong pada Kamis (15/10/2026).
Syahwali menjelaskan, Kampung Kuliner Tradisional merupakan agenda tahunan yang telah masuk dalam kalender kegiatan Dinas Pariwisata Kukar sejak 2024.
Untuk penyelenggaraan tahun ini, panitia masih mematangkan sejumlah hal, termasuk tema dan pengisi acara.
Panitia juga menyiapkan 20 slot bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin berjualan selama kegiatan berlangsung. Peserta dapat mendaftar dengan ketentuan utama menjual makanan khas Kukar.
“Untuk rombong, kami menyediakan 20 slot. Bebas yang mau daftar, tetapi syaratnya harus menjual makanan khas Kutai,” jelasnya.
Menurutnya, para pedagang tidak hanya berasal dari warga Gang 7. Pelaku UMKM dari luar lingkungan tersebut juga dapat berpartisipasi selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan panitia. Namun, pendaftaran untuk mengisi slot tahun ini belum dibuka.
Selain menyajikan kuliner, kegiatan yang direncanakan berlangsung selama sepekan itu akan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya.
Panitia merencanakan penampilan musik tradisional, termasuk musik tingkilan, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan kebudayaan Kutai.
Dia mengatakan bahwa setiap hari akan diisi pertunjukan atau agenda yang berbeda.
Panitia juga merencanakan sesi diskusi atau talk show sebagai bagian dari rangkaian acara. “Pengisi acara masih dalam tahap pematangan dan belum seluruhnya dikonfirmasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kuliner menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kebudayaan Kukar kepada masyarakat. Karena itu, makanan yang dijual dan pertunjukan yang ditampilkan akan diarahkan untuk menonjolkan kekayaan budaya daerah.
Panitia berharap Kampung Kuliner Tradisional 2026 dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan sekaligus mempertemukan masyarakat dengan kuliner, seni, dan tradisi lokal.
Syahwali mengajak masyarakat Tenggarong dan sekitarnya untuk datang ketika kegiatan berlangsung. “Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi warga untuk mengenal dan ikut menjaga kebudayaan Kutai Kartanegara,” ucapnya. (*)
Penulis: Ulwan Murtadho
Editor: Ufqil Mubin











