Search

Langkah Cepat Menangani Jalan Rusak tanpa Menunggu Anggaran

Penulis tengah memantau perbaikan jalan di Mahakam Ulu. (Dok. Penulis)

Oleh: Surpendi*

Bagi warga di kampung-kampung antara Ujoh Bilang dan Long Pahangai, jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan berkendara. Ia menentukan apakah hasil kebun sampai ke pasar, apakah anak tiba di sekolah tepat waktu, dan apakah orang sakit bisa segera dibawa ke puskesmas.

Di ruas jalan dalam kampung menuju Long Bagun dan di Jalan Sebenaq, Kampung Ujoh Bilang, lubang dan genangan masih menjadi pemandangan sehari-hari. Setiap musim hujan, kondisinya bertambah buruk. Mobilitas warga terganggu, distribusi logistik tersendat, dan risiko kecelakaan meningkat.

Pertanyaannya sederhana: mengapa jalan yang rusak sering kali harus menunggu begitu lama untuk diperbaiki?

Masalahnya bukan hanya Uang

Jawaban yang paling sering terdengar adalah keterbatasan anggaran. Itu benar, tetapi bukan satu-satunya. Dari pengalaman kami di Bidang Cipta Karya, ada dua persoalan lain yang sama beratnya.

Pertama, data kondisi jalan sering tidak akurat dan tidak terkini. Tanpa data yang jelas, sulit menentukan ruas mana yang paling mendesak. Kedua, penanganan jalan kerap berjalan sendiri-sendiri. Setiap bidang dan instansi bekerja di jalurnya masing-masing, padahal persoalan di lapangan saling terkait.

Akibatnya, ruas yang rusak menunggu giliran dalam antrean panjang perencanaan tahunan. Sementara itu, warga harus terus melintasinya setiap hari.

Gotong Royong dalam Wajah Baru

Berangkat dari kegelisahan itu, melalui Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Tahun 2026, saya menggagas aksi perubahan bernama Lacep Penjaru, singkatan dari Langkah Cepat Penanganan Jalan Rusak.

Gagasannya tidak rumit. Daripada menunggu satu instansi menanggung semuanya, kita membangun komitmen bersama. Bidang Cipta Karya bergandengan dengan Bidang Bina Marga, Bappeda dan Litbang, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kampung, serta pihak ketiga dan swasta yang beroperasi di Mahakam Ulu.

Setiap pihak membawa apa yang dimilikinya: kewenangan, data, tenaga, peralatan, atau dukungan sumber daya. Ruas jalan dipetakan, kriteria prioritas disepakati, lalu titik yang paling mendesak ditangani lebih dulu. Inilah gotong royong, nilai lama masyarakat kita, yang kami terjemahkan ke dalam tata kelola pemerintahan.

Dua Bulan, Dua Titik, Satu Pelajaran

Dalam dua bulan pertama, Juli hingga Agustus 2026, kami membentuk tim efektif dan memetakan ruas jalan rusak. Kami lalu menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang berujung pada penandatanganan komitmen bersama dengan OPD dan pihak terkait.

Koordinasi dengan pihak swasta membuahkan dukungan nyata. Perbaikan pun dilaksanakan sebagai langkah cepat (quick win) pada dua titik prioritas di jalur Kampung Ujoh Bilang menuju Kecamatan Long Pahangai. Ruas yang semula berlubang kini sudah kembali digunakan masyarakat.

Pelajaran terbesarnya bukan pada aspal atau alat berat, melainkan pada cara bekerja. Ketika para pihak duduk satu meja dengan tujuan yang sama, keputusan bisa diambil jauh lebih cepat. Keterbatasan anggaran tidak lagi menjadi alasan untuk diam, melainkan pendorong untuk berkolaborasi.

Agar Tidak Berhenti di Dua Titik

Aksi perubahan sering gagal bukan karena idenya buruk, tetapi karena berhenti ketika pelatihan usai. Karena itu, Lacep Penjaru kami rancang bertahap.

Mulai Desember 2026 hingga 2027, kemitraan dengan pihak ketiga akan diperkuat melalui nota kesepakatan. Penanganan akan direplikasi ke kecamatan lain, dengan target titik prioritas bertambah dari dua menjadi empat. Kami juga akan mengembangkan sistem informasi pemantauan kondisi jalan berbasis digital agar data selalu terkini.

Pada 2028, kami menargetkan penanganan cepat jalan rusak memiliki payung hukum yang tetap, berupa Peraturan Bupati atau Surat Keputusan. Dengan begitu, siapa pun pejabatnya, mekanisme ini tetap berjalan.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita, terutama semangat membangun dari desa dan memeratakan pembangunan. Bagi Mahakam Ulu yang wilayahnya luas dan terpencar, jalan yang baik adalah urat nadi ekonomi warga.

Jalan rusak memang tidak bisa diperbaiki dalam semalam. Namun, ia juga tidak boleh dibiarkan menunggu terlalu lama. Selama kita mau bekerja bersama, langkah cepat itu selalu mungkin diambil. (*Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mahakam Ulu)

Bagikan

Kunjungi Berita Alternatif di :

BACA JUGA

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

This error message is only visible to WordPress admins

Error 400: API key not valid. Please pass a valid API key..

Domain code: global
Reason code: badRequest

Error: No videos found.

Make sure this is a valid channel ID and that the channel has videos available on youtube.com.

POPULER BULAN INI
INDEKS BERITA