Salawat Asyghilil: Memohon Evakuasi dari Arena Duel Derby Zalim
Oleh: Dr. Muhsin Labib* Menjelang magrib, di dapur kos-kosan yang sederhana, doa itu terdengar sebagaimana biasanya. Ia hadir sebagai kebiasaan, bukan sebagai peristiwa. Lafaznya mengalir lancar dan menenangkan, tidak meminta perhatian khusus. Di antara petikan bunyi minyak panas dan tempe yang hampir matang, doa itu melintas—bercampur dengan aroma bumbu dan lelah sore hari. Isinya mudah […]