Nasional

Pemerintah Umumkan Rencana Penghapusan Bahan Bakar Premium dan Pertalite

Jakarta, berita alternatif.com – Pemerintah mengumumkan rencana penghapusan bahan bakar Premium dan Pertalite. Gantinya, masyarakat diajak menggunakan Pertamax untuk mendorong penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan. Memangnya, apa perbedaan Premium, Pertalite, dan Pertamax?

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM, Soerjaningsih mengatakan, penghapusan Premium dan Pertalite menyusul masa transisi Indonesia untuk tidak lagi menggunakan BBM dengan Research Octane Number (RON) 88.

“Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” katanya, Sabtu (25/12/2021).

1. Angka Oktan

Pertamax merupakan BBM produksi Pertamina yang memiliki angka oktan Research Octane Number (RON) minimal 92 berstandar internasional. Sementara itu, angka oktan Pertalite sebesar 90 dan Premium sebesar minimal 88.

Angka oktan yang lebih tinggi membuat pembakaran jadi lebih sempurna dan tidak meninggalkan residu. Karena itu, Pertamina merekomendasikan penggunaan Pertamax untuk kegiatan berkendara sehari-hari, seperti dikutip dari laman Pertamina Fuels.

2. Warna Cairan BBM

Bahan bakar minyak tanpa zat pewarna tambahan dapat mendukung pembakaran sempurna pada mesin. Dikutip dari laman Asuransi Astra Garda Oto, berikut perbedaan warna Premium, Pertalite, dan Pertamax:

– Premium: Kuning cerah dengan zat warna tambahan
– Pertalite: Hijau Terang
– Pertamax: Biru kehijauan
– Pertamax Plus: Merah

3. Formula Pertatec

Pertamax memiliki formula Pertamina Technology (Pertatec). Kandungan zat aditif Pertatec bekerja pada bagian intage manifold, intake valve, fuel injector, dan ruang pembakaran.

Kandungan zat aditif Pertatec berfungsi untuk melindungi mesin dan saluran BBM dari endapan kotoran hingga tiga kali lebih baik dari produk BBM Pertamina sebelumnya.
Pertatec juga berfungsi untuk mencegah korosi atau karat pada mesin.

Hasil tes Pertamina mendapati kandungan zat aditif Pertatec mengurangi kandungan endapan kotoran pada bagian injector sebesar 20 persen pada Pertamax dan 80 persen pada Pertamax Turbo jika dibandingkan dengan BBM tanpa zat aditif. Jadi, Pertatec mengoptimalkan pembakaran dan konsumsi bahan bakar sehingga lebih irit kendati di jalanan macet.

4. Polusi

Kualitas kandungan bahan bakar minyak mempengaruhi besarnya tingkat polusi dari kendaraan. Contoh, Pertalite dan Pertamax memiliki kandungan zat aditif seperti anti karat, demulsifier atau pembersih, dan zat penjaga kemurnian bahan bakar dari air, serta tidak mengandung timbal. Berdasarkan kandungan BBM, tingkat polusi yang dihasilkan yaitu:

– Premium: Besar
– Pertamax: Sedikit
– Pertalite: Sedikit
– Pertamax Plus: Paling sedikit

5. Harga

Dikutip dari laman Pertamina Fuels, harga Pertalite di DKI Jakarta hari ini Rp 7.650 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Rp 9.000 per liter.

6. Jenis Kendaraan yang Sesuai

Premium dapat digunakan pada kendaraan bermotor bensin dengan risiko kompresi rendah, yaitu di bawah 9:1. Sementara itu, Pertalite tepat digunakan oleh kendaraan bermesin bensin dengan kompresi 9:1 sampai 10:1.

Dengan tambahan zat aditif, Pertalite bisa menempuh jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan Premium. Namun, kualitas dan harganya terhitung masih terjangkau.

Sementara itu, jenis kendaraan yang sesuai dengan Pertamax yaitu kendaraan dengan kompresi rasio 10:1 sampai 11:1, atau kendaraan berbahan bakar bensir dengan teknologi setara Electronic Fuel Injection (EFI) keluaran 2000-an. Idealnya, kendaraan dengan BMM Pertamax menggunakan minimal RON 92.

Dikutip dari laman Pertamina, Pertamax cocok digunakan hampir seluruh kendaraan keluaran terkini atau terbaru. Sementara itu, Pertalite cocok untuk masyarakat yang masih menggunakan kendaraan keluaran lama.

Jika ingin beralih menggunakan Pertamax, Pertamina menyarankan untuk menghabiskan bahan bakar sebelumnya. Lalu, isi kendaraan dengan Pertamax. Pertamina menggarisbawahi, gunakan kendaraan dengan Pertamax selama minimal lima hari pertama untuk mendapat hasil optimal pada mesin kendaraan. (detikcom)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top