Nasional

Partai Nasdem akan Usung Tiga Bakal Calon Presiden

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengaku bahwa partainya akan mengajukan tiga tokoh yang akan diusung sebagai bakal calon presiden di Pemilu 2024.

Langkah ini diambil Nasdem karena partai tersebut tidak dapat mengusung sendiri calon presiden. Pasalnya, Nasdem tak memenuhi syarat 20% perolehan suara di pemilu sebelum untuk mencalonkan secara mandiri calon presiden di pemilu mendatang.

“Inilah komitmen Nasdem untuk memberikan ruang yang terbuka bagi seluruh warga negara dalam proses pencalonan,” ungkap Surya sebagaimana dikutip beritaalternatif.com dari kanal Youtube Metro TV pada Jumat (17/6/2022) siang.

Kata dia, penentuan calon presiden dari Nasdem tidak akan membebek pada hasil survei sejumlah lembaga yang akhir-akhir ini gencar mengeluarkan hasil survei elektabilitas bakal calon presiden.

Surya menyebutkan bahwa partainya menginginkan setiap warga negara diberikan kesempatan yang adil dan setara untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2024.

Kesempatan tersebut, lanjut dia, tidak hanya diberikan kepada para ketua umum partai politik, kepala daerah, dan menteri-menteri.

“Kita berpandangan bahwa hak mencalonkan diri sebagai calon presiden adalah hak bagi setiap warga negara,” tegasnya.

Karena itu, Nasdem akan memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia yang merasa mampu mencalonkan diri sebagai calon pemimpin di negeri ini.

Surya menegaskan, pemilu adalah amanah konstitusi. Kontestasi demokrasi bukanlah ajang untuk mengadu domba dan memecah belah bangsa Indonesia.

Keutuhan bangsa dan negara terlalu mahal untuk digadaikan dengan kekuasaan yang hanya berumur lima hingga sepuluh tahun.

“Masa-masa sekarang ini adalah masa penyembuhan bagi bangsa Indonesia. Masa pemulihan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan hanya dampak yang berkepanjangan dari proses persaingan politik di berbagai tingkatan. Tapi juga karena dampak atas pandemi Covid-19,” jelasnya.

Ia menjelaskan, identitas setiap kelompok di negara ini bukan pula ancaman karena telah menyatu menjadi bangsa Indonesia.

Para pendiri negara ini, sambung dia, telah bersepakat mendirikan negara ini untuk semua kelompok dan golongan. Bukan untuk satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan kaya.

“Tidak ada lagi kami dan kalian. Tidak ada lagi kelompokku dan kelompokmu. Golonganku dan golonganmu. Hanya ada satu kata: kita Indonesia,” tegasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top