Internasional

Ukraina sebelum Uni Soviet hingga Era Modern

BERITAALTERNATIF.COM – Ukraina adalah sebuah negara di Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia di timur dan timur-laut; Belarus di barat-laut; Polandia dan Slowakia di barat; Hongaria, Rumania, dan Moldova di barat-daya; Laut Hitam di selatan; dan Laut Azov di tenggara.

Ukraina dan Rusia sekarang ini sama-sama memperebutkan Semenanjung Krimea yang dicaplok oleh Rusia pada tahun 2014, meskipun demikian Ukraina dan banyak komunitas internasional mengakuinya sebagai bagian dari Ukraina.

Beserta Krimea, Ukraina memiliki wilayah seluas 603.628 km², yang membuatnya sebagai negara terluas di Eropa dan terluas ke-46 di dunia. Sedangkan populasi sejumlah 44,5 juta jiwa menjadikan Ukraina sebagai negara berpenduduk terbanyak ke-32 di dunia.

Wilayah modern Ukraina telah dihuni sejak tahun 32.000 SM. Pada zaman pertengahan, wilayah ini merupakan pusat terpenting bagi kebudayaan Slavia Timur, dengan negara Rus Kiev yang kuat membentuk alas jati diri bangsa Ukraina. Setelah keterpecahannya pada abad ke-13, wilayah ini diperlombakan, dikuasai, dan dipecah-belah oleh beberapa kuasa, misalnya Lithuania, Polandia, Kesultanan Utsmaniyah, Austria-Hongaria, dan Rusia.

Sebuah Republik Kazaki muncul dan makmur pada abad ke-17 dan 18, tetapi wilayahnya terbagi antara Polandia dan Imperium Rusia, yang kemudian sepenuhnya menjadi milik Rusia.

Dua periode kemerdekaan yang singkat terjadi pada abad ke-20, yang pertama menjelang akhir Perang Dunia I dan yang kedua adalah pada masa Perang Dunia II, tetapi dua periode ini berujung pada takluk dan menyatunya wilayah-wilayah Ukraina ke dalam sebuah Republik Soviet, situasi yang berlaku sampai tahun 1991, ketika Ukraina meraih kemerdekaannya dari Uni Soviet, segera setelah pembubarannya pada penghujung Perang Dingin.

Setelah kemerdekaan, Ukraina menyatakan diri sebagai negara netral, tetapi masih mempertahankan kemitraan militer terbatas dengan Federasi Rusia, negara-negara CIS lainnya dan kemitraan dengan NATO sejak tahun 1994.

Pada dasawarsa 2000-an, pemerintah mulai condong kepada NATO, dan kerja sama yang mendalam dengan aliansi yang telah disusun oleh Rencana Kerja NATO-Ukraina yang ditandatangani pada tahun 2002. Kemudian disepakati bahwa kehendak bergabung ke dalam NATO hendaklah didahului dengan sebuah jajak pendapat nasional pada masa yang akan datang.

Mantan Presiden Viktor Yanukovych memandang cukupnya taraf kerja sama terkini antara Ukraina dan NATO, tanpa perlu menjadi anggota NATO. 

Pada tahun 2013, protes melawan pemerintah Presiden Yanukovych pecah di tengah Kota kyiv setelah pemerintah membuat keputusan untuk menghentikan Perjanjian Asosiasi Ukraina-Uni Eropa dan menjalin hubungan ekonomi yang lebih akrab dengan Rusia.

Keputusan ini memicu gelombang demonstrasi dan protes selama berbulan-bulan yang disebut Euromaidan, yang memuncak menjadi Revolusi Ukraina 2014 yang berujung pada tergulingnya Yanukovych dan pembentukan pemerintah baru.

Peristiwa ini menimbulkan pencaplokan Krimea oleh Rusia pada Maret 2014, dan Perang di Donbass pada bulan yang sama; kedua-duanya masih berlangsung hingga Mei 2016.

Pada 1 Januari 2016, Ukraina bergabung dengan Kawasan Perdagangan Bebas Menyeluruh dan Mendalam dengan Uni Eropa.

Ukraina telah sejak lama menjadi pusat cadangan pangan dunia karena lahan pertaniannya yang luas dan subur, dan Ukraina masih menjadi salah satu pengekspor terbesar biji-bijian di dunia. Ekonomi Ukraina yang bermacam ragam, termasuklah sektor industri berat yang besar, khususnya di bidang penerbangan dan peralatan industri.

Ukraina adalah negara kesatuan yang berbentuk republik yang menganut sistem semipresidensial dengan trias politica: legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Pusat negara dan kota terbesarnya adalah Kyiv.

Ukraina memelihara militer terbesar kedua di Eropa, setelah Rusia, jika personel cadangan dan paramiliter turut dihitung.

Negara ini adalah rumah bagi 45,4 juta manusia (termasuk Krimea), 77,8% di antaranya adalah bangsa Ukraina berdasar etnisitas, diikuti oleh bangsa Rusia yang menjadi minoritas dominan (17,3%) juga bangsa Rumania/Moldova, Belarus, Tatar Krimea, dan bangsa Hongaria. 

Bahasa Ukraina adalah bahasa resmi Ukraina; abjadnya adalah aksara kiril. Agama utama di negara ini adalah Katolik Ortodoks, yang sangat memengaruhi arsitektur, sastra, dan musik Ukraina.

Asal Kata Ukraina

Terdapat beberapa hipotesis yang berlainan mengenai etimologi Ukraina. Menurut hipotesis yang lebih tua dan paling tersebar luas, Ukraina berarti “tanah perbatasan”, sementara itu kajian-kajian kebahasaan yang lebih baru mendaku makna yang berbeda: “pertiwi” atau “wilayah, negara”.

Di sebagian besar abad ke-20, Ukraina (saat merdeka atau tidak) disebut dalam dunia berbahasa Inggris dengan diawali dengan sebuah artikel takrif, yakni “The Ukraine”. Ini karena kata ukraina memiliki arti “tanah perbatasan”, dan dalam bahasa Inggris harus didahului sebuah artikel; ini mirip dengan “Nederlanden“, yang berarti “tanah rendah” dan disebut dalam bahasa Inggris sebagai “the Netherlands”.

Namun, sejak deklarasi kemerdekaan Ukraina pada 1991, penggunaan artikel takrif dalam nama negara tersebut menjadi lebih jarang, dan banyak pedoman gaya mengimbau untuk tidak menggunakannya.

Menurut duta besar Amerika Serikat William Taylor, menggunakan “the Ukraine” menyiratkan keabaian untuk kedaulatan Ukraina. Posisi resmi Ukraina adalah bahwa “the Ukraine” salah, baik secara tata bahasa maupun politik.

Sejarah Panjang

Permukiman Neanderthal di Ukraina tampak di dalam situs-situs arkeologi Molodova (43.000-45.000 SM) yang memuat hunian yang terbuat dari tulang mammoth. Ukraina juga diduga sebagai lokasi bagi manusia untuk menjinakkan dan merawat kuda.

Saat Zaman Besi, wilayah ini juga menjadi tempat tinggal Suku Kimmeri Bangsa Skithia, dan Bangsa Sarmatia. Di antara 700 SM dan 200 SM, wilayah ini menjadi bagian dari kerajaan Skithia.

Pendudukan manusia modern di Ukraina dan daerah sekitarnya dimulai pada tahun 32.000 SM, dengan bukti Peradaban Gravetium di Pegunungan Krimea. Pada tahun 4.500 SM, Peradaban Kukuteni dan Tripilia yang bercorak neolitikum bertumbuh kembang di dalam wilayah yang luas yang mencakupi Ukraina modern termasuk Tripilia dan seluruh wilayah sungai Dnieper-Dniester.

Pada Zaman Besi, daratan ini dihuni oleh bangsa Kimmeri, Skithia, dan Sarmatia. Antara tahun 700 SM dan 200 SM wilayah ini menjadi bagian dari Kerajaan Skithia.

Kemudian, koloni-koloni Yunani Kuno, Romawi Kuno, dan Imperium Bizantium, seperti Tiras, Olbia, dan Kersonesus didirikan, dimulai pada abad ke-6 SM, di pesisir timur Laut Hitam, dan berkembang baik sampai abad ke-6 M. 

Bangsa Goth menetap di wilayah ini tetapi di bawah pengaruh bangsa Hun sejak tahun 370 M. Pada abad ke-7, wilayah timur Ukraina menjadi pusat Bulgaria Raya. Pada akhir abad ke-7, sebagian besar suku-suku Bulgar menyebar ke berbagai arah, dan bangsa Khazar mengambil alih sebagian besar wilayah ini.

Rus Kiev didirikan oleh bangsa Rus, yang berasal dari Skandinavia melintasi Ladoga dan bermukim di Kiev sekitar tahun 880 M. Rus Kiev meliputi bagian tengah, barat, dan utara Ukraina modern, Belarus, bentang-membujur di timur jauh Polandia dan bagian barat Rusia modern. Menurut Kronika Primer kaum elit Rus pada mulanya adalah orang-orang Varangia dari Skandinavia.

Pada abad ke-10 dan 11, Rus Kiev menjadi negara terbesar dan terkuat di Eropa. Rus Kiev meletakkan dasar bagi jati diri kebangsaan Ukraina dan Rusia. Kiev, ibu kota Ukraina modern, menjadi kota terpenting bagi bangsa Rus.

Orang Varangia kemudian berasimilasi ke dalam populasi Slavia dan menjadi bagian dari dinasti Rus pertama, dinasti Rurik. Rus Kiev terdiri dari beberapa kepangeranan yang dikuasai oleh para knyaz (“pangeran”) yang saling bersaudara dari dinasti Rurik, yang sering kali bertikai satu sama lain untuk menguasai Kiev.

Zaman Keemasan Rus Kiev dimulai dengan bertahtanya Vladimir I (980-1015), yang mengubah bangsa Rus menjadi para pemeluk Kristen Bizantium. Selama putranya bertakhta, Yaroslav yang Bijaksana (1019-1054), Rus Kiev mencapai puncak pengembangan budaya dan kekuatan militernya.

Negara ini kemudian segera terpecah-pecah karena kepentingan relatif kekuatan regional kembali bangkit. Setelah kebangkitan terakhir di bawah kuasa Vladimir II Monomakh (1113-1125) dan putra pertamanya Mstislav I dari Kiev (1125-1132), Rus Kiev terpecah-pecah menjadi beberapa kepangeranan yang saling terpisah setelah Mstislav mangkat.

Ekspansi Mongol ke Rus pada abad ke-13 M telah menghancurkan Rus Kiev. Kiev mengalami hancur total pada 1240. Di atas wilayah Ukraina modern, muncullah Kepangeranan Halych dan Volodymyr-Volynskyi, dan digabungkan menjadi Halych-Volynia.

Danylo Romanovych (Daniel I dari Galisia atau Danylo Halytskyi), putra dari Roman Mstyslavych, menggabungkan kembali semua Rus bagian barat-daya, termasuk Volhynia, Galisia, dan ibu kota lama Rus, Kiev. Danylo dimahkotai oleh Uskup Agung Kepausan di Drohiczyn pada tahun 1253 sebagai raja pertama bagi bangsa Rus. Di bawah takhta Danylo, Kerajaan Galisia–Volhynia merupakan salah satu negara paling kuat di Eropa tengah bagian timur.

Dominasi Asing

Pada pertengahan abad ke-14, setelah kematian Bolesław Jerzy II, raja Kazimierz III dari Polandia mulai mengampanyekan (1340-1366) pengambilalihan Galisia-Volhynia. Sementara itu, tanah pusat bangsa Rus, termasuk Kiev, menjadi wilayah Keharyapatihan Lituania, dikuasai oleh Gediminas dan para penerusnya, setelah Pertempuran di Sungai Irpin.

Setelah Persatuan Krewo pada tahun 1386, sebuah penyatuan dinasti antara Polandia dan Lituania, sebagian besar wilayah yang menjadi utara Ukraina dikuasai oleh para bangsawan Lituania lokal yang sudah dislaviakan sebagai bagian dari Keharyapatihan Lituania. Pada tahun 1392 Peperangan Galisia-Volhynia berakhir.

Para pendatang Polandia di tanah-tanah yang mengalami kekurangan penduduk di utara dan tengah Ukraina mendirikan lagi beberapa kota. Pada tahun 1430 Podolia dibentuk di bawah Mahkota Kerajaan Polandia sebagai Voivodat Podolia.

Pada tahun 1441, di selatan Ukraina, khususnya Krimea dan padang-padang rumput di sekitarnya, pangeran keturunan Jenghis Khan, Hacı I Giray, mendirikan Kekhanan Krimea.

Pada tahun 1569, Persatuan Lublin mendirikan Persemakmuran Polandia-Lituania, dan ada banyak wilayah Ukraina yang diserahkan dari Lituania ke Mahkota Kerajaan Polandia, menjadi wilayah Polandia secara de jure.

Di bawah tekanan demografi, kebudayaan, dan politik Polonisasi, yang bermula pada akhir abad ke-14, ada banyak bangsawan/tuan tanah Ruthenia (nama lain untuk tanah Rus) berpindah agama ke Katolik dan menjadi tak terbedakan dibanding bangsawan Polandia.

Tercabutnya para pelindung asli di antara bangsawan Rus, rakyat jelata (penduduk desa dan kota) mulai mengalihkan pihak pelindungnya ke Cossack Zaporizhia yang sedang tumbuh-kembang.

Pada pertengahan abad ke-17, sebuah semi-negara militer Cossack, Host Zaporozhia, dibentuk oleh para Cossack dari Dnieper dan oleh para petani dari Ruthenia yang telah melarikan diri dari perbudakan Polandia.

Polandia menjalankan sedikit kontrol nyata atas populasi ini, tetapi Polandia menyadari bahwa Cossack dapat dipergunakan untuk melawan bangsa Turki dan Tatar, dan terkadang keduanya adalah sekutu dalam kampanye militer. 

Para Cossack tidak malu-malu mengangkat senjata melawan orang-orang yang mereka anggap sebagai musuh, termasuk negara Polandia dan perwakilan-perwakilan lokalnya.

Dibentuk dari wilayah Gerombolan Emas yang takluk setelah ekspansi Mongol, Kekhanan Krimea menjadi kekuatan terbesar di Eropa Timur sampai abad ke-18; pada tahun 1571 Kekhanan Krimea berhasil menawan dan menghancurkan Moskwa. Tanah-tanah perbatasan menderita serbuan Tatar tahunan. Dari awal abad ke-16 sampai akhir abad ke-17, ikatan penyerbuan budak Tatar Krimea mengekspor kira-kira dua juta orang budak dari Rusia dan Ukraina.

Menurut Orest Subtelny, “Sejak tahun 1450 sampai 1586, tercatat ada 86 serbuan Tatar, dan sejak tahun 1600 sampai 1647 ada 70 serangan.”

Pada tahun 1688, bangsa Tatar menawan 60.000 orang Ukraina. Serbuan orang Tatar mengakibatkan korban berat, menciutkan hati para penduduk di daerah yang lebih selatan, di mana tanahnya lebih baik dan musim tanamnya lebih lama. Puing-puing terakhir dari Kekhanan Krimea akhirnya ditaklukkan oleh Kekaisaran Rusia pada tahun 1783. Kegubernuran Taurida dibentuk untuk mengelola wilayah ini.

Namun berlanjutnya perbudakan yang kejam terhadap kaum tani oleh kaum bangsawan Polandia dan terutama penindasan oleh Gereja Ortodoks telah mengasingkan para Cossacks.

Beberapa negara pernah ada di wilayah yang sekarang menjadi Ukraina sejak didirikannya. Sebagian besar wilayah-wilayah ini berlokasi di Eropa Timur. Meskipun demikian, seperti yang digambarkan dalam peta, mereka beberapa kali ditemukan meluas sampai Eurasia dan Eropa Tenggara. Pada waktu lainnya mereka tidak berbeda dengan negara Ukraina modern, wilayah-wilayah ini pernah dicaplok oleh tetangga-tetangganya yang lebih kuat.

Didominasi Sungai

Sebagian besar wilayah Ukraina merupakan daerah aliran sungai Dnieper yang merupakan sungai terpanjang ketiga di Eropa setelah sungai Volga dan Donau. Daerah aliran sungai Dnieper mencakup wilayah seluas 518.000 km2. Lebih dari 20.000 danau kecil bertebaran di Ukraina dengan total luasan mencapai 18.139 km2. Danau terbesar di Ukraina merupakan bendungan sungai Dnieper. Danau alami terbesar adalah Danau Yalpuh.

Dengan wilayah seluas 603.628 kilometer persegi dan dengan garis pantai sepanjang 2.782 kilometer, Ukraina adalah negara terluas ke-46 di dunia (setelah Sudan Selatan dan sebelum Madagaskar). Ukraina adalah negara Eropa terluas (dalam konteks seluruh wilayahnya berada di Eropa), dan terluas kedua di Eropa (setelah Rusia bagian Eropa, sebelum Prancis Metropolitan). Ukraina terletak di antara 44° LU dan 53° LU, dan 22° BT dan 41° BT.

Lansekap Ukraina sebagian besar berupa daratan (atau stepa) yang subur dan plato, dialiri oleh sungai-sungai seperti Sungai Dnieper (Dnipro), Donets, Dniester, dan Bug Selatan ketika mereka mengalir ke selatan menuju Laut Hitam dan Laut Azov yang lebih kecil. Ke barat-daya, delta Donau membentuk perbatasan dengan Romania.

Berbagai wilayah di Ukraina memiliki beragam fitur geografis mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah. Satu-satunya pegunungan di negara ini adalah Pegunungan Carpathia di barat, yang tertinggi adalah Hoverla setinggi 2.061 meter di atas permukaan laut, dan Pegunungan Krimea di Krimea, di titik paling selatan sepanjang pantai.

Tetapi Ukraina juga memiliki sejumlah daerah dataran tinggi seperti Dataran tinggi Volhynia-Podolia (di barat) dan Dataran tinggi Dekat-Dnipro (di tepi kanan Dnieper); di timur terdapat spurs barat-daya dari Dataran tinggi Rusia Tengah yang berbagi perbatasan dengan Rusia. Di dekat Laut Azov dapat ditemukan Punggung Bukit Donets dan Dataran Tinggi Azov Dekat. 

Lelehan salju dari pegunungan memuati sungai-sungai, dan perubahan alami di ketinggian membentuk tetesan tiba-tiba di kemiringan dan membentuk air terjun.

Sumber-sumber daya alam yang melimpah di Ukraina termasuk bijih besi, batu bara, mangan, gas alam, minyak bumi, garam, belerang, grafit, titanium, magnesium, kaolin, nikel, raksa, kayu dan tanah yang layak tanam.

Meski demikian, negara ini menghadapi sejumlah isu besar mengenai lingkungan seperti kekurangan pasokan air layak minum; pencemaran udara dan air dan penggundulan hutan, juga kontaminasi radiasi di timur-laut dari kecelakaan tahun 1986 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Pendaurulangan sampah beracun rumah tangga masih dalam tahap pendahuluan di Ukraina.

Sistem Politik

Ukraina adalah sebuah republik campuran semi parlementer sekaligus Sistem semipresidensial dengan legislatif, eksekutif, dan kehakiman yang saling terpisah.

Dengan proklamasi kemerdekaannya pada 24 Agustus 1991, dan penerapan konstitusi sejak 28 Juni 1996, Ukraina menjadi sebuah republik semi-presidensial. Meskipun demikian, pada tahun 2004, para anggota dewan perwakilan rakyat Ukraina memperkenalkan perubahan pada Konstitusi, yang menghendaki kesetimbangan kekuasaan, dengan teknis sistem parlementer.

Dari tahun 2004 sampai 2010, legitimasi amendemen konstitusi 2004 mendapatkan sanksi resmi, kedua-duanya dengan Mahkamah Konstitusi Ukraina, dan partai-partai politik besar.

Meskipun demikian, pada 30 September 2010 Mahkamah Konstitusi mengumumkan bahwa amendemen dibatalkan dan tidak berlaku, sehingga memaksa kembali ke pasal-pasal Konstitusi 1996 dan lagi-lagi membuat sistem politik Ukraina menjadi lebih berkarakter presidensial.

Putusan amendemen Konstitusi 2004 menjadi topik utama wacana politik. Sebagian besar perhatian didasarkan pada fakta bahwa baik Konstitusi 1996 maupun Konstitusi 2004 tidak menyediakan fasilitas untuk “memberlakukan kembali Konstitusi pendahulu”, karena Mahkamah Konstitusilah yang memilikinya melalui putusan yang diterbitkannya, meskipun Konstitusi 2004 bisa dibilang memiliki daftar lengkap prosedur yang mungkin dilakukan untuk amendemen konstitusi (artikel 154-159). Dalam beberapa kasus, Konstitusi sekarang ini dapat diubah melalui voting di Parlemen.

Pada 21 Februari 2014 sebuah persetujuan antara Presiden Viktor Yanukovych dan para pemimpin oposisi menghantarkan kembalinya Ukraina kepada Konstitusi 2004. Persetujuan bernilai sejarah, dibantu oleh Uni Eropa, diikuti oleh ungkapan-ungkapan keberatan yang dimulai pada penghujung November 2013 dan memuncak dalam pekan bentrokan kekerasan, yang telah menghilangkan puluhan nyawa pengunjuk rasa.

Selain kembalinya negara ke Konstitusi 2004, kesepakatan untuk membentuk pemerintahan koalisi, pemajuan jadwal pemilihan umum, dan pembebasan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko dari kurungan. Sehari setelah persetujuan dicapai, Parlemen Ukraina memberhentikan Yanukovych dan melantik Ketua Parlemen Oleksandr Turchynov sebagai presiden sementara dan Arseniy Yatsenyuk sebagai Perdana Menteri Ukraina.

Presiden dipilih oleh suara rakyat untuk lima tahun masa jabatan dan merupakan kepala negara formal. Cabang legislatif Ukraina berisi 450 kursi parlemen satu kamar, yang disebut Verkhovna Rada.

Parlemen terutama bertanggung jawab untuk pembentukan cabang eksekutif dan Kabinet Ukraina, dikepalai oleh Perdana Menteri. 

Meskipun demikian, Presiden masih punya wewenang untuk mengajukan calon Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan untuk disetujui parlemen, juga kekuasaan untuk menunjuk Jaksa Agung dan Kepala Badan Intelijen Dalam Negeri (Служба безпеки України).

Undang-undang, akta parlemen dan kabinet, dekret presiden, dan akta-akta yang diterbitkan oleh Dewan Tertinggi Krimea dapat dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, manakala pelanggaran terhadap konstitusi ditemukan. Akta-akta normatif lainnya tunduk pada peninjauan yudisial (judicial review). 

Mahkamah Agung adalah tubuh utama dalam sistem peradilan yurisdiksi umum. Pemerintahan-mandiri daerah dijamin secara resmi.

Dewan daerah dan wali kota dipilih oleh rakyat dan menjalankan kontrol terhadap anggaran daerah. Para kepala daerah dan distrik diangkat oleh Presiden mengikuti usulan Perdana Menteri. Sistem ini memerlukan persetujuan antara Presiden dan Perdana Menteri, dan pada masa lalu pernah memicu persoalan, misalnya ketika Presiden Yushchenko memanfaatkan celah persepsi dengan menunjuk apa yang disebut sebagai petugas ‘pelaksana sementara’, menggantikan peran gubernur atau kepala daerah yang sebenarnya, sehingga menghindari kebutuhan untuk mencari kompromi dengan Perdana Menteri. Praktik ini kontroversial dan menjadi subjek bagi peninjauan kembali di Mahkamah Konstitusi.

Ukraina memiliki banyak partai politik, banyak di antaranya hanya memiliki sedikit anggota dan kurang dikenal di masyarakat. Partai-partai kecil sering kali bergabung dalam koalisi multipartai (blok elektoral) untuk tujuan turut serta dalam pemilihan anggota parlemen.

Pembagian Administrasi

Sistem pembagian administratif Ukraina mencerminkan statusnya sebagai negara kesatuan (sebagaimana dinyatakan dalam konstitusi) dengan rezim hukum dan pemerintah daerah yang tunggal bagi tiap-tiap unit.

Termasuk Sevastopol dan Republik Otonom Krimea yang telah dicaplok oleh Federasi Rusia pada tahun 2014, Ukraina terdiri dari 27 region: 24 oblast (provinsi), satu republik otonom (Republik Otonom Krimea), dan dua kota dengan status khusus—Kiev, ibu kota, dan Sevastopol.

Kesemuanya 24 oblast dan Krimea kemudian dibagi-bagi lagi menjadi 490 raion (distrik) dan kota berkeberartian regional, atau satuan administratif tingkat dua. Luas rata-rata suatu raion di Ukraina adalah 1.200 kilometer persegi; populasi rata-rata suatu raion adalah 52.000 jiwa.

Tempat-tempat berpenduduk di Ukraina dibagi menjadi dua kategori: perkotaan dan perdesaan. Tempat-tempat berpenduduk perkotaan kemudian dibagi lagi menjadi kota dan permukiman bertipe perkotaan (ciptaan administratif Soviet), sedangkan tempat-tempat berpenduduk perdesaan dibagi lagi menjadi desa dan permukiman (istilah yang umum dipakai).

Semua kota memiliki taraf kekuasaan-mandiri tertentu, bergantung pada keberartian mereka, misalnya keberartian nasional (seperti pada kasus Kiev dan Sevastopol), keberartian regional (di dalam masing-masing oblast atau republik otonom) atau keberartian distrik (semua kota lainnya).

Keberartian kota bergantung pada beberapa faktor, misalnya populasi, kepentingan sejarah dan sosio-ekonomi, infrastruktur dan lain-lain. (Sumber: Wikipedia)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top