Internasional

Terlibat dalam Pembunuhan Syahid Soleimani, Trump Takut Dibunuh Iran

BERITAALTERNATIF.COM – Jurnalis New York Times, Peter Baker, dan jurnalis New Yorker, Susan Glasser, adalah penulis buku The Divider: Trump in White House 2017-2021, yang rencananya akan dirilis pekan ini.

Dikutip Fars dari Guardian, pasangan suami-istri ini menulis dalam buku tersebut bahwa Donald Trump mencemaskan potensi ia dibunuh oleh Iran.

“Berdasarkan isi sebuah buku, Trump takut akan dibunuh Iran sebagai pembalasan dendam atas pembunuhan (Jenderal Qassem) Soleimani,” tulis Guardian.

Pada Desember 2020, Trump berkata kepada teman-temannya bahwa ia khawatir Iran berusaha membunuhnya, sebagai bentuk pembalasan atas terbunuhnya Jenderal Iran, Qassem Soleimani, dalam serangan drone AS setahun sebelumnya.

Guardian mengaku telah mendapatkan satu eksemplar dari buku tersebut, yang judulnya menyebut Trump sebagai “biang perpecahan”.

Baker dan Glasser menguraikan kebijakan dan sikap Pemerintahan Trump kepada Iran, mulai dari ketidaksukaannya terhadap JCPOA yang diteken oleh Barack Obama, hingga keluarnya AS dari kesepakatan ini, rontoknya drone canggih AS oleh Iran, dan teror terhadap Jenderal Soleimani.

Menurut Baker dan istrinya, kendati Trump kerap sesumbar dalam pidato-pidatonya usai pembunuhan Syahid Soleimani, nada bicaranya berubah di forum-forum eksklusif dan di tengah teman-temannya.

Mereka menulis, Trump dan para penasihatnya di bulan-bulan terakhir kepresidenannya mengkaji rencana serangan-serangan lebih banyak ke Iran. Namun mereka tidak melakukannya dengan alasan masa jabatan Trump hampir berakhir.

“Dalam sebuah pesta anggur, Trump berkata kepada beberapa kawannya di Florida bahwa ia takut Iran berencana membunuhnya. Sebab itu, ia terpaksa kembali ke Washington, tempat ia merasa lebih aman,” tulis Baker.

Iran berkali-kali telah menyatakan secara transparan soal sikapnya untuk menindaklanjuti pembalasan dendam terhadap para peneror Syahid Soleimani. (*)

Sumber: Poros Perlawanan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top