Kalimantan Timur, ID
26°C
Visibility: 10 km

Sikap Presiden Ebrahim Raisi terhadap Perjanjian Nuklir Iran

Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi. (Istimewa)
Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi. (Istimewa)

Teheran, beritaalternatif.com – Dalam wawancaranya dengan televisi nasional pada Sabtu (4/9/2021) malam terkait berbagai isu, termasuk ekonomi, Presiden Republik Islam Iran Sayid Ebrahim Raisi menyinggung tekad pemerintah ke-13 untuk mempercepat vaksinasi corona.

Sayid Raisi juga menekankan prinsip bahwa keamanan tetangga termasuk keamanan Iran dan mengisyaratkan transformasi Afghanistan. Ia mengatakan, solusi Afghanistan adalah membentuk pemerintahan dengan suara rakyat dan kedaulatan tekad rakyat di negara ini.

Terkait JCPOA, presiden Iran seraya menekanan represi terhadap Teheran tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan Barat berulang kali telah mengalaminya. Ia menekankan, negosiasi yang disertai tekanan dan ancaman tidak dapat diterima.

Presiden Iran menjelaskan, negosiasi sebagai sebuah instrumen diplomatik. Namun Barat dan AS mengejar perundingan yang dibarengi tekanan, sementara agenda negosiasi pemerintah Iran adalah menjaga kepentingan bangsa Iran dan mencabut total sanksi, serta Iran tidak akan mundur selangkah pun dari agenda ini.

JCPOA adalah sebuah kesepakatan multilateral dan disahkan oleh Dewan Keamanan PBB. Oleh karena itu, pernyataan presiden Iran terkait kesepakatan nuklir ini jelas dan berdasarkan logika internasional.

Lembaga pemikir Amerika, Dewan Atlantik (Atlantic Council) dalam laporannya setelah pengumuman Joe Biden sebagai pemenang pemilu AS mengaku optimis diplimasi sejati dan interaksi—bukan harapan supaya Iran menyerah sepenuhnya—menjadi kebijakan yang dipilih Gedung Putih terhadap Iran setelah 20 Januari 2021.

Namun demikian Amerika masih tetap melanggar resolusi 2231 dan JCPOA serta melanjutkan kebijakan di pemerintah sebelumnya, Donald Trump.

Yanis Voras, profesor dan pengamat hukum internasional, mengatakan, Amerika bergerak di luar keputusan internasional dan kredibilitas internasional negara ini yang mengklaim sebagai penyeru demokrasi di dunia mengalami kerusakan yang tidak dapat dikompensasi.

Voras lebih lanjut mengatakan, sanksi Barat terhadap berbagai negara, khususnya Iran, juga melanggar hukum perdagangan bebas dunia dan melanggar etika, serta harus secepatnya seluruh sanksi ini dan sanksi terhadap negara lain diakhiri.

“Sehingga perdagangan tidak dimanfaatkan sebagai alat bagi penyebaran pengaruh dan kekuatan politik oleh pihak-pihak yang tamak,” tegasnya.

Di sisi lain, AS masih tetap melanggar resolusi 2231 Dewan Keamanan dan juga melanjutkan kebijakan di era Trump.

JCPOA dalam koridor resolusi 2231 Dewan Keamanan menentukan komitmen dua pihak yang harus dijalankan. Namun Trump yang sejak awal kampanye pemilu presiden menyebut JCPOA sebuah kesepakatan buruk, pada 8 Mei 2018, secara resmi menginstruksikan Amerika keluar dari kesepakatan multilateral ini.

Di sisi lain, kebijakan Eropa saat itu juga dikritik dan mendapat sorotan tajam. Karena Eropa meski menentang unilateralisme Amerika dan pelanggaran sepihak JCPOA oleh Washington, berjanji menjalankan komitmennya dan menjamin kepentingan Iran di JCPOA.

Tapi setelah satu tahun Iran bersabar, mereka ternyata tidak menunaikan komitmennya, bahkan mengiringi AS. Sementara mereka menyadari bahwa sanksi tersebut adalah ilegal.

Seperti yang dijelaskan Rahbar, Ayatullah Khamenei, Iran akan kembali ke komitmen JCPOA saat Amerika mencabut seluruh sanksi secara praktis, bukan sekadar di atas kertas atau ucapan. “Dan pencabutan sanksi ini akan diverifikasi oleh Iran,” tegasnya. (pt/ln)

Doni Ikhwani akan Konsen Perjuangkan Aspirasi Petani dan Nelayan Agustus 26, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Anggota DPRD Kukar dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Doni Ikhwani membagikan 10 unit ketinting, alat tangkap,...

Diduga Hina Islam, Mu’ti Desak Kepolisian Tangkap Muhammad Kece Agustus 23, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mendesak kepolisian segera menangkap youtuber Muhammad...

Pengaruh Pembayaran Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Indonesia Turun Juni 8, 2021

Samarinda, Beritaalternatif.com – Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengungkapkan, posisi cadangan devisa Indonesia...

Hasil Webinar AGSI dan GLK: Rawat dan Lestarikan Kerajaan Tertua di Nusantara Juli 31, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Pada Sabtu (31/7/2021), Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dan Gerakan Literasi Kutai (GLK) sukses menggelar...

Praktisi Politik Ini Tanggapi Wacana Penambahan Periode dan Masa Jabatan Presiden Agustus 26, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 kembali mencuat di publik Indonesia. Isu yang mencuat, ada sejumlah...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *