Internasional

Puluhan Orang Muslim Syiah Meninggal Dunia dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Afghanistan

Kandahar, beritaalternatif.com – Serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Provinsi Kandahar, Afghanistan, menyebabkan 16 orang gugur syahid dan 32 lainnya terluka.

Dikutip dari televisi Aljazeera, Masjid Bibi Fatimah yang juga dikenal sebagai Masjid Bargah menjadi sasaran serangan bom bunuh diri ketika salat Jumat sedang berlangsung.

Masjid Bibi Fatimah merupakan masjid terbesar masyarakat Syiah di Kota Kandahar.

Namun, sumber-sumber keamanan Afghanistan mengatakan pada Jumat (15/10/2021) lalu bahwa 33 orang gugur syahid dan 74 lainnya terluka akibat tiga ledakan beruntun di masjid itu.

Beberapa sumber melaporkan gugurnya 41 orang dalam ledakan tersebut.

Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah tersebut.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan dalam menanggapi serangan itu bahwa perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk memburu semua pelaku.

Pada 7 Oktober lalu, Mujahid mengatakan kelompok teroris Daesh tidak menjadi ancaman serius bagi Taliban di Afghanistan.

“Daesh tidak memiliki dukungan dari pihak asing dan rakyat. Kelompok takfiri ini akan segera ditumpas dan dihancurkan di Afghanistan,” katanya seperti dikutip kantor berita Shafaqna.

Serangan bom bunuh diri di masjid Syiah di Provinsi Kunduz pada 8 Oktober lalu juga menyebabkan hampir 100 jamaah gugur syahid dan sekitar 200 lainnya terluka. Daesh juga mengaku bertanggung jawab atas serangan berdarah itu.

Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat lalu mengutuk serangan teroris terhadap sebuah masjid Syiah di Provinsi Kandahar, Afghanistan.

“Musuh-musuh Islam dan kaum Muslim kembali menggunakan tangan teroris takfiri untuk membunuh rakyat tertindas Afghanistan yang sedang menunaikan salat Jumat,” tambahnya.

Kemenlu Iran bersimpati dengan keluarga para korban serangan mematikan itu dan mendoakan kesembuhan segera untuk orang-orang yang terluka.

“Kami sekali lagi memperingatkan terhadap konspirasi memecah-belah yang dilakukan oleh musuh umat Islam dan menekankan perlunya persatuan Syiah-Sunni serta menolak kekerasan dan ekstremisme atas nama Islam,” tegas pernyataan tersebut.

Kemenlu Iran mencatat bahwa insiden tragis ini dan peristiwa tragis di masa lalu, termasuk serangan terhadap jamaah salat di Kunduz, semakin menuntut kewaspadaan dan perlunya melipatgandakan perlindungan pusat-pusat keagamaan Syiah dan Sunni serta pertemuan lain di Afghanistan.

“Iran yakin bahwa saudara dan saudari Muslim Afghanistan kita akan menggagalkan konspirasi memecah-belah oleh musuh melalui persatuan, solidaritas, dan kerja sama,” tegasnya. (pt/ln)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top