Kalimantan Timur, ID
23°C
Visibility: 10 km

Pelaku Pasar Nantikan Langkah Bank Eropa di Tengah Laju Inflasi

images (16)

Jakarta, beritaalternatif.com – Pelaku pasar tengah menanti hasil rapat Bank Sentral Eropa atau ECB minggu ini karena lembaga yang berkedudukan di Frankfurt ini akan bertemu untuk membahas stimulus era pandemi di tengah melonjaknya inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang solid.

Beberapa pihak baik di dalam dan di luar bank percaya sudah saatnya ECB mengurangi stimulus moneternya karena masalah rantai pasokan global mendorong harga lebih tinggi untuk semua jenis barang. Tetapi ketidakpastian atas pandemi virus corona masih tetap ada.

“Sementara ECB dapat memoderasi laju pembelian aset daruratnya secara moderat di (kuartal keempat), kami tidak mengharapkan bank untuk mengumumkan kapan dan bagaimana mereka akan menghentikan ‘Program Pembelian Darurat Pandemi’ (PEPP) dan sejauh mana ECB akan meningkatkan Program Pembelian Aset (APP) standar sederhana dan membuatnya lebih fleksibel,” ujar Holger Schmieding, Kepala Ekonom di Berenberg Bank, dalam sebuah catatan penelitian.

“Keputusan kunci ini, yang menjanjikan sangat kontroversial, kemungkinan akan ditunda ke pertemuan Desember,” tambahnya, seperti dilansir CNBC International.

Lembaga yang dipimpin oleh Christine Lagarde itu mengembangkan program pembelian aset baru setelah virus corona pada Maret 2020 untuk mendukung zona euro. PEPP akan berakhir pada Maret 2022 dengan potensi total 1,85 triliun euro atau US$ 2,19 triliun.

Saat ini, ECB telah membeli obligasi senilai 80 miliar euro setiap bulan di bawah program tersebut. Schmieding memperkirakan ECB kemungkinan akan menguranginya menjadi 70 miliar euro pada penyelesaian pertemuan Dewan pada hari Kamis (9/9/2021).

ECB juga mempertahankan program pembelian asetnya, yang dikenal sebagai APP, di tengah pandemi ini. Adapun, APP saat ini telah mencapai sebesar 20 miliar euro. Bank sentral telah menjalankan program ini bersamaan dengan PEPP untuk menopang ekonomi 19 anggota.

Lebih lanjut, inflasi di zona euro mencapai level tertinggi 10 tahun sebesar 3 persen pada Agustus, sementara produk domestik bruto pada kuartal kedua mengejutkan naik 2 persen kuartal-ke-kuartal (qtq). Perkembangan ini dapat mendorong ECB untuk juga meningkatkan proyeksi pertumbuhannya seperti yang ditunjukkan oleh Wakil Presiden Luis de Guindos baru-baru ini.

Namun masih ada keraguan di pasar. “Berdasarkan pandangan ke depan, tidak jelas seberapa positif ECB dapat berubah di tengah kekhawatiran yang berkepanjangan atas varian Delta, perlambatan China, pengurangan Fed atau hambatan sisi pasokan,” kata Frederik Ducrozet, Pengamat ECB di Pictet Wealth Management, dalam sebuah catatan risetnya. (bisnisindonesia/ln)

Israel Berencana Lancarkan Operasi Militer Baru di Jalur Gaza Agustus 26, 2021

Quds, beritaalternatif.com – Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letjen Aviv Kochavi menyatakan pihaknya siap melancarkan operasi militer...

Pengusaha Desak Pemkab Kukar Izinkan Angkringan Kembali Dibuka September 6, 2021

Kukar, beritaalternatif.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kutai Kartanegara (Kukar) belum juga diketahui kapan akan...

Gantikan Almarhum Dr. Thamrin, Syafliansyah Terpilih sebagai Sekretaris FPK Kukar September 25, 2021

Kukar, beritaalternatif.com - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan rapat pleno di Kantor Kesbangpol Kukar...

Javad Zarif: Tirani Israel Jatuh, Iran Lanjutkan Kejayaan Juni 15, 2021

Teheran, Beritaalternatif.com - Dilansir Press TV, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, penggulingan Benjamin Netanyahu...

Tujuh Bank di Indonesia Siapkan Diri Jadi Mobile Banking Juni 26, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Sejumlah bank ramai-ramai bermigrasi atau membangun entitas anak usaha dalam bentuk bank digital. Otoritas Jasa...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *