Internasional

Pasukan Amerika Serikat Jarah Minyak Suriah sejak Era Obama hingga Biden

BERITAALTERNATIF.COM – Dalam tulisan berjudul How The Richest Country Loots One of The Poorest, analis CGTN, Xin Ping membahas penjarahan sumber-sumber alam Suriah yang dilakukan AS.

“Di jalanan antara Provinsi al-Hasakah di timur laut Suriah hingga perlintasan perbatasan al-Walid Irak yang dikuasai AS, konvoi truk-truk pasukan AS berisi minyak seolah tak berhenti melewati perbatasan dan menghilang di gurun,” tulis Xin, dilansir al-Alam.

Sementara itu di Damaskus, sambung dia, kendaraan-kendaraan antre di pom-pom bensin. Penduduk lokal terpaksa bersabar selama berjam-jam untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka. Kontradiksi nyata ini menjadi suatu hal biasa di Suriah, negara yang harga minyak di sana di bulan Agustus bertambah hingga sedikitnya 130 persen.

Dia menyebutkan, foto-foto satelit menunjukkan bahwa dari 1 hingga 7 kali dalam sebulan, kemudian 2 kali dalam 24 jam, pasukan penjajah AS menggunakan puluhan truk untuk menyelundupkan minyak dari sumur-sumur Suriah ke pangkalan-pangkalan AS di Irak.

“Berdasarkan pengumuman Kementerian Minyak Suriah pada semester pertama 2022, rata-rata tiap hari 66 ribu barel minyak Suriah, atau lebih dari 83 persen produksi harian negara ini, dicuri oleh Tentara AS dan antek mereka,” bebernya.

Menurut Xin, penjarahan minyak Suriah oleh AS ini bukan hal baru, sebab sudah berlangsung lama sejak masa Barack Obama, Donald Trump, hingga Joe Biden.

Di bagian lain tulisannya, Xin menyinggung keberlanjutan kehadiran AS di Suriah dan serangan-serangan militernya di negara itu. Ia menyebut kehadiran AS di Suriah sebagai “penjajahan”.

Kata dia, pada 24 Agustus AS telah mengeluarkan instruksi serangan udara terbaru. Amerika mengklaim bahwa tujuannya adalah menghadapi serangan drone terhadap pasukannya, padahal Suriah saat ini sudah tidak bisa menanggung syok baru lagi.

Logika AS ini, lanjut dia, mirip seorang gangster yang mengklaim punya hak untuk menyerang pemilik rumah yang dimasukinya secara paksa. “Baik Damaskus maupun PBB di masa lalu atau sekarang tidak pernah memberikan izin untuk kehadiran tentara AS di Suriah,” tandas Xin. (*)

Sumber: Poros Perlawanan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top