Kalimantan Timur, ID
23°C
Visibility: 10 km

Kekuatan dan Pengaruh Ansarullah Kian Kokoh di Yaman

Pengamat dari The Washington Institute for Near East Policy, Amerika Serikat (AS), Elana DeLozier. (Istimewa)
Pengamat dari The Washington Institute for Near East Policy, Amerika Serikat (AS), Elana DeLozier. (Istimewa)

Washington, LiputanIslam.com – Pengamat dari The Washington Institute for Near East Policy, Amerika Serikat (AS), Elana DeLozier, menyatakan tak ada kekuatan yang dapat menyurutkan pengaruh gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman.

Dikutip Fars, Jumat (2/7/2021), DeLozier dalam sebuah artikelnya mula-mula menyebutkan, utusan khusus baru PBB untuk Yaman, yang namanya akan segera diumumkan untuk menggantikan Martin Griffiths. Dia akan bertugas untuk menghadapi situasi sulit di Yaman.

Griffiths yang pada tahun 2018 menggantikan Ismail Ould Cheikh Ahmed akan melepaskan jabatan tersebut ketika dalam beberapa bulan terakhir ini delegasi Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, enggan mengadakan pertemuan dengannya karena tak menganggapnya sebagai mediator yang netral.

Sejauh ini belum ada kepastian siapa yang akan menggantikan Griffiths, namun beberapa media menyebutkan, penggantinya kemungkinan besar adalah seorang diplomat dari Inggris.

DeLozier menjelaskan, utusan khusus baru PBB untuk Yaman harus dapat mewujudkan perdamaian di Yaman secepatnya, padahal kondisi sekarang semakin pelik di tengah perang yang melanda negara ini sejak lebih dari enam setengah tahun silam.

Dia lantas menuliskan, “Perang Yaman adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk, sementara jelas tak ada kelompok bersenjata yang dapat menyurutkan pengaruh Houthi yang kini semakin berani dan fokus dalam berperilaku.”

Ia mengakui kunjungan delegasi Oman ke Sanaa sebagai satu perubahan signifikan dalam kinerja diplomatik Muscat, tapi dia menilai tidak akan segera membuahkan hasil.

Sembari memaparkan perkembangan situasi politik dan militer Yaman, DeLozier menyatakan, upaya Oman dan kehendak dunia untuk perdamaian bukanlah satu-satunya faktor yang menciptakan perubahan dalam satu tahun terakhir di mana Saudi mengaku bersedia memberikan konsesi demi mengakhiri perang.

Tetapi juga ada faktor lapangan: Ansarullah memperhebat serangan ke Ma’rib, Yaman, dan ke wilayah Saudi, sementara pasukan koalisi yang dipimpin Saudi justru terlibat perselisihan internal yang tajam. (liputanislam/ln)

Sumber: Pengamat  AS: Tak Ada Kekuatan yang Dapat Menyurutkan Pengaruh Ansarullah di Yaman

Taliban Ambil Alih Kekuasaan di Afghanistan, Indonesia Serukan Tiga Hal Ini Agustus 25, 2021

Riyadh, beritaalternatif.com - Diplomat Indonesia Adkhilni M. Sidqi mewakili Republik Indonesia pada Pertemuan Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam...

Menlu Rusia Kritik Standar Ganda Barat dalam Memerangi Teroris Agustus 31, 2021

Moskow, beritaalternatif.com - Setelah terjadinya ledakan-ledakan bunuh diri di ibu kota Afghanistan, para petinggi AS dan sekutu Eropanya menekankan...

BLT untuk Pekerja Senilai Rp 1 Juta akan Cair Besok Agustus 11, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan BLT subsidi gaji senilai Rp 1 juta bakal masuk ke rekening 947.499...

Supriyadi di Mata Sejawat: Kenangan tentang Pribadi, Karier, dan Perjuangan Agustus 8, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Dalam acara pembacaan surah Yasin, tahlil, dan doa arwah malam ketujuh almarhum Supriyadi Bin Jemani yang diadakan...

Pemilu 2024 Kian Dekat, Wabup Kukar: Antisipasi Jatuhnya Korban dan Kikis Pemilih Pragmatis Oktober 13, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mengatakan, persiapan dan pelaksanaan Pemilu 2024 diharapkan dapat...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *