Internasional

Iran Berhasil Lesatkan Wahana Peluncur Satelit ke Luar Angkasa

Teheran, beritaalternatif.com –  Iran mengumumkan keberhasilannya melesatkan wahana peluncur satelit “Simorgh” ke luar angkasa dengan membawa tiga kargo instrumen penelitian.

Juru bicara Kelompok Luar Angkasa Kementerian Pertahanan Iran Sayid Ahmad Hosseini mengumumkan kesuksesan itu sembari menyebutkan bahwa pengembangan peluncur satelit dengan kemampuan yang lebih tinggi menjadi pertimbangan serius setelah negara republik Islam itu berhasil meluncurkan satelit skala kecil dengan roket “Safir” dan “Ghased”.

Menurutnya, desain dan pengembangan Pangkalan Luar Angkasa Imam Khomeini dan roket “Simorgh” menjadi agenda utama industri luar angkasa Iran.

Hosseini menjelaskan, dalam peluncuran ini, kinerja dan fungsi komponen pangkalan ruang angkasa dan juga kinerja tahap peluncuran satelit dilakukan dengan benar, dan akhirnya tujuan penelitian yang diinginkan dari peluncuran ini tercapai sepenuhnya.

Dia menambahkan bahwa dalam misi penelitian ini, untuk pertama kalinya, tiga kargo instrumen penelitian diluncurkan secara bersamaan pada ketinggian 470 km dan kecepatan 7.350 meter/detik, dan data telemetri dari proses peluncuran telah diperoleh secara lengkap sehingga dengan pencocokan data dan fungsi dilakukan perencanaan yang diperlukan untuk operasional peluncuran satelit.

Pada bulan Februari 2021, Iran mengumumkan keberhasilan uji coba wahana peluncur satelit Zoljanah, yang dapat mengorbitkan muatan seberat 220 kilogram. Pada April 2020, Iran juga berhasil mengorbitkan satelit militer pertamanya.

Menurut pemerintah Iran, satelit-satelit Iran berfungsi mengumpulkan data cuaca, bencana alam dan pertanian, dan tidak ada kaitannya dengan tujuan militer.

Namun demikian, Amerika Serikat (AS) dan Israel menentang program satelit Iran karena khawatir Teheran akan menggunakan teknologi ini untuk mengembangkan rudal militer jarak jauh.

Kamis (30/12/2021) lalu, AS mengaku prihatin atas peluncuran roket Iran ke luar angkasa dengan alasan bahwa peluncuran itu akan menunjang proyek rudal. Meski demikian AS mengaku masih berusaha untuk kembali ke perjanjian nuklir melalui saluran diplomatik.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, Amerika tetap prihatin atas pengembangan wahana peluncur satelit Iran, yang merupakan masalah yang sangat memprihatinkan mengenai proliferasi.

Dia beralasan bahwa wahana peluncur satelit mencakup teknologi yang identik, dan berpotensi dapat diganti dengan yang digunakan dalam rudal balistik, termasuk sistem jarak jauh.

Dia juga menyebutkan bahwa peluncuran rudal Iran ke luar angkasa melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang mendukung perjanjian nuklir dan meminta Iran menahan diri dari pengembangan rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir. (liputanislam.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top