Kalimantan Timur, ID
28°C
Visibility: 10 km

China Desak AS Cabut Sanksi terhadap Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian. (Istimewa)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian. (Istimewa)

Beijing, beritaalternatif.com – Pemerintah China mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) agar mencabut sanksi-sanksinya terhadap Iran.

Dalam sambutan pada peringatan enam tahun penandatanganan pernjanjian nukllir Iran (JCPOA), Jumat (16/7/2021), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menyebut kesepakatan itu sebagai hasil dari 13 tahun negosiasi yang cermat serta diplomasi multilateral, yang juga didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Dia mengatakan, JCPOA adalah contoh klasik untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan konsultasi serta elemen kunci dalam mencapai rezim non-proliferasi nuklir dan memperkuat perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah.

Lijian memastikan China percaya bahwa implementasi JCPOA secara penuh dan efektif merupakan satu-satunya cara efektif untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran.

China menyambut baik upaya AS untuk kembali ke JCPOA, namun AS harus menunjukkan kejujurannya dengan mengambil langkah-langkah konkret untuk mendapatkan kembali kepercayaan global.

Ia menilai, dalam keadaan saat ini AS harus segera membuat keputusan untuk mencabut semua sanksi sepihak dan ilegal terhadap Iran dan pihak ketiga, sebagaimana Iran juga harus sepenuhnya melanjutkan komitmennya.

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, menyatakan Washington masih tetap berusaha mengembalikan AS dan Iran kepada JCPOA.

Dia menambahkan, jika Washington berhasil mengembalikan kedua negara kepada JCPOA, maka Washington juga akan memanfaatkan perjanjian untuk interaksi AS dengan Iran dalam berbagai isu lain yang juga “meresahkan”.

Seperti diketahui, JCPOA diteken pada tahun 2015 oleh Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China) plus Jerman, tapi lantas ditinggal oleh AS di masa kepresidenan Donald Trump pada tahun 2018.

Trump kemudian menerapkan sanksi-sanksi berat terhadap Iran, dan Iran pun membalasnya dengan memangkas komitmennya kepada JCPOA sejak tahun 2019.

Sejak April 2021 Wina diwarnai perundingan Iran dengan negara-negara tersebut, kecuali AS, untuk menghidupkan kembali JCPOA setelah pengganti Trump, Joe Biden, berulang kali menyatakan hasratnya untuk mengembalikan AS kepada JCPOA.

Meski demikian, Uni Eropa dan Washington mengonfirmasi keterlibatan AS dalam perundingan itu, namun tanpa berkomunikasi langsung dengan pihak Iran.

Iran pun menolak berunding langsung dengan AS sebelum Negeri Paman Sam ini mencabut sanksinya terhadap Iran, sementara AS menekankan prinsip selangkah dibalas selangkah. (liputanislam/ln)

Ini Lima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat saat PPKM Darurat Juli 3, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat se-Jawa dan Bali untuk...

Milisi Perempuan ISIS Masih Tebar Ancaman Juni 8, 2021

New York, Beritaalternatif.com– “Kekhalifahan” ISIS di Irak dan Suriah telah lenyap, sebagian besar terorisnya terbunuh atau ditangkap, dan...

Petahana Menangkan Pemilihan Ulang Pilgub Kalsel Juni 18, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Pasangan calon petahana nomor urut 01, Sahbirin Noor-Muhidin, mengalahkan paslon 02, Denny Indraya-Difriadi dalam...

DPD NasDem Kukar Ulurkan Bantuan untuk Warga di Tiga Kecamatan Agustus 17, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kutai Kartanegara (DPD NasDem Kukar) mengadakan kegiatan amal dengan...

Harga Bawang Merah Kembali Anjlok, AMBISI: Pemerintah Masih Buka Keran Impor Juli 5, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com – Harga bawang merah di Bima, Nusa Tenggara Barat, kembali anjlok. Hal ini menimbulkan keresehan di kalangan petani...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *