Internasional

Kesalahan Pendukung Israel di Indonesia dalam Mengutip Alquran

BERITAALTERNATIF.COM – Selain Alkitab, sejumlah pendukung Israel di Indonesia mengklaim ayat-ayat Alquran juga menegaskan bahwa bani Israel berhak atas tanah Palestina.

Menanggapi hal itu, akademisi dari Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra, Dr. Otong Sulaeman mengatakan, ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan bani Israel sejatinya ditujukan untuk umat Islam.

“Kalaupun itu disampaikan kepada pihak luar, itu lebih pada penguatan akidah dan keyakinan umat Islam bahwa wajib membela Palestina,” jelas Otong dalam video yang disiarkan di laman YouTube Dina Sulaeman sebagaimana dikutip beritaalternatif.com, Rabu (8/6/2022) siang.

Penyampaian dalil, apalagi yang berkaitan dengan Alquran, tak bisa dilakukan secara serampangan. Pasalnya, penggunaan ayat-ayat Alquran terkait topik tertentu harus disertai dengan dasar keilmuan yang memadai.

Selain ‘ulumul quran, penguasaan terhadap tafsir Alquran juga dibutuhkan untuk memahami kitab suci yang dibawa Nabi Muhammad tersebut.

Penggunaan ayat-ayat Alquran untuk mengklaim kepemilikan Israel atas tanah Palestina, sebut Otong, tergolong cara yang salah, karena melepaskan Alquran dari konteksnya.

“Itu adalah kesalahan yang paling elementer. Jadi, satu ayat dikutip begitu saja, kemudian dilepaskan dari konteksnya. Baik konteks dalam runtutan ayatnya maupun asbabul nuzul­-nya (penyebab turunnya ayat),” jelasnya.

Para pendukung Israel acap menjadikan surat Al-Maidah ayat 21 untuk mengklaim hak bani Israel terhadap tanah Palestina.

Otong menjelaskan, ayat tersebut merupakan rangkaian dari ayat 20 hingga 26 surah Al-Maidah, sehingga ayat-ayat tersebut harus dibaca secara utuh.

“Kalau tidak dibaca secara utuh, kita akan melihat kacaunya pengambilan kesimpulan karena hanya mengambil dari satu ayat begitu saja,” tegasnya.

Jika dilihat secara utuh, ayat-ayat tersebut sejatinya kecaman terhadap bani Israel yang menolak untuk berjihad dalam rangka memperjuangkan tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka.

Kata dia, tanah yang dijanjikan terhadap bani Israel yang dijelaskan dalam Alquran merupakan tanah untuk kaum Nabi Musa di masanya.

Dalam ayat tersebut, Nabi Musa juga mendorong bani Israel untuk berjuang di jalan Allah. Bila mundur, maka mereka akan menyesal di kemudian hari.

“Untuk bisa memahami ini, kita harus memahami konteks sejarah Israel menurut Alquran,” tegasnya.

Bagaimana sejarah bani Israel dalam Alquran? Dalam artikel lanjutan terkait kaum Nabi Musa, kami akan menguraikan analisis dari Dr. Otong. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top