Tech

Mengenal Istilah Rem Blong, Penyebab Kecelakaan Maut di Cibubur

BERITAALTERNATIF.COM – Istilah rem blong sering muncul usai kecelakaan besar, termasuk pada insiden truk tangki Pertamina yang menghantam puluhan kendaraan dari belakang di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi pada Senin (18/7/2022). Insiden ini setidaknya menewaskan 10 orang dan lima orang mengalami luka-luka.

Rem adalah perangkat penting pada kendaraan yang fungsinya vital untuk mengurangi kecepatan. Semakin besar dan berat kendaraan maka sistem pengereman yang dibutuhkan harus kuat karena selain menghentikan roda, rem juga punya beban menahan momentum bodi kendaraan yang bergerak ke depan.

Sistem rem pada bus dan truk berbeda dari kendaraan penumpang mengingat ukurannya yang besar dan berat. Pada umumnya ada tiga jenis sistem rem pada bus dan truk, yaitu hydraulic (hidraulis), Air Over Hydraulic (AOH), atau full air brake.

Pada AOH dan full air brake menggunakan tambahan sistem tekanan udara dan membawa tangki udara.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia, rem blong berarti berkurangnya daya pengereman pada kendaraan bermotor akibat pemanasan yang berlebihan.

Namun menurut penjelasan ahli, penyebab rem blong bukan cuma karena kepanasan.

Senior Investigator KNKT Achmad Wildan pernah menjelaskan setidaknya ada tiga jenis penyebab rem blong, yakni backfeeding, tekor angin dan vapor lock.

Backfeeding kejadian karena kampas rem sangat kepanasan. Ketika temperatur tinggi kampas rem yang menempel di tromol tak bisa menghentikan laju karena tak kuat menahan panas berlebihan.

“Kampas enggak mampu menahan maka licin sempurna, koefisien gesek nol seperti kaca. Direm dapat tapi enggak gigit,” kata Wildan dalam webminar yang digelar Isuzu Indonesia, pada Juni 2021.

Tekor angin penyebab rem blong dikatakan Wildan terjadi saat sistem rem, AOH atau full air brake, kekurangan tekanan udara.

Kata dia, jika tekanan udara di indikator di bawah 7 bar maka pengemudi tak akan bisa menekan pedal rem karena tekanannya kurang.

Penyebab terakhir adalah vapor lock yang disebut Wildan dapat terjadi pada sistem rem hidraulis dan AHO yang mengandalkan cairan rem (minyak rem). Vapor lock terjadi ketika air masuk ke sistem rem yang seharusnya vakum dan bekerja hidraulis.

“Minyak rem itu titik didih 250 derajat celcius tergantung DOT tapi ketika ada kandungan air sedikit saja titik didih turun 50 derajat. Saat panas dia mendidih, lalu muncul gelembung,” jelas Wildan.

Gelembung dari air itu lantas bisa masuk ke silinder rem dan membuat ‘angin palsu’ masuk ke master rem.

Teknis rumit rem blong seperti ini mesti dipahami pengemudi bus dan truk sebagai modal keselamatan berkendara. Wildan mengatakan, ketidakpahaman tentang sistem rem juga dapat menjadi penyebab kecelakaan, selain itu perawatan juga merupakan faktor utama.

Menurut penjelasan kepolisian, kecelakaan truk Pertamina terjadi di jalan menurun dan terdapat lampu lalu lintas. Saat itu lampu sedang berwarna merah menurut keterangan saksi, sehingga bisa diasumsikan sejumlah kendaraan sedang berhenti.

Polri menjelaskan, truk Pertamina diduga mengalami rem blong. Selain itu, dinyatakan tak ditemukan tanda atau bekas pengereman di lokasi.

“Masih terlalu dini, petugas masih di TKP. Dugaan sementara rem blong, tapi harus dibuktikan lebih dahulu supaya objektif,” kata Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanda mengatakan, insiden ini mirip kecelakaan truk maut di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada tahun lalu.

Pada Juni lalu, KNKT telah merilis hasil investigasi atas kecelakaan truk maut Balikpapan. Penyebabnya adalah kesalahan pengemudi, bukan rem blong karena KNKT tidak menemukan masalah sistem pengereman. (*)

Sumber: Berita CNN Indonesia berjudul Apa Itu Rem Blong Diduga Penyebab Kecelakaan Maut Truk Cibubur?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top