Opini

Uang, Cinta, dan Kehidupan

Oleh: Iven Hartiyasa*

Apakah uang itu? Mengapa banyak orang merasa sangat tidak nyaman dengannya dalam satu atau lain cara?

Ini adalah pertanyaan yg sensitif, karena uang bukanlah seperti yang terlihat. Akar masalah uang jauh lebih dalam dari yang tampak. Uang tidak hanya sesuatu yang tampak dari luar dalam bentuk uang kertas itu. Uang ada hubungannya dengan batin, pikiran dan sikap.

Uang adalah kecintaan pada suatu benda; uang adalah pelarian dari orang lain; uang adalah rasa aman dari kematian; uang adalah upaya untuk mengendalikan kehidupan; uang adalah seribu satu hal. Uang bukan hanya sekedar mata uang. Jika uang hanya sekedar mata uang, segalanya akan menjadi sangat mudah.

***

Uang adalah cinta pada benda, bukan cinta pada manusia. Cinta yang paling nyaman adalah cinta pada benda, karena benda itu mati. Engkau dapat memilikinya dengan mudah. Engkau dapat memiliki rumah atau istana terbesar, tetapi engkau tidak dapat memiliki bayi mungil. Bayi itu menolak untuk dimiliki. Bayi itu berjuang untuk kebebasannya. Bayi, betapapun kecilnya, berbahaya bagi orang yang ingin memilikinya. Dia akan memberontak. Dia akan menjadi pemberontak dan tidak akan membiarkan siapa pun memilikinya.

Orang yang tidak bisa mencintai manusia, mulai mencintai uang karena uang adalah sarana untuk memiliki sesuatu. Semakin banyak uang dan benda yang dimiliki, semakin engkau bisa melupakan manusia.

Engkau akan memiliki banyak hal, tetapi engkau tidak akan memiliki kepuasan karena kepuasan yang mendalam hanya datang ketika engkau mencintai seseorang. Uang tidak akan memberontak, tetapi juga tidak dapat merespons, itulah masalahnya.

Itu sebabnya orang kikir menjadi sangat buruk karena tidak ada yang pernah menanggapi cintanya. Bagaimana engkau bisa indah tanpa cinta jatuh pada, tanpa bunga cinta menghujani? Engkau menjadi buruk. Engkau menjadi tertutup.

***

Orang yang memiliki uang atau mencoba untuk memiliki uang, adalah orang yang kikir dan akan selalu takut pada orang lain, karena jika orang lain itu diizinkan mendekat, mereka mungkin harus mulai berbagi. Jika engkau mengizinkan seseorang mendekatimu, engkau juga harus mengizinkan dirimu berbagi.

Orang yang mencintai benda menjadi seperti benda itu sendiri: mati dan tertutup. Tidak ada yang bergetar di dalamnya; tidak ada yang menari dan bernyanyi di dalamnya. Hati mereka telah kehilangan irama. Mereka menjalani kehidupan mekanis. Mereka terbebani dengan banyak hal, tetapi mereka tidak memiliki kebebasan karena hanya cinta yang dapat memberimu kebebasan. Cinta dapat memberimu kebebasan hanya jika engkau memberi kebebasan untuk mencintai.

Orang yang takut cinta menjadi posesif akan uang. Orang yang mencintai menjadi tidak posesif akan uang. Uang tidak terlalu penting baginya. Jika uang ada, bagus, uang itu bisa digunakan. Jika tidak ada, itu juga bagus, karena cinta adalah kerajaan yang tidak dapat dibeli dengan uang.

Cinta adalah pemenuhan yang begitu dalam (intim-ekstase) sehingga engkau bisa menjadi pengemis di jalan. Engkau juga bisa bernyanyi jika engkau memiliki cinta di hatimu. Jika engkau telah mencintai dan dicintai, cinta memahkotaimu, menjadikanmu raja. Ya, uang bisa mengubahmu.

Aku tidak anti uang. Aku tidak mengatakan untuk membuangnya, karena itu adalah tindakan ekstrem. Membuang uang juga merupakan langkah terakhir dari pikiran kikir. Seorang manusia yang telah menderita terlalu banyak karena uang, yang telah melekat pada uang dan tidak bisa mencintai siapa pun, menjadi sangat frustrasi pada akhirnya sehingga ia membuang dan meninggalkan uang untuk pergi ke Himalaya, memasuki sebuah biara Tibet dan menjadi biksu (atau sufi). Manusia ini belum mengerti.

Jika engkau mengerti, uang dapat digunakan. Orang yang tidak mengerti adalah orang yang kikir dan tidak dapat menggunakan uang.

Engkau dapat mengumpulkan uang seperti orang gila, lalu suatu hari engkau mengerti bahwa engkau menyia-nyiakan seluruh hidupmu.

Jika orang berakal memiliki uang, dia akan membagi uangnya, karena uang bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kehidupan. Jika dia merasa bahwa hidup dan cinta membutuhkan uang, dia juga dapat membuang uang. Tetapi itu bukan penolakan pada uang, itu karena ia menganggap uang sebagai alat.

Cinta adalah tujuan baginya; uang adalah alat. Uang tidak pernah menjadi tujuan. Bagi orang yang mengejar uang, uang adalah tujuan, cinta hanya menjadi alat. Bahkan doa mereka adalah untuk uang: doa menjadi alat untuk mendapatkan uang.

Uang adalah fenomena yang sangat kompleks. Mengapa orang menjadi terlalu masuk ke dalamnya? Uang memiliki daya tarik magnetis tertentu. Uang memiliki daya tarik hipnosis di dalamnya dan daya tariknya adalah engkau dapat memilikinya sepenuhnya. Uang sangat patuh. Ia menjadi budak. Ego akan merasa sangat terpenuhi.

Cinta itu tidak patuh. Cinta itu memberontak. Engkau tidak dapat memiliki cinta. Engkau dapat memiliki seorang wanita atau pria, tetapi engkau tidak akan pernah dapat memiliki cinta. Jika engkau memiliki seorang pria atau wanita, mereka telah menjadi uang atau benda atau alat. Sebuah objek.

Seorang manusia menjadi manusia hanya ketika mereka adalah tujuan bagi diri mereka sendiri, bukan alat bagi orang lain. Uang adalah alat. Terobsesi pada alat adalah kebodohan terbesar yang dapat terjadi pada seorang manusia.

Uang seharusnya tidak menjadi tujuan, tetapi aku tidak mengatakan bahwa engkau harus meninggalkannya dan menjadi pengemis. Gunakan uang itu sebagai alat yang baik. Aku tidak menentang uang. Aku tidak punya alasan untuk menentangnya. Aku hanya mengatakan sesuatu tentangmu dan sikap posesifmu, bukan tentang uang.

***

Uang bisa menjadi indah jika engkau tidak terobsesi dengannya. Uang itu seperti darah yang beredar di dalam tubuh. Uang adalah darah yang beredar di dalam tubuh masyarakat. Uang membantu masyarakat untuk hidup, persis seperti darah.

Engkau pasti pernah mendengar tentang penyakit di mana darah berhenti dan tidak bisa bersirkulasi karena ada gumpalan darah yang tersumbat dan darah tidak bisa beredar di dalam tubuh. Penyakit ini membuatmu lumpuh. Jika penggumpalan terjadi di jantung, engkau mati.

Jika uang beredar, berpindah dari satu tangan ke tangan lain dan terus bergerak, semakin banyak bergerak semakin baik, seperti darah yang bersirkulasi dengan baik, maka hidup menjadi sehat. Tetapi ketika seorang yang kikir masuk, gumpalan telah terjadi. Seseorang hanya mengumpulkan dan tidak berbagi. Itu adalah gumpalan dalam sirkulasi darah.

Orang itu mengganggu (sirkulasi darah masyarakat). Dia tidak menghidupi dirinya sendiri dan karena pemblokirannya dia tidak membiarkan orang lain hidup. Uang itu berhenti beredar. Sirkulasi darah adalah kehidupan. Darah yang berhenti dan tersumbat, adalah kematian. Uang yang beredar adalah kehidupan, uang yang berhenti mengalir dan terblokir, adalah kematian. (*Penulis di Kabupaten Kutai Kartanegara)

Referensi:
Living of tao

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top