Kalimantan Timur, ID
23°C
Visibility: 10 km

Angka Stunting di Kaltim Masih Tinggi, Izmil Tekankan Sinergi Pemprov dan Kemenkes

IMG-20211007-WA0003

Samarinda, beritaalternatif.com – Jaringan Muda Kesehatan Masyarakat Indonesia (JMKMI) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) akan berkomitmen untuk menyinergikan gerakan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam upaya menurunkan angka kasus stunting yang prevalensinya mencapai 28 persen atau di atas rata-rata angka nasional yakni 27 persen.

Izmil Patola selaku Ketua JMKMI Kaltim-Kaltara, Kamis (7/10/2021) kepada beritaalternatif.com, mengungkapkan, stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan kegagalan seorang anak untuk tumbuh dan berkembang optimal.

“Ini merupakan dampak dari kekurangan gizi secara komulatif, sehingga pertumbuhan anak terlalu pendek untuk usianya dan diikuti dengan penurunan kemampuan kognitif serta biasanya disertai pula dengan berbagai penyakit bawaan lainnya,” terang Izmil.

Melalui strategi nasional penanggulangan stunting 2018-2024, ia berharap pemerintah mengupayakan konvergensi dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk pencegahan dan penurunan stunting. Mulai dari perencanan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi melalui Instruksi Gubernur Kalimantan Timur Nomor 5 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Izmil mengatakan, salah satu upayanya adalah menggiatkan agenda seperti Rembuk Stunting, kemudian memberikan kepastian hukum bagi kampung untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi dan memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa.

“Ya, harapannya kita dapat bersinergi dalam upaya bersama untuk pencegahan stunting di Provinsi Kaltim,” kata Izmil.

Ia juga berharap kepada Kementrian Kesehatan dalam waktu beberapa tahun ke depan mampu menurunkan angka stunting.

“Kementerian Kesehatan diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kalimantan Timur hingga 14% pada tahun 2024 mendatang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah

Ini Lima Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat saat PPKM Darurat Juli 3, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat se-Jawa dan Bali untuk...

Tan Malaka Juli 26, 2021

Nama asli Tan Malaka adalah Sutan Ibrahim. Sedangkan Tan Malaka adalah nama semi-bangsawan yang didapatkannya dari garis keturunan ibunya. Nama...

Yahudi Diizinkan Ibadah di Kompleks Masjid al-Aqsa, Picu Kemarahan Kelompok Perlawanan Palestina Oktober 9, 2021

Quds, beritaalternatif.com - Kubu perlawanan Palestina menyebut keputusan membolehkan orang Yahudi beribadah di Kompleks Masjid al-Aqsa sebagai...

Inflasi Juni 2021 di Kaltim Terkendali, Daging Ayam Ras dan Emas Penyumbang Utama Juli 2, 2021

Samarinda, beritaalternatif.com – Pada Juni 2021, Kaltim mengalami inflasi pada level yang terkendali. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan lalu...

Menyoal Inkonsistensi Penerapan Rehabilitasi terhadap Penyalahguna Narkotika Agustus 10, 2021

PENYALAHGUNAAN narkotika telah menjadi masalah serius di Indonesia. Barang haram tersebut tak hanya disalahgunakan orang-orang di kota besar, tetapi...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *