Kutai Kartanegara

Gandeng Pemdes dan Puskesmas, Polsek Sebulu Sukses Adakan Vaksinasi di Giri Agung

Kukar, beritaalternatif.com – Polisi Sektor (Polsek) Sebulu 2 mengadakan vaksinasi ketujuh bersama Pemdes Giri Agung pada Senin (4/4/2022) pagi.

Dalam vaksinasi ketujuh tersebut, sekitar 100 orang warga terlihat antusias mengikuti program pembentukan kekebalan kelompok ini.

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), Briptu Nurrahman mengatakan, vaksinasi massal ini dilaksanakan atas instruksi dari Kepala Polsek Sebulu untuk memudahkan masyarakat mendapat vaksin.

“Kalau mereka vaksin ke PPKM Sebulu 2, kan jauh tu. Akses jalannya juga rusak. Makanya dari Pak Kepala Polsek memerintahkan saya untuk membuat vaksinasi di desa saja. Biar masyarakat setempat dekat gitu,” ujarnya.

Ia mengatakan, setiap pelaksanaan vaksinasi di Giri Agung, pihaknya menyediakan 100 hingga 300 dosis vaksin. Umumnya, setelah vaksinasi, hanya 20-30 dosis vaksin yang tersisa.

Kata dia, vaksin yang tersedia tidak terpakai semua karena pada pagi hari sebagian besar warga Giri Agung berkebun dan bertani.

“Jadi, kalau mau vaksin itu baiknya nunggu habis-habis Zuhur baru mereka ke sini. Namun, tenaga medisnya engga bisa kalau siang,” ungkapnya.

Setiap kali diadakan vaksinasi, Pemdes Giri Agung menyediakan sembako dan es krim untuk anak-anak supaya mendorong mereka mau divaksin Covid-19.

“Di samping itu juga Pak Kades bahasanya berbagi. Momennya pas. Jadi, saya rasa gara-gara faktor itu sih animo masyarakat itu tinggi,” ucapnya.

Selain itu, vaksinasi ini menjadi salah satu persyaratan untuk melakukan perjalanan jauh, seperti mudik lebaran Idulfitri.

Bila warga telah mengikuti vaksinasi dosis ketiga (booster), maka ia bisa mudik tanpa disyaratkan tes antigen atau swab test.

“Masyarakat Giri Agung ini rata-rata pendatang semua. Mereka mau pulang kampung. Jadi, mereka sendiri yang mencari vaksin,” terangnya.

Rahman menjelaskan, vaksinasi pada bulan Ramadan tidak membatalkan puasa. Hal ini merujuk pada Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hanya saja, warga yang sedang berpuasa dan hendak mengikuti vaksinasi harus makan pada saat sahur.

“Alhamdulillah tidak ada masalah karena sudah ada anjuran dari MUI. Lembaga agama kita,” ucapnya.

Vaksinasi di Giri Agung kemarin, sambung dia, berjalan dengan lancar karena pihaknya bekerja sama dengan Pemdes, Komando Rayon Militer (Koramil), dan Puskemas.

Ia mengatakan, vaksinasi di Giri Agung akan terus dilaksanakan hingga seluruh warga telah divaksin dari dosis pertama sampai dosis ketiga.

Namun, kata dia, vaksinasi akan tetap menyesuaikan ketersediaan dan jadwal vaksin.

Saat ini, vaksin yang disediakan adalah AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sinovac khusus anak-anak.

Ia berharap seluruh warga tertib melakukan vaksinasi sehingga terbebas dari Covid-19.

Rahman menegaskan, vaksinasi sangat diperlukan untuk membentuk kekebalan tubuh. Pasalnya, 90 persen warga Giri Agung berprofesi sebagai petani, sehingga rentan terinfeksi virus corona.

“Petani ini kegiatan di luarnya sangat padat. Jadi, saya sarankan untuk ikut vaksinasi,” tutupnya. (*)

Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top