Kutai Kartanegara

Mahasiswa Antusias Ikuti UnikArt Gigs yang Diselenggarakan USB Unikarta

Kukar, beritaalternatif.com – Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya (USB) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong memperingati Hari Musik Nasional di Lapangan Basket Unikarta pada Rabu (9/3/2022) malam.

Dalam kegiatan yang menampilkan band-band lokal dan seniman ini, USB berkolaborasi dengan Izzi Productions, Monawa Gigs, dan Atv Media.

Kegiatan yang diberi nama UnikArt Gigs tersebut mengangkat tema Membangun Silaturahmi Pelaku Seni dan Ekosistem Ekonomi Musik di Kukar.

Ketua Panitia UnikArt Gigs, Siva menjelaskan, sejatinya dalam kegiatan ini pihaknya akan menampilkan musik, film, teater, dan lain-lain.

“Namun karena persiapan yang singkat, kami memperkecil skala event ini dengan skala gigs,” bebernya.

Meski begitu, para mahasiswa dan jajaran kampus sangat antusias mengikuti kegiatan ini.

Siva menjelaskan, UnikArt Gigs bertujuan membangun silaturahmi sesama komunitas musik dan seniman di Kukar.

Selain itu, kata dia, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kembali nilai-nilai seni budaya di Kampus Ungu agar musik dan kesenian lokal yang diwariskan oleh generasi terdahulu tetap dipelihara dan dikenal masyarakat.

Ia mengungkapkan, selama dua tahun pandemi melanda Kukar, USB Unikarta menghentikan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kesenian dan kebudayaan.

“Namun, mulai hari ini kami akan kembali mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk membangun antusias dan rasa memilikinya mahasiswa terkait kesenian dan kebudayaan,” terangnya.

Siva melanjutkan, kegiatan-kegiatan yang bertajuk kesenian dan kebudayaan harus terus dipertunjukkan di masyarakat Kukar, sehingga tidak terkikis oleh zaman yang semakin modern dengan teknologi yang kian canggih.

“Mari sama-sama kembangkan seni budaya,” ajaknya.

Sebagai anak muda yang mewarisi kebudayaan dan kesenian di Kukar, ia mengajak generasi muda tidak terbuai oleh budaya-budaya asing yang masuk ke Kukar.

“Kita bukan anti dengan budaya asing. Hanya saja lebih diminimalisir agar tidak terjadinya disparitas antara budaya etam dan budaya asing,” tutupnya. (*)

Penulis: M. As’ari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top