Kutai Kartanegara

Suria Irfani: Pemimpin IKN Nusantara Tak Mesti Putra Daerah

Kukar, beritaalternatif.com – Beberapa hari ini ramai di media lokal dan nasional tentang nama-nama calon Kepala Badan Otorita yang akan memimpin Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebagian tokoh mengusulkan agar putra daerah diprioritaskan untuk memimpin IKN Nusantara. Dua nama seperti mantan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan mantan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mencuat di media massa sebagai dua tokoh yang layak memimpin IKN Nusantara. Namun, “gaungnya” belum begitu luas.

Di lain sisi, belum ada satu pun nama-nama yang masuk dalam bursa calon pemimpin IKN disebut di berbagai media ternama di Tanah Air.

Akademisi dari Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), M. Suria Irfani, mengaku tidak ingin terjebak dengan dikotomi putra daerah Kaltim dan tokoh nasional yang akan diusulkan dan dipilih untuk memimpin Badan Otorita IKN Nusantara.

Dia menegaskan, yang terpenting dari calon Kepala Badan Otorita IKN Nusantara ialah sosok yang mempunyai kompetensi, kapasitas dan kualifikasi yang mumpuni.

“Apalagi selevel IKN yang relatif baru. Tentu kita membutuhkan orang yang memang punya kualifikasi yang memadai untuk memanajemen IKN itu dengan baik,” ucap Suria Irfani, Rabu (2/2/2022) siang.

Ia meyakini pemerintah pusat tidak menutup diri bila dalam perkembangannya terdapat putra daerah yang memenuhi syarat untuk masuk atau menempati posisi di dalam struktur Badan Otorita IKN sehingga bisa dimasukkan dalam struktur di bawah Kepala Badan Otorita IKN nantinya.

“Selama ia punya kompetensi, kapasitas, dan kualifikasi yang disyaratkan, idealnya pemerintah pusat tidak menutup diri terhadap usulan masuknya putra daerah dalam struktur Badan Otorita. Ini yang menurut saya harus dipertimbangkan dengan sangat baik oleh Presiden Jokowi,” sarannya.

Surya Irfani mengungkapkan, tidak sedikit contoh kasus di berbagai daerah, di mana justru putra daerah yang sebelumnya dielu-elukan masyarakatnya, justru mengecewakan mereka. Misalnya, terlibat dalam kasus korupsi.

Di sisi lain, ada pula sosok yang tergolong pendatang atau bukan asli putra daerah, yang ketika diberikan kesempatan memimpin di suatu daerah justru menunjukkan prestasi yang membanggakan, hingga mampu mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang dipimpinnya.

Hal ini tentu saja menggambarkan bahwa masyarakat tidak perlu terjebak dengan dikotomi putra daerah atau bukan putra daerah. Substansinya, sosok tersebut mampu memberikan yang terbaik bagi daerah yang dipimpinnya.

Meskipun tidak memiliki banyak referensi tentang putra daerah yang layak memimpin Badan Otorita IKN Nusantara, Suria Irfani menyebutkan, nama-nama seperti Syaharie Jaang dan Rizal Effendi adalah figur yang menurutnya mempunyai kapasitas dan pengalaman dalam memimpin wilayah, terbukti mereka terpilih selama dua periode dalam memimpin daerahnya masing-masing.

“Pak Isran Noor itu juga mungkin-mungkin saja. Beliau pernah jadi Bupati bahkan sekarang menjadi Gubernur. Saya pikir itu menandakan beliau punya kapasitas untuk itu,” jelas Suria Irfani.

Dia berpendapat, tokoh-tokoh di luar Kaltim relatif banyak yang mampu menjadi pemimpin yang baik saat memimpin daerah mereka. Karenanya, ia mengajak masyarakat agar lebih obyektif dan realistis dalam melihat pemimpin baru di IKN Nusantara.

“Saya sih bicara pada konteks kualifikasi, kompetensi dan kapasitas yang memadai,” tuturnya. Namun, ia memberikan catatan. Pemimpin IKN Nusantara hendaknya tokoh yang mempunyai kualifikasi serta rekam jejak minimal pernah memimpin daerah atau wilayah dengan prestasi mentereng. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top