Kutai Kartanegara

Kaliya Dorong Unikarta Jadi Kampus yang Ramah terhadap Disabilitas

BERITAALTERNATIF.COM – Kutai Literasi dan Budaya Etam (Kaliya) menyambut positif niat Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menerima penyandang tunarungu untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Hal ini merupakan salah satu hasil pertemuan antara pendiri Kaliya Listiana Mugiarti dan Ketua Kaliya Viola Meilinda Putri Prihastiwi dengan Rektor Unikarta Prof. Ince Raden pada Selasa (14/6/2022).

Pertemuan tersebut menghasilkan satu kesepakatan, yakni tiga orang “teman tuli” akan menempuh pendidikan tinggi di universitas yang berjuluk Kampus Unggu tersebut.

Kerja sama ini akan dikukuhkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kaliya dengan Unikarta pada 30 Juni 2022.

Kata dia, Kaliya menjadi fasilitator dalam usaha menjadikan Unikarta sebagai kampus yang ramah bagi teman-teman tuli. Pihaknya akan mengurus berkas pendaftaran tiga calon mahasiswa tersebut serta mengawalnya hingga sukses menjalani perkuliahan di Unikarta.

“Mereka akan kuliah di Fakultas Ekonomi. Itu berdasarkan kemauan mereka,” ungkap Viola kepada beritaalternatif.com pada Selasa sore.

Dia mengungkapkan, teman tuli akan menjalani perkuliahan sebagaimana proses belajar mengajar pada umumnya. Mereka akan belajar satu kelas dengan mahasiswa yang disebutnya sebagai “teman-teman dengar”.

Tujuannya, teman tuli mendapatkan banyak teman baru. Kemudian, langkah ini diharapkan sebagai ikhtiar untuk menyosialisasikan bahasa isyarat kepada mahasiswa Unikarta.

“Mungkin awal mulanya bingung. Pasti. Tapi kan pasti juga lama kelamaan di situ ada proses belajar. Pasti mereka juga bisa menerima,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kaliya tidak akan berlepas tangan setelah tiga “anak asuhnya” diterima di Unikarta. Pihaknya akan melakukan evaluasi secara bertahap untuk mengetahui perkembangan ketiganya.

Dalam rangka memudahkan tiga orang calon mahasiswa tersebut, Kaliya akan menawarkan juru bahasa isyarat kepada Unikarta. “Kami akan sediakan sekiranya Unikarta belum memiliki juru bahasa isyarat,” ucapnya.

Viola juga mengaku telah menawarkan juru ketik untuk memudahkan teman tuli mengikuti perkuliahan di kelas. “Jadi, memang kita kawalnya itu benar-benar. Bukan kita lepas begitu saja. Kita evaluasi dan kawal,” katanya.

Dia berharap Unikarta segera mewujudkan mimpi Kaliya agar muncul kampus yang ramah disabilitas di Kaltim. Unikarta juga diharapkan menjadi satu-satunya kampus pertama di Kaltim yang menerima teman tuli sebagai mahasiswa.

“Karena ini peluang yang sangat indah. Karena apa? Ketika Unikarta dan Kaliya ini sudah bekerja sama dan bisa merealisasikan itu dengan sesingkat-singkatnya, itu berarti Unikarta jadi satu-satunya universitas di Kaltim yang menerima teman tuli berkuliah,” sebut Viola. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top