Kutai Kartanegara

Separuh Usianya Dihabiskan untuk Generasi Kukar, Hj. Arpiah Rusli Disebut Layak Jadi Tokoh Pendidikan

Kukar, beritaalternatif.com – Pada 1 April 2022 lalu, Ketua Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara (Kukar) Elvi Arbayani Thauhid bersilaturahmi dengan salah satu tokoh wanita yang dianggap berkontribusi besar di dunia pendidikan Kukar.

Dia adalah Hj. Arpiah Rusli, pendiri SMP YPK Tenggarong, yang kini sudah berusia 84 tahun. Ia merupakan mantan dosen Unikarta yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kukar tiga periode.

Elvi menyebutkan, dengan berbagai kontribusi yang pernah dilakukannya untuk pendidikan di Kukar, Hj. Arpiah layak menjadi tokoh pendidikan perempuan di Kukar.

Hj. Arpiah telah memenuhi beberapa kriteria sebagai tokoh pendidikan, seperti bergerak atau aktif di bidang pendidikan, berjasa dalam mencerdaskan bangsa, melakukan hal yang luar biasa di bidang pendidikan, diakui oleh masyarakat dan pemerintah serta menjadi teladan.

Diketahui, Hj. Arpiah pernah menjadi Guru di SMPN 1 Samarinda pada 1956-1958; guru di SMPN 1 Tenggarong pada 1958-1982 dengan mata ajaran bahasa Inggris; mendirikan SMP YPK pada 1983 dan menjadi kepala sekolah pertama pada 1983-1993.

Elvi Arbayani Thauhid

Kemudian, ia pernah menjadi Anggota DPRD Kukar selama tiga periode berturut-turut pada 1983-1998, serta pernah menjadi dosen Unikarta untuk mata kuliah bahasa Inggris pada 1999-2015.

Beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormawa) juga pernah digelutinya pada 1972-2010, di antaranya pernah menjadi Ketua I Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada 1972-1982, serta menjadi Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) Cabang Kukar pada 1985-1995.

Kemudian menjadi Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Cabang Kukar tahun 1994; Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Cabang Kukar 2008; Ketua Kwarcab Kutai 1980, dan Ketua IWAPI Kukar tahun 2000.

Berlatar belakang sebagai pendidik dan pendiri YPK, ibu sembilan anak tersebut telah menghabiskan separuh umurnya di dunia pendidikan dengan memberikan kontribusi aktif dalam mengajar dan berorganisasi.

“Karena itu, beliau cocok menjadi tokoh pendidikan wanita di Kukar,” sebut Elvi kepada beritaalternatif.com, Selasa (6/4/2022).

Ia pun mendorong Hj. Arpiah menjadi tokoh pendidikan wanita di Kukar. Elvi beralasan, hingga usia senja, Hj. Arpiah masih menunjukkan kegigihannya mengabdi di dunia pendidikan. Dia juga menyelesaikan S3 di usia yang tidak muda.

Kata dia, sederet kontribusi dan perjuangan Hj. Arpiah di dunia pendidikan, organisasi, dan politik bisa memotivasi perempuan Kukar untuk terus belajar.

Alasan lain Hj. Arpiah diusulkan sebagai tokoh pendidikan Kukar, lanjut Elvi, agar semakin banyak perempuan Kukar yang bisa mengikuti jejaknya.

“Saya anggap beliau sukses di keluarga dan di luar. Itu sebagai contoh bahwa ada sosok perempuan Kukar yang patut diteladani,” ujar Elvi.

Dia berharap kepada Pemda Kukar agar menetapkan Hj. Arpiah sebagai tokoh pendidikan perempuan.

Sebagai sosok pengajar yang ramah dan sabar, Hj. Arpiah sudah memiliki banyak sekali murid di Kukar.

Elvi juga berharap, ketika Hj. Arpiah dipilih sebagai tokoh perempuan, Pemkab bisa menetapkan beberapa fasilitas seperti gedung perpustakaan maupun jalan untuk mengabadikan nama Hj. Arpiah.

Hal tersebut bertujuan agar generasi selanjutnya tahu bahwa ada tokoh perempuan hebat di Kukar yang patut ditiru dan diteladani.

“Harapannya kalau bisa tahun ini bisa ditetapkan dan juga menjadi tokoh inspirasi pendidikan oleh Pemkab. Kami inginkan demikian,” pungkas Elvi. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah
Editor: Ufqil Mubin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top