Kutai Kartanegara

Kelompok Tunarungu Antusias Ikuti Pelatihan Beisyaratan yang Diselenggarakan Kaliya

Kukar, beritaalternatif.com – Kutai Literasi dan Budaya Etam (Kaliya) mengadakan Pelatihan Beisyaratan di Sekretariat Gerakan Literasi Kutai (GLK). Tujuannya, memperkenalkan kelompok tunarungu cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Pelatihan Beisyarat telah dimulai bulan ini. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap dua kali sebulan. Pertemuan dilakukan pada hari Jumat setiap dua pekan.

Ketua Kaliya, Viola Meilinda Putri menjelaskan, pelatihan ini terinspirasi dari pertemuan Penasehat Kaliya dengan sejawatnya yang berstatus tunarungu.

Saat diajak berkomunikasi, orang tersebut agak kaku dalam berbicara. Padahal, ia merupakan Pembina Sahabat Tuli Tenggarong.

“Dari situlah beliau berfikir untuk menghidupkan lagi etika untuk beisyaratan untuk mengetahui bahasa isyarat,” terangnya kepada beritaalternatif.com, Senin (14/3/2022).

Di sisi lain, Viola pun berstatus sebagai Duta Bahasa tahun 2020 dalam ajang nasional. Salah satu tugasnya, memberikan kemudahan berkomunikasi dengan kelompok tunarungu.

Pelatihan perdana diikuti oleh 11 orang peserta, yang terdiri dari siswa dan ibu rumah tangga. Pertemuan selanjutnya, peserta memenuhi tempat kegiatan.

Viola mengungkapkan, dalam salah satu testimoni saat pelatihan tersebut, para peserta mengaku terkesan dengan kegiatan ini. Mereka juga menilai pelatihan ini “menarik”.

Para peserta pun berkeinginan belajar lebih dalam terkait bahasa isyarat. “Jika disimpulkan, responsnya semuanya positif. Alhamdulilah sementara ini tidak ada respons negatif,” ungkapnya.

Diketahui, Kaliya adalah yang bergerak di bawah naungan GLK. Namun, sifatnya independen. Organisasi ini bertujuan memperluas cakupan gerakan GLK.

“GLK ini membidangi banyak hal. Tidak hanya tentang pengabdian dan pendidikan, tapi juga kesenian, kebudayaan dan lain-lain,” jelasnya.

Visi Kaliya adalah berkarya dan berbudaya. Sedangkan misinya antara lain berkarya dan menyebarluaskan literasi, serta menciptakan kemanfaatan dan nilai dalam wawasan berbudaya.

Dia mengungkapkan, Kaliya terbentuk pada tahun 2021. Organisasi ini digerakkan oleh empat orang perempuan. Viola pun memiliki keinginan kuat membangun organisasi tersebut.

“Kaliya ini organisasi khusus perempuan, namun secara umum saat pelaksanaan kegiatan, kita butuh laki-laki untuk bantu secara teknis,” jelasnya.

Meski sejauh ini kegiatan Kaliya belum begitu masif, namun dalam pelaksanaannya selalu diikuti dengan antusiasi oleh berbagai kalangan.

“Uniknya dalam Kaliya ini diisi oleh beberapa anak muda. Sangat bagus sebagai wadah pembentukan karakter, belajar dan berproses,” pungkasnya. (*)

Penulis: M. As’ari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top