Kutai Kartanegara

Prof. Ince Raden Apresiasi Pelaksanaan Kuliah Umum FAI Unikarta

BERITAALTERNATIF.COM Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof. Ince Raden menyampaikan sambutan dalam pembukaan kuliah umum Fakultas Agama Islam (FAI) Unikarta pada Jumat (9/9/2022) siang.

Kuliah umum yang menghadirkan peneliti dari UIN Antasari Banjarmasin Dr. Wahyudin tersebut dilaksanakan di Ruangan Perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta.

Kuliah umum yang dihadiri sekitar 450 orang mahasiswa FAI Unikarta ini mengangkat tema Mewujudkan Mahasiswa Berjiwa Sociopreneur, Kreatif, Inisiatif, dan Peduli di Era Society 5.0.

Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan penghargaan kepada FAI Unikarta yang telah menyelenggarakan kuliah umum tersebut.

Kata dia, kuliah umum ini merupakan usaha mewujudkan visi dan misinya selaku Rektor Unikarta yang bercita-cita menjadikan Kampus Ungu sebagai kampus kewirausahaan.

Meski mahasiswa belajar dan kuliah di FAI Unikarta, sambung dia, hal ini tak berarti mahasiswa tidak bisa menjalankan aktivitas kewirausahaan.

“Pengusaha itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw,” katanya.

Rektor menjelaskan, selain utusan Allah, Nabi juga merupakan seorang pedagang andal.

Karena itu, banyak hal yang dipelajari oleh generasi masa kini dari Nabi Muhammad untuk menjadi pedagang sukses.

“Oleh karena itu, tidak berarti bahwa kita kuliah di FAI Unikarta kita tidak bisa menjadi seorang pengusaha,” ujarnya.

Tema tentang kewirausahaan, sambung Rektor, harus menjadi tema yang tidak luput dari bahan diskusi dan pembicaraan mahasiswa.

Oleh sebab itu, dia berharap FAI Unikarta menjadi penggerak utama untuk mengajarkan mahasiswa dalam berbisnis berdasarkan nilai-nilai keagamaan, etika, dan profesionalitas.

Ia juga berharap kepada FAI Unikarta menggali konsep dan cara-cara Rasulullah dalam berbisnis.

“Ini yang paling penting, sehingga ini bisa menjadi role model, inovasi, dan kreativitas,” ucapnya.

Konsep dan teladan bisnis Nabi Muhammad, lanjut dia, dapat menjadi contoh bagi mahasiswa FAI Unikarta untuk menghadapi era Society 5.0.

“Menurut hemat saya, ini yang paling penting, sehingga bisa menjadi role model dalam berbisnis,” imbuhnya. (um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top