Kutai Kartanegara

Elvi Arbayani Dorong Remaja yang Jadi Korban Pemerkosaan di Muara Kaman Lanjutkan Pendidikan

Kukar, beritaalternatif.com – Ketua Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Elvi Arbayani Thauhid turut menanggapi kasus asusila yang terjadi di Kecamatan Muara Kaman.

Elvi berharap kepada Unit Pelaksana Tugas (UPT) Disdikbud Kukar terdekat dapat memberikan bantuan kepada korban.

Ketika anaknya lahir, ia berpesan agar keluarga korban mau mengurus anak dari remaja tersebut, sehingga perempuan itu dapat melanjutkan pendidikannya.

“Tanpa mengingat masa lalunya dan ia berfikir masa depan bahwa di usia muda ‘aku bisa berbuat untuk keluargaku dan daerahku’. Jadi, bisa berkontribusi,” terangnya, Selasa (5/4/2022).

“Mudah-mudahan kejadian ini membuat ia tidak putus asa untuk bersekolah dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.

Ia mengatakan, korban bisa melanjutkan sekolah asal lingkungannya mendukung korban.

Lingkungan keluarga dan sekolah harus mendukung serta memberikan motivasi kepada korban agar remaja tersebut mau melanjutkan pendidikannya.

“Pihak sekolah dan pihak keluarga intinya memotivasi dia untuk melihat ke depan. Dia masih muda dan dia masih bisa berkontribusi untuk keluarga dan daerahnya,” jelas dia.

Elvi mengaku belum mengetahui aturan yang memperbolehkan korban tersebut melanjutkan pendidikan.

Ia beranggapan, anak yang dipenjara karena narkoba pun bisa melanjutkan pendidikan, bahkan difasilitasi oleh pemerintah, apalagi remaja tersebut yang merupakan korban pemerkosaan.

“Mungkin dengan komunikasi antara keluarga dan sekolah, insyaallah bisa. Asal ia bisa mengikuti pelajaran yang tertinggal. Mungkin pihak sekolah bisa menerima dengan komunikasi antara sekolah dan keluarga,” terangnya.

Ia berharap bahwa korban masih bisa melanjutkan pendidikannya karena remaja tersebut masih sangat muda dan mempunyai banyak potensi untuk dikembangkan.

“Disabilitas diberikan ruang seluas-luasnya, apalagi ia seperti itu. Yang penting ia cepat pulih dan lingkungannya menerimanya,” saran dia.

Pondok pesantren, sambung dia, bisa menjadi pilihan bagi korban tersebut untuk melanjutkan pendidikannya.

Dengan begitu, dia bisa meninggalkan kampung halamannya, sehingga dapat melupakan memori kelam yang menghantuinya.

“Kalau dia di rumahnya sekarang, walaupun dia bisa lanjut pendidikannya, itu bisa mengingatkan masa lalunya,” ucap dia.

Elvi mendorong korban agar kejadian ini dapat memotivasinya untuk berkembang dengan cepat.

“Insyaallah kalau ia berfikir positif, pasti bisa, apalagi semua media mendukungnya,” pungkas Elvi.

Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top