Kutai Kartanegara

Kohati Kukar Desak Aparat Beri Hukuman Berat kepada Pelaku Pemerkosaan Remaja di Muara Kaman

Kukar, beritaalternatif.com – Ketua Umum Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) Cabang Kutai Kartanegara (Kukar) Siska Padila mengaku prihatin terhadap remaja di Kecamatan Muara Kaman yang dihamili ayah kandungnya.

Kata dia, seorang kepala keluarga seharusnya bertanggung jawab penuh atas kehidupan keluarganya, namun sang ayah justru tega menghancurkan masa depan anak kandungnya sendiri.

Selama ini dia berpikir tidak ada orang tua yang tega menghancurkan masa depan anaknya. “Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya dengan memberikan fasilitas hidup, pendidikan, dan jaminan kesehatan terbaik untuk keluarga,” ucap Siska, Rabu (6/4/2022).

Ia berharap penegak hukum memberikan hukuman berat kepada pelaku sebagaimana Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penetapan Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

“Pelecehan seksual ini harus ditindak tegas agar kasus seperti ini tidak terulang kembali dan dapat menimbulkan efek jera kepada pelaku atas tindakannya,” tegas dia.

Diketahui, pada awal tahun 2022 ini terdapat dua kasus yang terungkap dan menjadi perhatian masyarakat.

Pertama, kasus serupa yang melibatkan oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Tenggarong. Kedua, kasus di Kecamatan Muara Kaman.

Siska menyebutkan, hukum yang mengatur tentang perlindungan anak dan tindakan kekerasan seksual lainnya sudah sesuai harapan publik.

“Tinggal mekanisne pelaksanaannya saja yang perlu diperhatikan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pelaku sudah ditangkap oleh pihak berwajib. Namun, Kohati Kukar akan mengawal kasus ini sampai tuntas.

Siska juga berpesan kepada para orang tua untuk memberikan pengawasan dan mendengarkan apa pun yang dirasakan anak mereka.

“Terkadang sebagai orang tua harus bisa memahami anak. Apabila ada sesuatu yang menimpa anak, segera lakukan pendampingan,” katanya.

Dia berharap korban yang kini telah mengandung delapan bulan tersebut bisa melewati masa traumanya serta terus didampingi oleh keluarga dan tenaga kesehatan di Muara Kaman.

Sebagai Kota Layak Anak, Siska juga berharap DP3A Kukar memberikan perlindungan penuh kepada anak-anak. “Kukar harus mempertahankan peringkat tersebut,” tegasnya.

Siska pun berpesan kepada seluruh perempuan di Kukar untuk selalu membentengi diri dengan iman dan wawasan yang luas. Hal ini sangat penting untuk melindungi diri dan menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri dan sekitar.

“Lindungi perempuan dan anak dari orang-orang yang ingin merusaknya. Kami berharap hal serupa tidak terjadi lagi dan proses hukum dengan seadil-adilnya,” pungkas Siska. (*)

Penulis: M. As’ari
Editor: Ufqil Mubin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top