Kalimantan Timur, ID
28°C
Visibility: 10 km

Ketua FPK Kukar Ingatkan Ancaman Lima Krisis di Indonesia

FPK

Kukar, beritaalternatif.com – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kukar, Marwan mengungkapkan, pada tahun 1952 Presiden Sukarno pernah mengingatkan bahwa di masa depan akan muncul lima krisis di Indonesia: politik, alat-alat kekuasaan negara, cara berpikir, moral, serta krisis kewibawaan.

Marwan mengatakan, krisis-krisis tersebut sudah terjadi di Indonesia saat ini. Ia mencontohkan wibawa pemerintah yang kian merosot di tengah masyarakat.

Untuk keluar dari berbagai krisis itu, ia mengingatkan kembali motivasi, dasar, dan tujuan pembentukan negara ini. Kata dia, Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, agama, dan budaya.

Negara ini pun ditopang empat pilar: NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Marwan menjelaskan, Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia.

“Adanya Pancasila menyatukan seluruh perbedaan di antara kita,” kata Marwan saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema Seminar Hari Pancasila Duta Damai Kutai Kartanegara baru-baru ini.

Ia menyebutkan, pilar persatuan Indonesia dibangun di atas perbedaan-perbedaan yang melingkupinya. Antara lain perbedaan suku, agama, dan bahasa.

Saat para pendiri bangsa ini mulai mencetuskan pendirian Indonesia sejak sumpah pemuda pada 1908 hingga proklamasi kemerdekaan pada 1945, mereka telah menegaskan negara ini dibangun di atas banyak perbedaan.

“Dulu tidak pernah ada orang yang mempersoalkan perbedaan. Dulu tidak pernah ada orang yang bertanya kenapa kamu jadi orang Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sumatera, dan lain sebagainya,” kata Marwan.

Namun, akhir-akhir ini, perselisihan antar-kelompok masyarakat mengakibatkan mereka saling mempertanyakan latar belakang kesukuan dan kedaerahan. Hal ini mempertajam konflik dan perbedaan di masyarakat.

“Karena itu, mari kita ingat sumpah pemuda yang menegaskan satu bahasa dan satu tanah air. Sekali lagi perlu kita pupuk, bina, dan pertahankan semangat persatuan bangsa ini,” imbuhnya.

Selain itu, Marwan mengingatkan semua pihak agar tak melupakan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pasalnya, semboyan ini nyaris dilupakan masyarakat.

“Kenapa? Karena hampir semua orang mementingkan kepentingan kelompok, pribadi, dan golongannya. Kita tidak dilarang untuk berkelompok dan berorganisasi. Tetapi apa pun latar belakangnya, mari kita bersatu,” ajaknya. (ln)

Pakta Keamanan AUKUS, Bukti Retaknya Hubungan AS dan Eropa September 24, 2021

Washington, beritaalternatif.com - Setelah kontak telepon Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan sejawatnya dari Prancis, Emmenuel Macron,...

ISIS dan Amerika Berada di Balik Krisis Listrik di Irak Juli 5, 2021

Baghdad, mediaalternatif.com - Media-media Irak mengabarkan, al-Hashd al-Shaabi, berhasil menggagalkan upaya teroris ISIS yang akan meledakkan menara...

Korban Kecelakaan di Jalan Rusak Dapat Melayangkan Gugatan Hukum terhadap Pemerintah September 30, 2021

Kukar, beritaalternatif.com - Praktisi hukum di Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, memposting sebuah video di akun Facebooknya tentang jalan rusak...

PLN Berhasil Listriki Pulau Maratua Kaltim Mei 28, 2021

PT PLN (Persero) berhasil membangun listrik di darah 3T atau Terdepan, Tertinggal dan Terluar, tepatnya di Desa Bohe Silian, Desa Payung-Payung dan...

Kembangkan Teknologi 6G, Usaha China Menangkan Pasar Global September 21, 2021

Beijing, beritaalternatif.com - Pada 5 Juli 2021, sepuluh departemen pemerintah pusat China yang dipimpin oleh Kementerian Perindustrian dan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *