Kutai Kartanegara

Ketua BPC HIPMI Kukar Sarankan Pemkab Batasi Izin Minimarket dan Bangun Transparansi Donasi

Kukar, beritaalternatif.com – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Kutai Kartanegara (BPC HIPMI Kukar) Jumadil Anwar mendorong Pemkab Kukar membatasi pemberian izin terhadap retail minimarket seperti Indomaret, Eramart, Alfamidi, dan Alfamart pada tahun 2022.

Kata dia, menjamurnya retail minimarket di Kukar dapat mengganggu dan mengancam pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah terlebih dahulu beroperasi di sekitar minimarket tersebut.

“Artinya, kalaupun ada, anggaplah di setiap kecamatan itu hanya satu. Jangan sampai seluruh kecamatan banyak hadir minimarket tersebut karena kasihanlah pedagang-pedagang kecil lainnya,” kata Jumadil kepada beritaalternatif.com pada Senin (3/1/2022).

Selain itu, dia juga mendorong minimarket yang beroperasi di Kukar transparan terhadap pengelolaan uang sumbangan yang diberikan secara sukarela oleh konsumen.

Sumbangan tersebut, lanjut dia, diambil dari pengembalian uang pembeli. Umumnya, karyawan minimarket akan menawarkan sisa uang itu untuk didonasikan kepada lembaga tertentu.

Namun, pihak retail minimarket tak menjelaskan secara detail lembaga mana saja yang akan menerima donasi tersebut. Jumadil pun menyarankan agar pihak minimarket membuka data penerima donasi.

“Kita sih tidak ada masalah dengan donasi ini. Kita ingin ada transparansi dari pihak manajemen Indomaret dan sejenisnya mengenai ke mana sumbangan donasi yang diberikan itu. Setidaknya ada di depan atau di kasir itu lembaran, misalnya donasi diberikan kepada lembaga tertentu,” sarannya.

Ia menyebutkan, transparansi seperti ini bertujuan untuk membangun keterbukaan bagi publik sehingga penyumbang mengetahui aliran donasi yang diberikannya kepada pihak minimarket.

Salah satu cara membangun transparansi ini, saran dia, yakni memberikan selebaran atau daftar lembaga yang akan menerima donasi tersebut agar setiap orang yang mendonasikan uangnya dapat mengetahui lembaga-lembaga yang menerima donasi.

Jumadil beralasan, keterbukaan ini juga diharapkan agar dana yang diberikan masyarakat tak salah sasaran atau disalurkan ke lembaga-lembaga yang tidak jelas kontribusinya bagi pembangunan Kukar.

Dia pun menyarankan manajemen sejumlah minimarket yang beroperasi di Kukar untuk menyumbangkan donasi tersebut kepada sekolah-sekolah Islam atau masjid-masjid di Kukar.

Ia juga mendorong agar pihak manajemen minimarket di Kukar membuka ke publik jumlah donasi yang terkumpul setiap tahun. “Artinya, kita butuh transparansi,” tegas Jumadil. (ln)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top