Kutai Kartanegara

Hasil Webinar AGSI dan GLK: Rawat dan Lestarikan Kerajaan Tertua di Nusantara

Kukar, beritaalternatif.com – Pada Sabtu (31/7/2021), Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) dan Gerakan Literasi Kutai (GLK) sukses menggelar Webinar Sejarah Nasional dengan mengangkat tema “Meninjau Kembali Sejarah Kerajaan (Kutai) Martapura: Monarki Pertama, Tertua, Terlama di Nusantara.”

Webinar yang diikuti hampir 549 peserta yang berasal dari profesi guru, PNS, mahasiswa, pelajar, dosen, wiraswasta, jurnalis, dan sejumlah profesi lainnya.

Erwan Riyadi, Ketua GLK Kukar, dalam sambutannya menyampaikan dua hal pokok dalam webinar tersebut. Ia mengapresiasi dan menyambut baik atas terbitnya buku yang ditulis Muhammad Sarip.

“Bukan saja karena Muhammad Sarip ini kolega kami di Gerakan Literasi Kutai, namun lebih karena buku ini seperti memenuhi rasa dahaga kita akan informasi tentang Kutai, khususnya berkaitan dengan Kerajaan Martapura,” katanya.

Dia menjelaskan, terdapat beberapa kesimpang-siuran dan kesalahpahaman di masyarakat terkait Kutai dan Kerajaan Martapura. Erwan menduga hal itu terjadi karena minimnya informasi yang bisa dirujuk dan informasi yang valid, serta mempunyai kekuatan dari sisi kesejarahan.

Erwan mengatakan, sebagai lokus dari penemuan Prasasti Yupa, Muara Kaman, kecamatan yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara ini tidak dilupakan ketika berbicara tentang Kerajaan Martapura dan Kutai. 

“Ke depan perhatian kita terhadap Kerajaan Martapura dan Muara Kaman ini lebih serius dan intens lagi,” harap dia.

Ia menyebutkan, Kerajaan Martapura disepakati sebagai kerajaan tertua dalam sejarah. Muara Kaman adalah Lokusnya. Dia pun berharap agar masyarakat melihat Muara Kaman dengan berbagai situs dan potensi kesejarahannya.

“Kepada pemerintah, mudah-mudahan ke depan bisa disentuh dengan serius lagi karena Kerajaan Martapura. (Kerajaan ini) kita sepakati sebagai kerajaan tertua yang menjadi asal muasal sejarah kita, dan Muara Kaman adalah aset kita bersama,” imbuh Erwan. (*)

Penulis: Arif Rahmansyah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top