Kutai Kartanegara

Faperta Unikarta akan Jadikan Ponoragan sebagai Desa Binaan

Kukar, beritaalternatif.com – Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong Sundari menyambut baik kerja sama di bidang pertanian dan perikanan dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Ponoragan.

“Sehingga peran kami sebagai akademisi terkait pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi akan bisa lebih fokus ke desa,” kata Sundari setelah melakukan pertemuan dengan Pemdes Ponoragan, Rektor Unikarta, dan Ketua IKA Faperta Unikarta pada Kamis (17/2/2022) siang.

Ia mengungkapkan, meskipun Faperta tidak secara khusus memiliki bidang perikanan, namun pihaknya memiliki beberapa orang dosen yang menangani sektor tersebut.

Peran Faperta, sambung dia, bisa diarahkan sebagai fasilitator di sektor perikanan. Sementara di bidang pertanian di Ponoragan, pihaknya bisa mengeksekusinya secara langsung. Pasalnya, hal itu merupakan bidang keilmuan yang digeluti Faperta Unikarta.

“Karena terkait dengan pertanian, terkait dengan budi daya tanaman secara holtikultura maupun pangan, itu kami bisa masuk,” katanya.

Dia mencontohkan pembuatan kompos. Hal ini tak hanya bisa disampaikan secara teoritis kepada para petani di Ponoragan, tetapi juga praktek pembuatannya.

“Sehingga nanti ketika diberikan, ada demplot atau ada projeknya bagaimana nanti pupuk kompos yang dianjurkan dan yang terbaiknya bisa diaplikasikan ke lahan pertanian,” jelasnya.

Sundari juga mengaku akan mendorong mahasiswa melalui Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) untuk berperan aktif di desa binaan Faperta Unikarta. Mereka juga akan didorong untuk menyelenggarakan kegiatan di Ponoragan serta desa-desa lainnya di Kukar.

“Tanggal 20 besok kita ada kegiatan di Jembayan Tengah. Sekaligus menyambut tamu dari Politani. Jadi, adek-adek mahasiswa harapannya bisa berkolaborasi dengan universitas yang lain untuk membantu di desa binaan itu,” bebernya.

Sejauh ini, Faperta telah memiliki sejumlah desa binaan, antara lain Desa Sungai Payang dan Jembayan Tengah. Di dua desa tersebut, pihaknya mendorong mahasiswa mengadakan kegiatan dan riset.

“Kalau Desa Sungai Payang melalui kelembagaan BKPP ini sudah berjalan tekait rumah kompos dan kampong kelor. Kalau di Jembayan Tengah hari ini kita konsen terkait dengan pembuatan komsposnya, terkait petani, terkait bagaimana petani karet, bagaimana olahannya sampai dengan wisatanya,” ungkap dia.

Ia melanjutkan, Faperta Unikarta akan membangun kolaborasi dengan Poli Teknik Negeri Samarinda (Polnes) untuk membangun pariwisata di Jembayan Tengah.

Pihaknya akan mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan pariwisata di desa tersebut. Aktivitas pertanian di Jembayan Tengah juga akan didorong sebagai obyek wisata.

“Jadi, tidak terbatasi objek, tapi aktivitas warga di sana yang menjadi wisata. Contohnya orang yang menanam singkong. Jadi, wisatanya di sana itu mencabut singkong sambil mengenalkan singkong di Jembayan Tengah,” terangnya.

Di desa tersebut terdapat singkong selingkung, yang berasal dari perkawinan antara singkong gajah dan karet. Jenis singkong baru ini, menurutnya, bisa dijadikan sumber pembelajaran yang memiliki nilai jual di sektor pariwisata.

Kata Sundari, tahun lalu telah diadakan kegiatan di desa tersebut dengan memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) Hotel Mercure.

“Itu sudah kita coba Faperta mengambil perannya. Teman-teman Polnes seperti apa. Itu yang kita coba garap bersama,” jelasnya.

Kerja sama antara Faperta dan Polnes, sambung dia, akan terus berlanjut, khususnya pengembangan pariwisata dan pertanian Jembayan Tengah.

Selain mendorong peningkatan produksi di sektor pertanian Jembayan Tengah, pihaknya juga akan memaksimalkan peran para ibu rumah tangga untuk menggali sumber pendapatan baru di sektor pariwisata.

“Wisata ini teman-teman Polnes secara akademisi mereka punya. Nah, inilah yang kita kolaborasikan dengan Polnes untuk bisa sama-sama mengembangkan desa,” tutup Sundari. (*)

Penulis: M. As’ari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top