Kutai Kartanegara

Dua Tahun Pimpin Desa Loa Kulu Kota, Rizali Konsen Bangun SDM, UMKM dan Infrastruktur

Kukar, beritaalternatif.com – Sejak dilantik dua tahun yang lalu sebagai Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali telah menjalankan sejumlah program yang diusungnya selama memimpin desa yang menjadi jantung Kecamatan Loa Kulu tersebut.

Saat ditemui awak media beritaalternatif.com di Kantor Desa Loa Kulu Kota pada Kamis (20/1/2022) siang, Rizali mengatakan, program yang dijalankannya selama memimpin desa itu merujuk pada visi dan misi yang telah disusunnya saat terpilih sebagai kepala desa.

Sebagai mantan Kaur Pembangunan dan Kasi Kesra Desa Loa Kulu Kota, Rizali mengaku akan selalu konsisten membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

Dia menyebutkan, masyarakat Loa Kulu Kota akan dijadikan sebagai subjek dalam pembangunan, bukan sebagai obyek. Kata Rizali, masyarakat desa tak hanya menerima hasil pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan.

“Oleh sebab itu, yang saya perkuat adalah di sumber daya manusianya,” jelas Rizali.

Sejumlah program pun digagas dan dijalankan oleh pemerintah desa yang dipimpin Rizali. Di antaranya pelatihan peningkatan kapasitas pemuda seperti latihan sablon, perikanan, dan perbengkelan.

Lewat langkah tersebut, ia ingin masyarakat desa “tak hanya menerima ikan” semata. Tetapi, yang terutama adalah mendapatkan “pancing” sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari.

Kata dia, setiap individu memiliki potensi. Karenanya, setiap orang harus menyadari dan menggali potensi yang dimilikinya. Dengan begitu, pemerintah desa dapat membantu untuk mengembangkannya.

Rizali mencontohkan program latihan perbengkelan. Pelatihan yang diberikan terhadap generasi muda di Loa Kulu Kota itu diharapkan dapat bermanfaat dalam jangka panjang.

Pemerintah desa, kata dia, hanya membekalinya dengan pelatihan dan peralatan. Kemudian, pemuda tersebut bekerja sama dengan BUMDes untuk membuka usaha perbengkelan.

“Karena kita hitung di Loa Kulu Kota ini, antara jumlah bengkel dan jumlah kendaraan itu berbeda jauh. Lebih banyak kendaraan daripada bengkel. Jumlah bengkel relatif sedikit,” jelasnya.

Begitu juga di sektor perikanan. Pemerintah desa hanya memberikan bantuan bibit. Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang memanfaatkan lahan pekarangan. Lahan yang sebelumnya tidak produktif “disulap” menjadi lahan produktif serta menghasilkan berbagai jenis tanaman yang bermanfaat untuk masyarakat.

“Contoh yang sudah kita budidayakan itu tanaman jahe. Selain menjadi salah satu bumbu di rumah tangga, tanaman jahe pun perawatannya sangat mudah dan hasilnya bisa dijual langsung atau kita olah jadi serbuk jahe,” bebernya.

Bangun Infrastruktur Desa

Sejak memimpin desa tersebut, Rizali mengaku mendapatkan banyak anggaran untuk pembangunan infrastruktur lewat pokok pikiran anggota DPRD Kukar, yang berasal dari Dapil Loa Kulu-Loa Janan.

Dari segi infrastruktur, dia mengaku tengah fokus membangun infrastruktur antar-wilayah. Hal ini dinilainya sangat prioritas. Ia mencontohkan jalan di dua RT yang sebelumnya tak kunjung terhubung. Jalan tersebut dibangun menggunakan dana desa.

Selain itu, ia mendorong pembangunan pelabuhan di Loa Kulu Kota. Pelabuhan itu dimanfaatkan masyarakat setempat yang terletak di seberang Sungai Mahakam.

Pihaknya telah membangun dua dermaga. Dalam proses pembangunannya, pemerintah desa melibatkan pihak ketiga, yang bertugas menjalankan usaha di sektor penyeberangan.

“Tentunya ini menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Programnya Bupati kan harus meningkatkan PADes. Salah satunya melalui BUMDes,” katanya.

Selain manfaat itu, Rizali juga merekrut dan memanfaatkan tenaga kerja lokal untuk mengelola serta bekerja di dua pelabuhan tersebut.

Ia juga menjalankan program bedah rumah. Selama setahun merealisasikan program tersebut, pihaknya telah membedah tiga unit rumah warga Loa Kulu Kota.

Kembangkan UMKM

Pemerintah Desa Loa Kulu Kota juga menjalankan program di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang budi daya ikan keramba.

Salah satu programnya, mengolah dan mengemas ikan dalam bentuk kemasan camilan sehingga disukai oleh anak-anak. “Maka lahirlah produk Sari Nila,” ungkapnya.

Rizali menjelaskan, ibu yang sedang hamil juga membutuhkan banyak nutrisi yang berasal dari ikan. Hal ini bermanfaat untuk janin. Namun, sebagian besar perempuan hamil sering muntah saat mengonsumsi ikan karena terpengaruh baunya yang amis.

“Makanya kita kemas dalam bentuk camilan dan kerupuk,” katanya.

Pihaknya juga mengembangkan UMKM yang bergerak di bidang kerajinan tangan, yang bahan dasarnya berasal dari Loa Kulu Kota.

Baru-baru ini, perwakilan Jepang dan Rumania melakukan kunjungan ke Loa Kulu Kota. Mereka membangun kerja sama dengan pemerintah desa tersebut.

“Mereka menginginkan penduduk asli desa ini memiliki pendapatan lain selain dia berkebun dan berusaha rotan,” ungkapnya.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19, pihaknya menyalurkan bantuan untuk masyarakat. Ada juga bantuan untuk warga yang melakukan karantina mandiri di rumah.

“Kebutuhan pangan mereka kita bantu. Bantuan itu berasal dari desa,” jelasnya.

Rizali menyebutkan, selama dua tahun terakhir, pihaknya belum mendapatkan bantuan dari perusahaan batu bara. Sebab, belum terbangun kerja sama antara pemerintah desa dengan perusahaan batu bara.

Meski begitu, Rizali mengaku telah mengambil sejumlah langkah untuk membangun kerja sama dengan perusahaan batu bara. Ia mengaku telah berusaha untuk menemui pihak perusahaan serta meminta Pemkab Kukar menjembatani kerja sama tersebut.

Dia ingin memaksimalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan batu bara. Namun, hingga kini belum ada bantuan dari perusahaan emas hitam yang beroperasi di Kecamatan Loa Kulu, Kukar.

“Tetapi kalau dari perusahaan lain seperti perusahaan galangan kapal, mereka telah membantu untuk membangun dan memperbaiki jalan antar-provinsi. Nilai bantuannya untuk desa sebesar Rp 1,7 miliar,” ungkapnya.

Sinkronkan Program

Rizali menjelaskan, program desa harus selaras dengan program pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

Program Kukar Idaman yang diusung Edi Damansyah-Rendi Solihin dinilainya selaras dengan program Desa Loa Kulu Kota. Salah satunya, program inovasi yang digagas dan dijalankan pemerintah desa.

“Desa harus punya daya saing. Desa harus punya kemandirian. Nah, ini yang kita dukung dengan wujud yang sudah saya lakukan,” katanya.

Sementara di tingkat provinsi, pihaknya mendapatkan bantuan penataan wilayah kumuh dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kaltim.

Pada September 2019, Pemkab Kukar mengeluarkan SK untuk desa kumuh, salah satunya Desa Loa Kulu Kota. Seiring berjalannya waktu, saat ini pihaknya telah mendapatkan mitra kerja sama untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Rizali juga menggagas pembangunan taman dan kolam pemancingan. Hal ini akan dimanfaatkannya untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Loa Kulu Kota.

Nantinya, di taman dan kolam tersebut akan dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan menjual produk-produk mereka.

Sebagai pusat bisnis Kecamatan Loa Kulu, Rizali akan terus mendorong desa yang dipimpinnya sebagai pusat jasa. Pasalnya, jasa menjadi sektor unggulan di desa tersebut.

Ia membangun kemitraan dengan BUMDes untuk menangkap berbagai peluang dari perusahaan, yang juga melibatkan masyarakat. Contohnya, saat ini Loa Kulu Kota bersama BUMDes memiliki produk beras bernama Mekar Jaya Cap Catur.

“Terus juga di bidang infrastruktur. Setiap ada kegiatan fisik yang turun harus melibatkan BUMDes dalam menyediakan materialnya,” pungkas Rizali. (ln)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top