Kutai Kartanegara

Desa Ponoragan Tawarkan Beragam Obyek Wisata dan Homestay Pinggir Sawah

Kukar, beritaalternatif.com – Selain terkenal sebagai pusat budi daya dan pembibitan ikan air tawar, Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) juga memiliki beragam obyek wisata.

Pemilik Homestay Pinggir Sawah Desa Ponoragan, Sri Erna Nilawati mengungkapkan, pihaknya akan terus membangun pariwisata di desa tersebut dengan memanfaatkan potensi perikanan, pegunungan, dan persawahan.

Karena itu, pembangunan Homestay Pinggir Sawah yang terletak di RT 6 itu bertujuan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Ponoragan. Erna menyebut, usaha ini diharapkan dapat menginspirasi pembangunan fasilitas-fasilitas pariwisata di desa tersebut.

“Jadi, bisa berkembang lagi tempat-tempat wisata di sini,” kata Erna kepada beritaalternatif.com di Ponoragan, Minggu (30/1/2022) siang.

Di Homestay Pinggir Sawah itu, lanjut Erna, tersedia tiga kamar. Setiap kamar tersedia penyejuk udara atau Air Conditioning (AC), kamar mandi, dapur, lahan parkir yang luas, dan wisata pancing.

Rumah singgah yang terletak di pertengahan sawah itu juga disertai pemandangan persawahan serta pegunungan Puncak Bukit Biru yang terletak di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kukar.

Dengan fasilitas tersebut, Homestay Pinggir Sawah milik Erna tergolong murah. Dalam semalam, pengunjung hanya membayar Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu. Ini sudah termasuk ikan, alat pembakaran ikan, dan beras.

“Untuk ikannya kita batasi. Hanya bisa 10-15 kilogram. Itu bisa dimakan satu keluarga,” jelas dia.

Erna mengatakan, para wisatawan yang diperbolehkan menginap di rumah singgah tersebut hanya mereka yang telah berkeluarga.

“Karena ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kita khususkan untuk yang berkelompok dan berkeluarga,” ucapnya.

Ia menyebutkan, pemandu wisata akan mengajak pengunjung untuk mengelilingi sawah, kolam ikan, serta mendaki Puncak Bukit Biru, yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari rumah singgah tersebut.

Masyarakat perkotaan, lanjut Erna, umumnya sudah terbiasa berkumpul di mal dan kafe. Karenanya, warga Ponoragan dapat membangun wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan dari kota-kota di Kaltim.

Kata dia, wisata perikanan dapat dimanfaatkan para pelajar di Kaltim untuk mempelajari berbagai cara pembudidayaan dan pembibitan ikan di Ponoragan. Selain itu, para pelajar di Bumi Mulawarman juga dapat mempelajari sektor perkebunan dan pertanian.

“Kita ada tempatnya. Kebetulan rumah kita ini dekat dengan perikanan, persawahan, peternakan, dan perkebunan. Kita bisa mengajak anak-anak untuk berkunjung di situ,” katanya.

Pihaknya akan melibatkan Karang Taruna Ponoragan untuk memandu para pelajar bila berkeinginan mempelajari pembibitan ikan, pengembangan peternakan dan perkebunan.

Sementara para pelaku usaha yang ingin belajar pembibitan ikan, pihaknya akan mengarahkan mereka ke petani yang tergabung dalam kelompok Tambak Rejo, Ponoragan.

Erna mengatakan, sektor pariwisata di Ponoragan akan berkembang pesat bila didukung infrastruktur yang memadai. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat membangun infrastruktur jalan di desa tersebut.

Infrastruktur jalan, saran dia, perlu diperbaiki oleh pemerintah sehingga wisatawan dapat mengakses berbagai fasilitas wisata di Ponoragan.

“Mudah-mudahan dengan kita mendirikan homestay ini bisa mendorong pemerintah membangun dan memperbaiki jalan-jalan di Ponoragan sehingga bisa mengembangkan perikanan, pertanian, peternakan, dan pariwisata di desa kami ini,” harap Erna. (ln)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top