Kutai Kartanegara

Mas’ud Dukung Pemkab Kukar Bangun Pasar Modern di Lahan Eks Pasar Tangga Arung

BERITAALTERNATIF.COM – Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tangga Arung Mas’ud mengaku sangat mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) membangun pasar modern di lahan eks Pasar Tangga Arung.

“Insyaallah kami akan membantu pemerintah terkait masalah pembagian petak dan lain-lain. Pokoknya kami siap. Dan kami sangat antusias mendukung Pak Bupati Edi Damansyah dalam program ini,” ucap Mas’ud kepada beritaalternatif.com pada Rabu (13/7/2022) siang.

Kata Mas’ud, para pedagang di Pasar Tangga Arung sangat membutuhkan pasar modern. Sebab, infrastruktur pasar yang telah dibangun sejak tahun 1990-an dinilai sudah tidak layak.

“Lihat saja sekarang. Sudah kumuh, penataannya sudah kayak bukan pasar lagi. Pokoknya sudah semrawut. Kalau bahasa kasarnya, sudah kayak sarang tikus,” ucapnya.

“Apalagi ini kan posisinya di tengah ibu kota kabupaten terkaya seluruh Indonesia. APBD-nya besar. Bahkan sekarang katanya sampai Rp 5 triliun. Harusnya masyarakat bawah yang di pasar ini merasakan juga APBD besar itu. Ya, minimal bangun pasar modern,” sambungnya.

Sebelumnya, kata Mas’ud, Pemkab Kukar telah berjanji akan membangun Pasar Tangga Arung. Hal ini pun dinilainya sangat didukung oleh para pedagang di Kukar.

“Kami pun sangat siap mendukung dan mengawal pembangunannya,” ujar Mas’ud.

Pihaknya juga bersedia mendata para pedagang yang akan menempati gedung pasar modern tersebut, bahkan saat ini pengurus asosiasi itu sudah mulai mendata pedagang-pedagang di Pasar Tangga Arung.

Disperindag pun dinilainya sudah melakukan pendataan terhadap seluruh pedagang di Kukar. “Jadi, nanti tinggal disesuaikan data dari kami dengan Disperindag,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan Pasar Tangga Arung akan dimulai pada tahun 2023. Pada tahun 2021, pemerintah daerah telah menguji ketahanan tanah tersebut untuk pembangunan gedung pasar bertingkat tiga.

“Bilang petugasnya, bisanya dua tingkat saja. Padahal, rencananya tiga tingkat. Tapi berapa pun tingkatnya, kami dari asosiasi ini ingin yang terbaik untuk pedagang. Kalau pedagangnya baik, otomatis pemerintahnya juga sukses,” katanya.

Dia juga berharap pemerintah daerah berkaca pada pemindahan para pedagang dari Pasar Tangga Arung ke Pasar Mangkurawang.

“Orang dipindah, tapi pasarnya belum siap. Akhirnya banyak pedagang yang menangis karena tidak dapat petaknya. Petaknya disiapkan misalnya 300, yang jualan 500. Jadi, sisanya itu mau dibawa ke mana?” jelasnya.

“Yang aneh lagi, banyak yang berjualan di situ orang luar. Sedangkan yang sudah punya surat lengkap dari Disperindag malah tidak dapat petak,” lanjutnya.

Hal seperti inilah yang mendasari pihaknya mendirikan Asosiasi Pedagang Pasar Tangga Arung. Ia tidak ingin kasus yang sama terjadi jika nanti pasar modern di lahan kosong eks Pasar Tangga Arung dibangun oleh Pemkab Kukar.

“Kami ingin membuktikan bahwa keadilan di dunia itu masih ada. Itu saja harapannya. Intinya bahwa orang yang mau berjualan dikasih tempat,” tegasnya.

“Di pasar ini macam-macam sukunya. Jadi, kami sangat mengharapkan bahwa siapa pun dia, suku apa pun, keadilan itu harus ada. Orang yang berjualan, punya petak, punya surat harus diberikan petak di pasar modern nanti,” lanjutnya.

Sejauh ini, para pedagang di Pasar Tangga Arung berjumlah sekitar 1.000 orang. Sementara di pasar modern akan ditempati oleh 2.000 orang pedagang.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah mendata para pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya. Mereka juga akan diberikan petak di pasar modern, sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan di jalan raya.

“Kayaknya rencana pemerintah ini semua pedagang harus masuk ke toko yang ada itu,” ujarnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top