Kutai Kartanegara

Mantan Penjabat Wali Kota Samarinda Zairin Zain Jadi Bacaleg Nasdem Kukar

BERITAALTERNATIF.COM – Bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kutai Kartanegara (Kukar) mencapai lebih dari 100%.

Hingga penutupan pendaftaran bacaleg Nasdem pada 30 Juni 2022, rata-rata bacaleg di setiap dapil berjumlah lebih dari 100%. Pendaftar yang paling banyak berasal dari Dapil Tenggarong. Persentasenya lebih dari 200%.

Ketua DPD Nasdem Kukar H. Marwan mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya menduga bacaleg Nasdem dari Dapil Tenggarong jumlahnya sedikit atau bahkan tidak mencapai 100%.

“Ternyata lebih dari 200% yang daftar di Partai Nasdem,” ungkap Marwan kepada beritaalternatif.com di Kantor DPD Partai Nasdem Kukar pada Senin (4/7/2022) sore.

Sejatinya di Dapil Tenggarong hanya dibutuhkan 7 orang caleg. Namun, bacaleg yang mendaftarkan diri di Nasdem untuk Dapil Tenggarong mencapai 17 orang.

“Latar belakang mereka berbeda-beda. Ada yang akademisi, dokter, lawyer, purna birokrat, pengusaha, dan aktivis perempuan,” ungkapnya.

Ada pula bacaleg Nasdem Dapil Tenggarong yang purna dari DPRD Kukar. Mereka sebelumnya tercatat sebagai anggota dewan dari partai lain.

Mantan calon wali kota Samarinda yang juga eks Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim dan mantan Penjabat Wali Kota Samarinda Dr. Zairin Zain terdaftar sebagai bacaleg Nasdem Dapil Tenggarong.

“Jadi, banyak tokoh yang daftar di Dapil Tenggarong. Harapannya bisa lebih dari satu kursi di Dapil Tenggarong,” ucapnya.

Berikutnya, bacaleg terbanyak kedua yang terdaftar di Nasdem berasal dari Dapil II (Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman). Dari 9 caleg yang dibutuhkan, yang terdaftar di Nasdem saat ini berjumlah 15 orang.

Marwan menjelaskan, seluruh bacaleg yang terdaftar di Nasdem tersebut akan mengikuti Sekolah Kader dan Sekolah Legislatif.

“Sebagian besar yang terdaftar ini masih belum menjadi kader Partai Nasdem. Jadi, nanti kita buatkan Sekolah Kader yang di situ diajarkan terkait tugas, peran, dan tanggung jawab kader Partai Nasdem,” urainya.

Kemudian, setelah mengikuti Sekolah Kader dan Sekolah Legislatif, seluruh bacaleg akan berjuang untuk memenuhi berbagai persyaratan untuk menjadi caleg Nasdem Kukar.

Dia menyebutkan, penentuan caleg Nasdem Kukar akan menggunakan sistem skoring, yang kriterianya meliputi pendidikan, jabatan di Nasdem, masa keanggotaan di Partai Nasdem, elektabilitas, dan jumlah pendukung.

“Artinya, semua bacaleg itu punya potensi yang sama untuk menjadi caleg Nasdem, kecuali dia menggugurkan dirinya sendiri,” terangnya.

Proses penghitungan jumlah pendukung bacaleg akan menggunakan aplikasi Nasdem Digital. Aplikasi tersebut bisa digunakan oleh semua bacaleg untuk menghimpun para pendukung atau calon pemilihnya.

“Tentu saja partai akan mengambil siapa yang punya pendukung paling banyak atau paling riil. Bukan yang punya uang paling banyak,” katanya.

Mantan Penjabat Wali Kota Samarinda, Dr. Zairin Zain. (Presisi.co)

“Karena menjadi anggota DPRD itu tidak semata-mata harus punya uang. Tetapi yang paling penting adalah siapa yang didukung dan dipilih oleh orang banyak,” lanjutnya.

Dengan cara tersebut, kata Marwan, Pengurus DPD Partai Nasdem Kukar “tidak bisa bermain mata” dalam menentukan caleg di setiap dapil. Pasalnya, setiap bacaleg dapat menjumlahkan sendiri skor yang mereka dapatkan.

“Sehingga ketika partai rapat menentukan si A dan B yang lolos, itu sudah otomatis tercatat. Karena kita ingin mencoba melakukannya dengan terbuka atau transparan,” pungkasnya. (*) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top