Kalimantan Timur, ID
23°C
Visibility: 10 km

Terbukti Cekik Korban, Ini Ciri Pinjol Ilegal

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing. (Istimewa)
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing. (Istimewa)

Jakarta, beritaalternatif.com – Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L. Tobing memaparkan beberapa ciri pinjaman online (pinjol) ilegal agar masyarakat lebih waspada di tengah maraknya jebakan pinjol ilegal. Pertama, pinjol tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Kemudian mudah meminjam hanya modal KTP dan foto diri. Makanya sering kami katakan juga kalau punya KTP bisa pinjam di pinjol ilegal karena hanya KTP yang dilihat,” ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (21/6/2021).

Tongam pun mengungkap pinjol ini meminta peminjam uang untuk mengizinkan akses semua data dan kontak di HP.

“Ini malapetaka. Jadi, selalu kekuatan pinjol ilegal adalah data kontak di HP. Kekuatannya di situ. Oleh karena itu, masyarakat kita selalu ditawarkan untuk mengizinkan ini (akses data dan kontak),” jelasnya.

Tongam memaparkan kebiasaan gali lubang tutup lubang jadi salah satu penyebab masyarakat terjebak pinjol ilegal. Bahkan, ungkap Tongam, terdapat kasus di mana satu orang memiliki utang di 141 pinjol sekaligus karena kebiasaan tersebut.

“Masyarakat kita itu mau minjam untuk menutup pinjaman lama, sehingga tidak jarang seperti guru honorer yang di Semarang itu, 114 pinjaman online. Harusnya pinjaman ketiga, dia stop loh. Ini sampai 100-an (pinjol) dan ada masyarakat yang sampai 141,” ujarnya.

Padahal, kata Tongam, apa yang diperoleh masyarakat dari pinjol ilegal sangat tidak manusiawi. 

Fee-nya sangat tinggi. Pinjam Rp 1 juta yang ditransfer hanya Rp 600 ribu. Bunganya dijanjikan contohnya 0,5 persen per hari menjadi 2 persen per hari,” jelasnya.

Tak hanya itu, jangka waktu atau tenggat pelunasan juga kerap kali berubah, seperti dari 90 hari menjadi 7 hari. Kemudian jika peminjam terlambat membayar, pinjol ilegal melakukan penagihan tidak beretika dengan teror, intimidasi hingga pelecehan.

Karena itu, ia meminta masyarakat lebih berhati-hati terhadap jasa pinjaman uang melalui fintech ‘abal-abal’. Caranya dengan melihat terlebih dahulu daftar fintech peer to peer lending yang terdaftar di OJK. (cnn/ln)

Sumber: 3 Ciri Pinjol Ilegal

DPD NasDem Kukar Bagikan Puluhan Paket Sembako ke Pedagang Keliling Agustus 30, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melanjutkan program...

Jurnalis Senior Ini Ingatkan Publik Tak Terkecoh dengan Penarikan Pasukan AS di Afghanistan Agustus 25, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com – Jurnalis senior Dede Azwar mengatakan, terusirnya AS dari Afghanistan di satu sisi memberikan harapan baru dan...

Konvoi Pengangkut Bahan Bakar Iran ke Lebanon, Pukulan Telak bagi AS dan Israel September 18, 2021

Beirut, beritaalternatif.com - Konvoi truk pengangkut bahan bakar dari Iran untuk Lebanon, Sabtu (18/9/2021) dini hari sudah melewati perbatasan...

Tugas Besar GLK di Tengah Problem Literasi Daerah Juli 19, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Founder Gerakan Literasi Kutai (GLK) Erwan Riyadi mengaku prihatin dengan indeks literasi nasional Indonesia yang...

Milisi Perempuan ISIS Masih Tebar Ancaman Juni 8, 2021

New York, Beritaalternatif.com– “Kekhalifahan” ISIS di Irak dan Suriah telah lenyap, sebagian besar terorisnya terbunuh atau ditangkap, dan...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *