Kalimantan Timur, ID
23°C
Visibility: 10 km

Lima Fenomena yang akan Pengaruhi Ekonomi Global hingga 2030

images (11)

Jakarta, beritaalternatif.com – Institute for Development of Economics and Finance atau Indef memproyeksikan terjadinya lima fenomena ekonomi global hingga 2030, mulai dari perkembangan ekonomi China hingga soal mata uang kripto.

Ekonom senior Indef Ahmad Erani Yustika menilai bahwa berbagai dinamika ekonomi global terus berkembang dengan dinamis, terlebih dengan adanya disrupsi teknologi. Selain itu, terdapat pandemi Covid-19 yang memberikan dampak tersendiri bagi kondisi ekonomi setiap negara.

Ahmad menilai bahwa setidaknya akan terdapat lima fenomena ekonomi global utama yang terjadi hingga sembilan tahun mendatang atau 2030. Berbagai fenomena itu sedikit banyak dinilai akan turut memengaruhi perekonomian Indonesia.

Pertama, Indef menilai bahwa tidak lama lagi China akan menjadi negara dengan ukuran ekonomi terbesar di dunia. Produk Domestik Bruto (PDB) dari Negeri Tirai Bambu terus berkembang seiring makin kuatnya posisi ekonomi di kancah global.

“Pada 2030 setelah China ada Amerika Serikat (AS), India, Indonesia keempat, lalu Jerman,” ujar Ahmad dalam diskusi bertajuk Investasi, Nilai Tambah, dan Kesinambungan Pembangunan pada Rabu (8/9/2021).

Kedua, Indef menilai bahwa AS dan beberapa negara Eropa akan lebih banyak menggunakan instrumen politik dan militer untuk tetap memiliki pengaruh ekonomi di kancah global. Selain itu, negara-negara itu pun akan memainkan pengaruh lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Ketiga, akan terdapat tiga isu pokok yang menjadi pusat pertempuran negara-negara di dunia, yakni isu demokrasi, globalisasi, dan digitalisasi. Ahmad berpendapat, agenda demokrasi akan terus-menerus mengalami evaluasi untuk penyempurnaan.

“Mengenai globalisasi, negara maju akan mulai menutup diri. Dan fenomena yang paling kita rasakan, digitalisasi akan terus berkembang,” ujarnya.

Keempat, dalam hal moneter akan terjadi persaingan sengit antara mata uang konvensional dengan mata uang digital atau aset kripto. Menurut Ahmad, mata uang kripto terus berkembang meski terdapat pembatasan atau bahkan pelarangan dari sejumlah pihak.

Kelima, kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin dinilai belum akan memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Indef menilai bahwa hingga 2030 perekonomian masih akan didominasi oleh AS dan Asia Timur.

“Setelah 2030 Afrika akan memberikan bonus demografi, akan terdapat perkembangan lain,” ujar Ahmad. (bisnisindonesia/ln)

Janda Tua dan Lansia di Loa Kulu Dapat Bantuan Paket Sembako dari DPD NasDem Kukar Agustus 25, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Pengurus dan kader-kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kutai Kartanegara (Kukar)...

Kuasai Ibu Kota Afghanistan, Taliban Nyatakan Perang Usai Agustus 15, 2021

Kabul, beritaalternatif.com – Kelompok militan Taliban menyatakan bahwa perang di Afghanistan sudah selesai, dan dalam waktu dekat ini akan jelas...

Ketua FPK Kukar Ingatkan Ancaman Lima Krisis di Indonesia Juni 30, 2021

Kukar, beritaalternatif.com – Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kukar, Marwan mengungkapkan, pada tahun 1952 Presiden Sukarno pernah...

Anggaran Tak Lagi Tersedia, Kemensos Hentikan Bansos Tunai Juni 11, 2021

Penajam, Beritaalternatif.com - Dinas Sosial Kabupaten Penajam Paser Utara (Dinsos PPU) menyebutkan, pemerintah pusat menghentikan bantuan sosial...

Khawatir China Dominasi Ekonomi Dunia, AS Dinilai Mainkan Berbagai Isu September 10, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Amerika Serikat (AS) disebut akan memainkan banyak isu untuk mengganggu pertumbuhan ekonomi China. Negara ini...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *