Kalimantan Timur, ID
28°C
Visibility: 10 km

Empat Hambatan Peningkatan Daya Saing Ekonomi Desa di Era Digital

DESA

Jakarta, beritaalternatif.com – Ekonom Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti memaparkan terdapat empat hambatan dalam meningkatkan daya saing ekonomi desa di era digital.

Pertama, modal. Esther menyebut tak semua petani di desa memiliki modal yang cukup untuk menggarap lahan perkebunan.

Untuk itu, petani harus memanggil tengkulak terlebih dahulu untuk membayar upah tenaga kerja. Tengkulak adalah orang yang memberikan pinjaman uang secara tidak resmi dengan bunga tinggi.

“Rekomendasi kami adalah mereka dapat mengakses modal lewat fintech. Namun memang ada risiko, jangan sampai mereka terjebak. Jadi, harus ada bimbingan teknis,” ungkap Esther dalam Diseminasi Hasil Diskusi: Peningkatan Daya Saing Ekonomi Desa dengan Pengembangan Ekonomi Digital, baru-baru ini.

Kedua, pemasaran. Esther menjelaskan banyak warga di desa yang memiliki produk bagus untuk dijual.

Namun, warga di desa tak memiliki akses dalam memasarkan produknya. Maka dari itu, ia menyarankan agar warga desa memasarkan produknya lewat e-commerce.

“Lakukan training, install program e-commerce di smartphone. Itu bisa lebih meningkatkan ekonomi mereka,” terang Esther.

Ketiga, produksi. Warga desa biasanya memiliki masalah dengan jumlah produksi. Mereka memiliki keterbatasan dalam memproduksi produk dalam jumlah banyak. Padahal, potensi pasarnya cukup besar.

Keempat, logistik. Warga desa seringkali terkendala dengan logistik dalam memasarkan produknya. Esther menyarankan agar ada kantor PT Pos Indonesia (Persero) yang bisa menjangkau seluruh kawasan terpencil.

“Seharusnya kantor Pos Indonesia mempunyai lebih banyak peluang dibandingkan yang lain,” ujar Esther.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar Kemenkop UKM, Pixy mengatakan, harus ada pendampingan kepada seluruh warga desa untuk mengembangkan usaha mereka. Hal ini seperti yang dilakukan oleh perusahaan fintech.

“Di fintech itu ada pendampingan. Jadi, mereka memberikan modal lalu didampingi agar modal yang dipinjamkan digunakan dengan baik,” ujar Pixy.

Menurutnya, pendampingan penting karena penggunaan smartphone di desa masih rendah. Selain itu, warga desa juga tak fasih menggunakan smartphone.

Ia menambahkan, sejumlah kementerian menerjunkan tenaga pendamping ke desa. Salah satunya Kementerian Pertanian.

Sementara, Kemenkop UKM baru menerjunkan tenaga pendamping ke provinsi dan kabupaten/kota. Untuk itu, ia menyarankan agar pemerintah mendata lagi berapa jumlah tenaga pendamping di desa.

“Data lagi berapa sebenarnya tenaga pendamping yang tersedia untuk masyarakat di desa dan luar desa,” pungkas Pixy. (cnn/ln)

Adakan Halalbihalal secara Terbatas, Misran Ajak Alumni PPKP Mengabdi di Masyarakat Juni 13, 2021

Kukar, Beritalternatif.com – Pada Sabtu (12/6/2021), para alumni Pondok Pesantren Karya Pembangunan (PPKP) Ribathul Khail Timbau Tenggarong...

Jokowi: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Terfokus di Pulau Jawa Oktober 1, 2021

Jakarta, beritaalternatif.com - Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan Indonesia tak bisa hanya difokuskan di Pulau Jawa. Dia berpendapat,...

Pemuda Muhammadiyah Kukar Ulurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Desa Purwajaya September 20, 2021

Kukar, beritaalternatif.com - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah bersama MDMC dan MCC Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi kemanusiaan berupa...

Polda Kalbar Tangkap 10 Orang Terduga Pelaku Perusakan Masjid Ahmadiyah September 6, 2021

Pontianak, beritaalternatif.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) dan Polres Sintang, hingga saat ini sudah menangkap 10 pelaku...

Presiden Raisi: Kebijakan Amerika Jadi Biang Kerusakan di Asia Barat September 23, 2021

Teheran, beritaalternatif.com - Sidang Majelis Umum PBB ke-76 dibuka pada 21 September yang diawali dengan pidato Sekretaris Jenderal PBB Antonio...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *