Business

BUMDes Payang Sejahtera Beromzet Rp 14 Miliar, Supiani: Wujud Perjuangan yang Dilandasi Keikhlasan (4)

beritaalternatif.com – Kepala Desa Sungai Payang Rusdin dinilai memiliki peran besar dalam membangun dan memajukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera dalam lima tahun terakhir.

Direktur Operasional BUMDes Payang Sejahtera, Supiani mengatakan, secara umum tim BUMDes hanya bertugas sebagai eksekutor berbagai gagasan, ide, dan peluang usaha yang dibuka oleh Rusdin.

“Pada intinya keberhasilan BUMDes lebih kepada Kepala Desa yang memberikan peluang. Kami tim hanya eksekusinya saja,” ungkap Supi kepada beritaalternatif.com, Selasa (19/4/2022).

Dia mencontohkan unit usaha di bidang pertambangan. Tanpa intervensi Kepala Desa Sungai Payang, BUMDes tidak akan dilibatkan dalam unit bisnis di perusahaan tambang.

Pada saat sosialisasi perusahaan tambang di Sungai Payang, Rusdin meminta dan menekankan kerja sama melalui Memorandum Of Understanding (MOU) dengan perusahaan batu bara.

“Beliau menekankan agar pekerjaan diarahkan ke BUMDes. Itu yang beliau tekankan kepada perusahaan tambang di sini,” terangnya.

Kata dia, perkembangan BUMDes yang dipimpinnya tergolong cepat karena peran besar Kepala Desa Sungai Payang.

“Bangga betul saya dengan beliau,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Supi, karyawan BUMDes Payang Sejahtera mencapai 250 orang. Sebagian besar dari mereka merupakan warga Sungai Payang.

“Tapi ada juga dari warga luar Sungai Payang. Karena terkait tambang. Ada karyawan laundry kita sekitar 90 orang. Sebanyak 80% warga kita. Kemudian 20% warga luar,” jelasnya.

Keterlibatan warga luar Sungai Payang sebagai tenaga kerja di usaha BUMDes tersebut merupakan bagian dari ikhtiar mitra BUMDes Payang Sejahtera dalam membangun hubungan yang harmonis dengan warga di sekitar areal kerja perusahaan.

Karyawan laundry, kata Supi, rata-rata digaji di atas Rp 4 juta per bulan. Besaran gajinya pun bergantung posisi dan jenis pekerjaan yang mereka lakoni di usaha tersebut.

“Kalau karyawan kita di laundry paling tinggi ada yang digaji Rp 4,3 juta setiap bulan,” bebernya.

Sementara di perkebunan kelapa sawit, BUMDes menetapkan kerja sama dengan sistem borongan. Supi menyebutkan, mereka yang rajin bekerja bisa mendapatkan Rp 21 juta per bulan.

“Karena kan menggunakan mobil. Yang rajin turun bisa dapat Rp 18 juta sampai Rp 21 juta sebulan,” sebutnya.

Dalam pengangkutan kelapa sawit, BUMDes Payang Sejahtera mendapatkan keuntungan Rp 6 per kilogram. Setiap kali mengangkut kelapa sawit, truk dapat memuat 7 ton.

Artinya, setiap kali pengangkutan kelapa sawit menuju pabrik CPO, BUMDes tersebut mendapatkan Rp 42 ribu.

Saban hari terkadang terdapat 7 mobil yang mengangkut kelapa sawit. Jika rata-rata setiap mobil mengangkut 7 ton kelapa sawit, maka dalam satu kali pengangkutan BUMDes mendapatkan keuntungan Rp 294 ribu.

“Ada 14 mobil yang kita pakai. Mereka bergantian bekerjanya. Setiap hari 7 mobil,” ungkapnya.

BUMDes memprioritaskan warga Sungai Payang sebagai pekerja yang mengangkut kelapa sawit dari kebun ke pabrik CPO.

“Kami tidak buka untuk warga luar. Karena kembali lagi, tanah mereka yang diberikan untuk perkebunan itu milik warga di sini,” jelasnya.

Warga menjual tanah mereka untuk perkebunan dengan harga murah karena berharap bisa mendapatkan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit.

Sebelum perkebunan kelapa sawit dibuka, warga Sungai Payang berbondong-bondong menjual lahan mereka dengan harga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per hektar.

“Setelah itu mereka harap bisa bekerja di perkebunan. Jadi, enggak mungkin kami berikan kepada warga lain,” tegasnya.

Warga juga berbondong-bondong mengkredit mobil karena memiliki pendapatan yang cukup tinggi dalam pengangkutan kelapa sawit.

Supi mengungkapkan, setiap orang bisa mendapatkan Rp 80 juta per bulan, sehingga mereka tidak pernah kesulitan menyetor angsuran bulanan untuk kredit mobil.

Setiap unit usaha BUMDes Payang Sejahtera memiliki pengawas, sambung dia, sehingga tim BUMDes tak mengawasi seluruh karyawan.

Selama 8 tahun berdiri, BUMDes Payang Sejahtera telah melebarkan usaha mereka ke berbagai bidang. Saat ini, badan usaha tersebut memiliki unit bisnis seperti pengangkutan kelapa sawit dan CPO, catering, laundry, pengelolaan food court, pengangkutan karyawan perusahaan, serta sejumlah bidang usaha lainnya.

“Jumlahnya sekitar 10 jenis usaha. Kita ikut prinsip orang China. Orang China itu biar sedikit untungnya, usahanya banyak,” jelasnya.

Prinsip lain, kata Supi, orang-orang China pantang berutang. Dua prinsip ini pun diikuti oleh tim BUMDes Payang Sejahtera.

Meski telah memiliki banyak usaha, Supi menargetkan agar usaha yang dikelola BUMDes tersebut lebih maju lagi.

Pihaknya berencana merambah bisnis pertambangan batu bara. Namun, BUMDes harus memiliki izin di bidang tersebut.

Berdasarkan hasil konsultasi dengan manajemen PT MHU, BUMDes diberikan “lampu kuning” untuk bergerak di bidang usaha pertambangan.

“Izinnya ini yang sulit. Tapi bisa. Peluangnya terbuka. Ke depan memang arahnya ke sana. Karena lahannya ada,” ucapnya.

Jika tahun lalu BUMDes tersebut memiliki omzet Rp 14 miliar, maka tahun ini pihaknya menargetkan omzet Rp 20 miliar.

Target tersebut, lanjut Supi, dapat dicapai apabila BUMDes mendapatkan klien baru yang dapat diajak bekerja sama.

“Sekarang kan leadership yang dikuatkan karena bentuk usahanya dengan rekanan. Kalau sudah berkembang lagi, kami akan perbaiki manajemennya,” jelas Supi. (*)

Penulis: Ufqil Mubin

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top